November 15, 2016

Change!

Beberapa hari ini saya banyak berbicara dengan beberapa kawan baik saya, intinya.. semua masalah yang pada akhirnya kita hadapi saat ini adalah akumulasi dari masa lalu. Hal-hal yang dahulunya kita anggap sepeleh bisa jadi semakin membesar dan berat pada masanya. Ketika kita merasa ada yang salah, merasa bersalah dan ingin berubah/merubah semua menjadi baik terkadang kita tidak menemukan cara. Pada titik ini meminta maaf memang perkara mudah, tapi kondisi tidak akan serta-merta berbalik. Semuanya terlanjur berjalan pada jalurnya masing-masing, terbiasa asing.

Tapi, yang patut di syukuri adalah Allah tidak akan serta merta memberikan kepada kita kemauan untuk merubah/berubah, pasti ada sesuatu yg telah dirancangnya sehingga dia memilih saat ini, bukan kemarin-kemarin atau nanti-nanti. Ia maha kuasa, pasti tahu apa yang paling baik untuk kita.

With love,
SYAM.

November 04, 2016

Pinrang, 8 bulan.

 Well, selama hampir 8 bulan hidup di rantau hal yang saya rasakan adalah mood saya yang seolah-olah ditiup angin saja bisa mendadak berubah. Totally I’m super duper moody. Sikap saya ini sudah memakan korban, yang sialnya adalah teman paling baik saya di Rantau sebut saja namanya eR. Dari awal kedatangan saya, saya disambut dan diperlakukan baik, saya sempat takjub kok ya ada manusia se-care dan setulus itu, he act like my Mr. one call away.. lalu seperti biasanya ego saya mulai ngelunjak jika menemukan tempat ter-nyaman-nya, saya mulai menyebalkan dan menuntut, little possesife. Maunya dimengerti tanpa mau repot-repot menjelaskan. Pokoknya amat sangat annoyying-lah saya ini. Untungnya teman saya ini diberikan oleh Allah hati seluas samudera, yang selalu saja anteng dan belakangan mulai cuek menghadapi perubahan mood saya.. he know to treat me well.

Jika saya kelelahan bekerja saya akan menyalahkan eR, jika saya merasa sendirian saya akan menyalahkan eR, jika semua kondisi berjalan tidak semenarik yang saya inginkan saya pun akan menyalahkan eR. Sampai-sampai dia pernah mengeluarkan statement “KENAPAKA NA SELALUKA SALAH?”, mungkin dia sudah amat-sangat lelah menghadapi saya, tapi waktu itu ego saya sedang tinggi-tingginya dan saya malah cari seribu alasan untuk membenarkan semua tuduhan saya, tetap dalam fikiran. Saya belajar untuk tidak mengeluarkan semua kata-kata yang ada dalam kepala saya, sebelum semuanya lebih fatal. Silent is better, **sambil manyun-manyun.

Jika saya mencari-cari sebab musababnya, kemungkinan besar itu semua disebabkan karena lelahnya saya. Pekerjaan kantor yang kadang mendadak sangat menguras fikiran dan waktu istirahat, sendirinya saya di kost sepulang kerja, tidak adanya tempat hang-out/refreshing yang sesekali bisa memanjakan saya, belum lagi perjalanan PP Gowa-Pinrang setiap akhir pekan. Semuanya itu pelan-pelan ternyata menguras energi positif dari dalam diri saya. Alhamdulillah teknologi masih menolong saya untuk tetap berhubungan dengan orang-orang terkasih yang jauh di rumah dan di mana-mana. Sesekali juga eR datang membawakan makanan atau apalah-apalah yang cukup membuat saya merasa ndak sendirian dirantau. Entah kenapa selera ber-sosialisasi saya begitu rendah disini.. amat sangat malas bergaul, padahal selama ini kemanapun saya berada saya selalu punya komplotan hura-hura, teman se-frekuensi, itulah kenapa saya malah possesife-nya sama pacar orang. Hahaha. SIYAAAL!

