29 April 2007

E K S K U L

saya nonton film ini untuk yang kesekian kalinya, dan untuk kesekian kalinya pun saya ikut menangis........

walupun film ini sempat mendapat protes, saya tetap salut... Toh memang film ini FULL MEANING, begitu banyak pesan yang di tinggalkan. walaupun si pembikin film ini sudah tidak jujur..... ndak jadi masalah (maaf bwat mbak2/mas2 insan PERfilm-AN)

Sedih memang saat kita merasa sendiri, tanpa ada yang memperhatikan. seolah apa yang kita perbuat serba salah saja, dimana2 tidak menemukan kenyamanan. bahkan ditempat dimana kita seharusnya mendapatkan perlindunganpun..... Tragis!!!!

film ini mempertegas bagaimana kita sebaiknya memperlakukan orang lain, bagaimana rasa sayang itu sebaiknya ditempatkan dan bagaimana kita bisa mengerti orang lain melalui Komunikasi. selain itu tampaknya statement "kedewasaan datang bersama usia" tidak berlaku bagi beberapa peran orang dewasa disini. intinya Egois adalah fitrah manusia.

Para siswa yang tertindas,
Maafkan Mereka!!!!
Pesan terakhir dr film ini...

Pesan tentang KARTINI

To:
SyaM
“dari pasir rapuh menjadi pondasi yang kokoh” itulah hakikat qt hidup!, semoga Kartini tdk menjauhkan Qt dr kodrat Qt sesungguhnya. Duhai kaum hawa!
From:
Sez_02
Sent :
21 Apr 2007
11:25:14
seperti itulah bunyi pesan singkat yg mampir di ponselku saat penghujung tanggal 21 april, hari dimana or2 diluar sana menyebutnya sebagai hari kartini. Pesan itu dari seorang sahabat, seorang perempuan yang terlihat begitu tegar, kuat dan juga cerdas. Tapi siapa yang tau kalo kini kakinya mulai gemetar menahan berat beban dipundaknya, sahabat yang mulai letih dengan segala permasalahan hidup, sahabat yang selalu saja membuatku ingin menangis.
Tentang pesan itu, entah pa maksudnya. Apakah dia hanya ingin mengingatkanku lagi tentang pelajaran sejarah waktu sekolah dulu, tentang perjuangan seorang perempuan bangsawan;KARTINI, dari segala bentuk diskriminasi, memperjuangkan perempuan, dan mengingatkan dunia bahwa perempuan pun punya sisi kemanusiaan universal dan mereka pun pantas untuk dihargai.
Atau mungkin..... isi pesan itu bermaksud menyadarkanku bahwa tidakkah perempuan sekarang sudah melampaui batas?tentunya atas nama semangat kartini, kita hanya bisa menemukan sosok kartini dalam seorang:dokter, selebritis, insinyur, akuntan, bahkan pemain smackdown... dll, apakah itu yang diperjuangkannya (kartini) dulu? Apa memang zaman sudah berubah jadi sah2 saja ketika substansi sebuah perjuangan pun dapat bergeser?

23 April 2007

........tentang JANJI............

"Awali dengan Doa dan niat tulus
Jalani dengan Amanah
Akhiri dengan Senyum yang terpatri dari orang yang ada disekelilingmu"
Kata yang sempat dilontarkan oleh seorang -Adik-
yang selalu saja diam tapi tak hentinya memberiku semangat
disaat orang lain mulai ragu akan "janji2" kami
;tengkyu sista!!!


Minggu kemarin terasa singkat, sehari tak lagi 24 jam lamanya... tapi saya tetap senang toh senyum tak pernah meninggalkan wajah ini walau kaki dan tulang belulang telah dibuat pegal. Apalagi wajah2 yang tiap hari kutemui siangdanmalam;pun tak pernah mengeluh walau telah menampakkan keletihan yang SANGAT. Wajah sahabat2 yang telah siap berkomitmen bersama.

Kemarin adalah waktunya kami memaparkan bentuk KOMITMEN kami, terkesan mengobral janji memang... walau muncul banyak keraguan dari mereka toh saya percaya bahwa KATA bukan segalanya dan mereka boleh saja menilai.

Sejarah belum terukir, tapi telah kami sketsa dalam rupa yang tak terlihat oleh orang lain, bahkan diantara kami pun. Sketsa2 yang telah kami ukir sedemikian rupa dengan sebuah tinta yang sangat halus, mereka sering menyebutnya dengan "NIAT". untuk bisa melihatnya, kalian cukup menggunakan kaca pembesar "Percaya"

11 April 2007

10 April 2007

Aku lupa cara menangis

Aku lupa cara menangis

Apalagi untuk menitikkan air mata

Aku fikir dengan tidak menangis

Aku dapat tegar menjalani hidup ini

Kali ini aku ingin menangis

Meluapkan segala penat bersama air mata

Tapi, Bagaimana caranya?

Sarkas

Suatu hari dikantin kampus...

“mauka' kritikko” 
“kau itu, orangnya sarkas. Banyak orang yang mengeluh sama sikapmu yang 'kasar', banyak orang yang tersinggung, nah sikap itu yang mesti ko rubah...”
Ooooh... My God, dengar itu serasa dunia berhenti berputar, kilat dan guntur menggelegar, disekeliling ruangan semua berhenti, bukan ding,, slowmotion... truz dadaku juga sesak, jantungku berdenyut kencang... kencang sekali, aduh moka muntah... nda bisa, mau boker... di unhas nda ada air, mo pingsan... nda banget, mau apa di'... oh iya mo makan, aduh habismi makananku, yah terpksa mau ketawa... yup mo ketawa, yah akhirnya saya hanya bisa tertawa sebisanya...""hahahahaha"" Alhamdulillah akhirnya LEGA juga.

SARKAS? Aduh Cape' Dech
sory2... bukannya saya nda suka dikritik, tapi... sarkas? “Kayaknya bukan gue banget gitu...”. Tapi, kl orang2 bersikeras bilang saya sarkas, it's okay! Mungkin itulah karakterku yang bisa ditangkap oleh orang2 yang ada disekitarku

Mungkin banyak juga orang2 yang pernah tersakiti oleh kata2 yang keluar dari mulutku, bukannya mau membela diri, tapi.... asli sory sekali banget saya tidak pernah berniat menyakiti anda. Sumpe.. dari lubuk hati yang paling dalam

Selama ini saya cuma mau berusaha jujur pada diri sendiri dan orang2 disekitarku. Apa yang saya ucapkan betul2 kondisi hatiku, saya cuma belajar mengungkapkan apa yang saya rasakan. Yah saya akui kekuranganku, saya masih terlalu terbatas dan mungkin juga terlalu naif dalam mengkomunikasikan perasaanku. Tapi setidaknya saya bisa jujur pada diriku.

Jadi, maaf mami kalo sarkas kodong....................

9 April 2007

Aku lupa cara menangis

Aku lupa cara menangis
Apalagi untuk menitikkan air mata
Aku fikir dengan tidak menangis
Aku dapat tegar menjalani hidup ini
Kali ini aku ingin menangis
Meluapkan segala penat bersama air mata

Tapi, Bagaimana caranya?