Powered by Blogger.

Selamat jalan bung TAUFIK

Sebelumnya, ku turut berduka cita atas wafatnya bang haji Taufik Savalas.

Si abang beruntung ey, semasa hidupnya membuat orang sekitarnya selalu tertawa dan kini matinya membuat Indonesia tertunduk haru dan menangis. Bukan itu saja, beliau beruntung karena menemui kekasihnya di saat bunga-bunga cinta sedang mekar-mekarnya dimana romantisme spritual telah melanda jiwanya, dan hanya tuhan yang berhak menilainya.

Kecelakaan yang telah merenggut nyawa pelawak ini, bukan kali pertamanya terjadi di Indonesia. Hal ini sering terjadi, malah hampir setiap hari jalan-jalan raya menelan korban jiwa. Tapi, sebagai seorang publik figur, kematian bang topik ini cukup menampar para stakeholder jalan raya untuk sekedar merenungi kembali “sebenarnya apa yang salah?”. Bukan berarti ku tidak percaya pada ajal/takdir, tapi satu nyawa terlalu berharga jika harus hilang ditengah jalan dalam adegan yang selalu saja sama. Karena hanya keledai bodoh yang terperosok kelubang yang sama apalagi kalau lubang itu ternyata digali bersama-sama.

Ku teringat kata seorang bijak: yang paling dekat dengan manusia adalah kematian dan yang paling jauh adalah harapan. Bukan berarti tidak boleh menyimpan harapan, karena harapanlah yang menjadikan hari ini indah. Carpediaem!!! berbuatlah yang terbaik untuk hari ini kartena tidak ada yang tau apakah esok nafas masih berhembus atau tidak.

Selamat jalan Bang taufik, kini kepergianmu telah mengusik lelapnya malam sebagaimana kau mengusik penaku malam ini.

No comments