Hal yang paling positif dari sifat buruk saya saat ini adalah saya lebih banyak zikir; Astagfirullah-aladzim. Jika dulu saya menjadikan lagu-lagu Payung Teduh sebagai pengantar tidur setiap malamnya sekarang saya lebih prefer to dzikr till i sleep thight. Entah kenapa ada ketenangan yang bisa pelan-pelan saya peroleh dari aktifitas tersebut, saya berharap.. Allah memaafkan saya atas mood saya yang menyebalkan seperti ini, saya berharap Allah memaafkan saya atas lalainya saya sebagai hamba yang selalu menuntut lebih, saya berharap Allah memaafkan saya yang sembarangan memperlakukan orang yang sudah amat sangat baik dan peduli sama saya. Dan setiap kali mood saya membaik, saya tidak pernah lupa untuk meminta maaf sama si eR. Selalu. Menyampaikan maaf dengan rasa penyesalan dan malu teramat dalam. Walau ujung-ujungnya dibilang “LEBAY” atau “SANTAIMIKO KEPENG”.

Saya tidak lagi pernah mengejar bahagia, saya hanya berusaha merasai hidup pada setiap mommentnya saja. Saya tidak akan pernah lupa annoyingnya saya saat ini, mengertinya eR, dan semua hal yang begitu konyol jika di-ingat kembali. Banyak pelajaran untuk instrospeksi diri dari sini dan pasti ada alasan kenapa Allah membiarkan saya musti masuk pada fase se-menyebalkan ini. Pokoknya saya mau janji sama diri sendiri, lewat blog ini.. dan saksinya para pembaca sekalian (kalo ada :p), setelah delapan bulan ini saya akan selalu mengendalikan mood-swing saya. Semacam pernyataan perang melawan diri sendiri. Haha. Wish me luck and barokah. Smile!



With love,
SYAM.

October 30, 2016

[Bira] Perjalanan sebentar

Tepat seminggu lalu (23/10) saya ada dalam perjalanan pulang selepas trip singkat ke daerah wisata Tanjung Bira, Bulukumba – Sulawesi selatan. Trip ini adalah trip paling melelahkan, paling dipaksakan dan paling drama, tapi entah kenapa efek bahagianya jauh lebih berkualitas.

Awalnya saya dapat ajakan main dari seorang teman di Balikpapan sana, ke Bandung atau kalau bukan ke Jogja, pun saya sudah sangat ingin main juga sudah lama tidak kemana-mana. Tapi karena saya punya agenda lain di hari sabtunya yang sifatnya amat sangat penting maka saya tidak bisa meninggalkan kota Makassar sampai tanggal 22 Oktober siang, dan lalu saya ajaklah dia main ke tempat saya saja. Dengan mengiming-imingi main ke Pantai Bira. Yes. Sebelumnya saya sudah menghubungi seorang teman yang kira-kira bisa Sopirin kita ke Lokasi, dan Alhamdulillah bersambut. Doi main IYA saja, yang jelas bensin ditanggung sama yang punya planning. Haha.

Semuanya berjalan sesuai rencana sampai H-1, Nay sudah mendarat di Makassar satu hari setelah diskusi kami soal mau main kemana, saya juga mengajak Nure biar rame, dan ternyata dia mengajak dua orang temannya lagi. Almost perfect! Sampai tiba-tiba Tuan Sopir menelepon dan tiba-tiba cancel, damn! Saya biasanya emosi kalau seperti ini, tapi sudahlah.. ya kalau orangnya tidak bisa musti gimana lagi? Jalan satu-satunya adalah, lupakan dan cari jalan keluar lainnya. Pokoknya mendadak semua jadi berantakan, tidak ada yang mengantar, berarti penginapan di lokasi pun harus di-cancel sesuai dengan jumlah rombongan saja. Dan diperparah dengan hujan yang tidak pernah berhenti. Mak, bagaimana ini? Saya tidak ingin mengecewakan teman saya yang sudah jauh-jauh datang dari luar kota. Hiks.

