Powered by Blogger.

Bacaan ringan bulan Juli

Judul; Surat Cinta Seorang Ayah (pesan-pesan moral untuk ananda). Pengarang; Ahmad Amin. Penerbit; Al-Bayan MIZAN. Tahun terbit; 2004. Tebal; 175+ Halaman. 
Buku ini dikarang oleh seorang cendikiawan, budayawan dan sastrawan terkemuka di Mesir pada abad ke-20. dalam buku ini, berisi surat-surat Ahmad amin kepada anaknya (para remaja) yang membahas perihal kehidupan dari segi agama, sosial, dan mencakup segala problematika hidup. Surat ini disampaikan dengan membandingkan kehidupan di zaman penulis dengan kehidupan masa kini/kondisi sekarang, dengan tak lupa menyelipkan nasihat-nasihat bijak agar anaknya (remaja) dapat mengambil pelajaran berharga. “ buku ini layak dibaca, baik oleh generasi muda maupun orang tua sebagai panduan untuk mengarungi hidup yang sarat problem dan tantangan “ begitulah komentar Yaman (Penulis best seller; Wasiat Sufi Ayatullah Khomeni).

----------

Judul; Melawan Arus. Pengarang; Ridho Alhamdi. Penerbit Resist Book. Tahun terbit; 2006. Tebal; 182+ Halaman.
Buku ini merupakan buku kategori seri penggagas muda. Awalnya, tulisan-tulisan yang ada pada buku ini hanyalah luapan perasaan penulis terhadap realitas sehari-hari yang di temuinya sebagai seorang aktivis mahasiswa. Dalam buku ini, catatan-catatan Ridho Alhamdi di klasifikasikan kedalam empat bagian, yaitu: Catatan tentang Pergerakan, Catatan Tentang Pendidikan, Catatan Tentang Agama, Catatan Tentang Gaya Hidup. Buku ini sangat ringan untuk di baca karena selain gaya bertuturnya yang santai, hal-hal yang diangkatnya pun sangat dekat dengan kehidupan mahasiswa, khususnya mereka para aktivis lembaga kemahasiswaan.

---------

Judul; Devil’s Dance. Pengarang; Saddam Husein. Penerbit; Media Sukses. Tahun terbit; 172+ Halaman.
Budaya Mesir Kuno sangat kental dalam setiap adegan yang di gambarkan dalam novel ini. Seperti judulnya, Novel islam ini menceritakan bagaimana godaan setan selalu hadir dalam kehidupan manusia, dia menari-nari dan selalu menggoda manusia. Sebenarnya pada waktu buku ini ditulis bukan untuk dijadiakan sebuah buku, hanya saja kumpulan tulisan di novel ini adalah penghibur hati sang penulis (saddam husein) saat beliau menjadi tawanan. Naskah tulisan ini pun di bukukan oleh seorang wartawan jepang yang tertarik membaca tulisan beliau. Banyak pelajaran-pelajaran berharga yanga dapat di petik dari novel ini.

1 comment

  1. Memang banyak yang pergi
    Tidak sedikit yang lari
    Sebagian memilih diam bersembuyi
    Tapi… Perubahan adalah kepastian
    dan untuk itulah kami bertahan
    Sebab kami tak lagi punya pilihan
    Selain terus melawan sampai keadilan ditegakan!

    Kawan… kami masih ada
    Masih bergerak
    Terus melawan!
    www.pena-98.com
    www.adiannapitupulu.blogspot.com

    ReplyDelete