Powered by Blogger.

E K S K U L

Saya nonton film ini untuk yang kesekian kalinya, dan untuk kesekian kalinya pun saya ikut menangis.

walupun film ini sempat mendapat protes, saya tetap salut... Toh memang film ini FULL MEANING, begitu banyak pesan yang di tinggalkan. walaupun si pembikin film ini sudah tidak jujur, ndak jadi masalah (maaf bwat mbak2/mas2 insan PERfilm-AN)

Sedih memang saat kita merasa sendiri, tanpa ada yang memperhatikan. seolah apa yang kita perbuat serba salah saja, dimana2 tidak menemukan kenyamanan. bahkan ditempat dimana kita seharusnya mendapatkan perlindunganpun, RUMAH. Tragis!!!!

film ini mempertegas bagaimana kita sebaiknya memperlakukan orang lain, bagaimana rasa sayang itu sebaiknya ditempatkan dan bagaimana kita bisa mengerti orang lain melalui Komunikasi. selain itu tampaknya statement "kedewasaan datang bersama usia" tidak berlaku bagi beberapa peran orang dewasa disini, intinya Egois sepertinya sudah jadi fitrah manusia.

Para siswa yang tertindas, Maafkan Mereka!!!!

2 comments

  1. msh ada hub.nya de dgn sarkas ato tukulisme nih..hehe.. nah jls kan "tuanya usia blm tentu berbanding lurus dgn kedewasaan 'n kearifan"
    sesuatu itu bs diusahakan disampaikan tanpa sarkastik 'n jgn slalu mlakukan pembenaran dgn menyebutnya sbg karakter, cos not every character is good key ;p (sy jg jd ingat dosa yg sy lakuin dulu, sarkas abis 'n ceplas ceplos)
    nobody's perfect, tp manusia slalu berusaha ingin mjadi lbh baik bkn :)
    just see my posting later key sista'
    miss u..kbri klo ada info tbaru ttg himpunan ya syg

    ReplyDelete
  2. cenderung sepakat sebenarnya. saya pun terkadang berfikir, apapun yang saya lakukan, orang lebih melihat celah yang kita lakukan dibanding melihat dan menghargai apa yang telah kita perbuat. tragis...

    ReplyDelete