Singkat cerita, saya memutuskan untuk ke Bulukumba dengan menumpangi kendaraan umum lalu di Bulukumba akan dijemput oleh sopir dari kantor lama saya untuk menemani kami sepanjang berwisata ke Pantai Bira. Untuk penginapan terpaksa saya menghubungi Kak Deddy, cowok teman saya yang memang seorang guide di Bira. Penginapan yang dulu-dulunya selalu saya tempati setiap kali berkunjung. Fix-nya mungkin seperti itu, tapi sepanjang perjalanan menuju terminal saya masih saja berdoa semoga menemukan alasan untuk tiba-tiba cancel, lucu sih, tapi saya juga tidak bilang ke Nay kalau kita cancel saja berhubung hujannya kok ndak nyantee begini. Saya sibuk dengan fikiran sendiri. Padahal dari awal Nay sudah mewanti-wanti, “JANGAN REPOTIN DIRIMU”.

Mobil yang kami tumpangi berangkat meninggalkan Makassar sekitar pukul 4 sore, selepas Ashar. Hujan deras, lapar, macet, kecelakaan, sopir yang singgah-singgah semaunya, membuat liburan yang dibayangan saya akan sempurna mendadak suram. Tapi kami tetap mendiamkannya dalam pikiran masing-masing, kami hanya bercerita tentang banyak hal yang menyenangkan saja. Kami tiba di Bulukumba pukul 9 lebih, terlambat 1 jam dari waktu yang ditentukan. Tak lama, kami diantarlah oleh tuan sopir ke Bira dan kami baru bisa benar leyeh-leyeh di penginapan pada pukul 10 malam. Lelahnya itu dimana-mana. Sampai pagi hujan masih turun dengan derasnya, alamat wisata pantai gagal inih. Tapi alhamdulillahnya, pukul 7 pagi hujannya berhenti.. dan dimulailah perjalanan kami yang amat sangat menyenangkan di endingnya. Saya suka kebersamaan dengan orang-orang asing ini, saya suka terik matahari yang sangat mengerti maunya kami, saya suka dengan setiap candaan dan tawa yang keluar dengan spontanitas. Trip ini saya nobatkan menjadi trip yang paling berkualitas, bagaimana tidak kami hanya menikmati exploring Bira dari pukul 7 pagi sampai pukul 1 siang. Lebih lama waktu dijalannya. Tapi bahagia-lah. Lelah karena piknik itu jauh lebih enak dari pada lelah karena kerjaan/masalah. 


KE PANTAI BARA

 
 
 
 
 


KE APPALARANG

 
 

 
 
 


KE TANA BERU

 


Kalau niatnya sudah tulus ingin membahagiakan orang lain, pasti mudah saja urusannya, dan pastinya akan kecipratan bahagianya juga. 

“Alhamdulillah”


With love,
SYAM.

October 29, 2016

Menikmati sendiri


Pinrang jauh lebih sepi dibandingkan Parepare, apalagi kalau dibandingkan dengan Makassar-Gowa, dan saya akan jauh lebih merasakan sepi saat libur akhir pekan. Adakalanya saya tidak nyaman dengan sendiri, seperti dua bulan belakangan ini jalan satu-satunya saya harus merelakan banyak waktu dan uang untuk sekedar pulang ke Makassar disetiap akhir pekan. Saya tidak lagi merasa lelah menghabiskan 4-6 jam waktu dalam perjalanan setiap hari Jum’at dan Senin, semuanya saya lalui demi bertemu keluarga dirumah. Saya butuh amunisi yang banyak, suntikan semangat yang tak usah di-ungkapkan sudah jelas terlihat dari wajah-wajah orang yang saya kasihi. Tapi kadang-kadang saya juga merasa terlalu lelah untuk pulang, membayangkan 4-6 jam perjalanan menuju kota kelahiran, dan lalu hanya dalam jeda 1-2 hari harus kembali melalui 4-6 jam perjalanan untuk kembali ke perantauan. Apalagi ditambah rasa malas yang memuncak sesaat akan kembali, argh!

Oh Tuhan, hidup itu memang harus berjuang yah. Minimal berjuang melawan diri sendiri, berjuang melawan rasa malas, rasa lelah, rasa-rasa lainnya yang sifatnya negatif. Saya bukannya tidak nyaman, karena saya memang tidak mencari kenyamanan, saya hanya merasa bahwa menjadi perempuan, bekerja, dan jauh dari rumah itu PR-nya sangat banyak sekali. Harus pintar jaga diri, jaga pergaulan. Saya bisa saja tertawa-tawa bersama kawan-kawan saya di perantauan, tapi jauh disana, jauh didalam hati seorang Ibu tersimpan banyak rasa khawatir tentang keadaan Puterinya. Bahkan ketika sambungan telepon sudah saling menghubungkan setiap malam untuk berbagi kabar, tetap saja rasa khawatir itu ada.

Tapi, bagaimanapun hidup yang saya jalani sekarang adalah hidup yang amat sangat saya syukuri. Alhamdulillahirobbil-alamin. Saya hanya butuh menemukan banyak cara untuk menikmati sendiri, mungkin suatu hari nanti saya akan merindukan saat-saat seperti ini, tempat ini, dan sepi seperti ini.

"Sunyi ini merdu seketika sunyi ini merdu seketika" ... (payung teduh)

With love,
SYAM

October 09, 2016

Playlist oktober


Kalau ditanya genre musik apa yang saya paling gemari?

Hmm.. semua genre yang easy listening. Yang beatnya enak, yang liriknya bagus, clipnya keren, bahkan ada beberapa lagu yang saya suka hanya karena moment first listeningnya itu pas, entah lagi nongkrong dimana ngobrol apa sama siapa, tau-tau selalu teringat-ingat.

Semenjak saya merantau – dan yang seperti yang kalian tau perantau itu agak baperan – saya kembali menyukai lagu-lagu yang upbeat, alasannya sih kalau dengar lagu mellow sendirian agak seram kecuali saya dalam kondisi mood yang benar-benar stabil ya. Teman-teman baru saya mulai terbiasa dengan telinga saya, dengan musik saya dan yang agak sedikit surprisenya adalah suatu waktu ketika muka saya terlihat kusut bin manyun dikantor padahal kerjaan sedang banyak-banyaknya, teman saya R tiba-tiba memutar lagu-lagu up-beat yang sedang menjadi most-recommended video di youtube, sementara dia sendiri adalah penggemar lagu India. Tanya kenapa? biar mood saya bisa enakan katanya. Haha. Saya kan kalau lagi badmood bisa menjadi monster yang paling menyebalkan sejagad raya, dan Allah selalu saja mengirimkan teman yang bisa sedikit mengambil celah untuk menetralisir sifat monster saya. Terimakasih.
  
Eniwei, sekalian saya mau sharing beberapa lagu yang sedang menjadi favorit saya dalam kurun waktu 2 minggu terakhir; 

  • Adele – Send my love (to your new lover)
  • DJ. Snake feat. Justin Bieber – Let me love you
  • Calvin Harris feat. Rihanna – This is what you came for
  • The Chainsmokers feat. Halsey – Closer
  • The Chainsmokers feat. Daya – Don’t  let me down 
  • Coldplay - Adventure of a life time
  • Sia feat. Sean Paul - Cheap thrill
 
Alasan kenapa saya suka lagu-lagu diatas adalah lebih karena liriknya yang enak-enak ditelinga saya, bukan maksud mau baper, tapi memang enak kok, ditambah musik yang juga menyenangkan dan suara penyanyinya yang oke punya, asli sometimes saya bisa dibikin joged-joged alay sendirian dikamar. Alasannya tidak terlalu spesifik memang, tapi coba deh dengar, lagu-lagu diatas adalah lagu yang so far paling menyenangkan yang bisa menemani kalian sembari menyetir sepanjang jalan pergi/pulang kantor, atau seperti saya yang lebih sering mendengarkan lagu ketika mengerjakan tugas-tugas kantor yang lumayan mumetin. Semakin mumet, lagunya harus semakin kencang. Ini serius, hal yang aneh tapi nyata dari saya dan selalu dimaklumi oleh teman-teman kerja saya dari jaman masih kerja ngikut dosen di kampus.

Kalau kamu, sekarang ini sukanya lagu apa?