Powered by Blogger.

AKU, BUKU dan SEPOTONG SAJAK CINTA



Hari ini ndak ada kuliah, tapi tetap kekampus menunaikan kewajiban.

Dalam perjalanan kekampus, seperti biasanya saya memilih buku menemani saya selama 1jam di pete-pete. maklumlah, saya orang kota tinggalnya di daerah cendrawasih, sementara kampus letaknya jauh di pelosok, dekat2 perbatasan kota Makassar. Nah, seminggu ini saya lagi ditemani oleh Muhidin M Dahlan dengan buku lawasnya (lagu kapang^_^) Aku, Buku dan Sepotong Sajak Cinta. buku ini dah lama saya cari, tapi baru dapat saja. kata orang, kalo baca nie buku bisa langsung buat orang yang ndak suka nulis jadi mau menulis. apa iya??? entahlah... bukunya juga blum abis dibaca.

So, saya mau cerita apa???

Mmm, saya bukan mau nulis resensi. Cuman mau ungkapkan saja tentang responku sama buku ini. awalnya sih biasa saja, tapi... semakin dalam saya membuka lembaran2, semakin jauh saya di bawah terbang ke suatu masa. Masa dimana ketika saya mengingatnya, rasa sesal selalu saja memburu. Masa yang tak pernah bisa saya lupa.

Dan... kesalahan terbesarku pada Masa itu adalah, salah memilih.

Intinya, hidup manusia selalu dihadapkan pada pilihan2, dimana disetiap pilihan dah ada konsekuensi yang bergelantungan. suka tidak suka, senang tidak senang atas pilihan2 yang ada... we must choice. Peluang kesalahan itu mutlak. jadi wajar saja ketika sesal di iringi dengan statement "seandainya" itu ada. toh manusia hanya manusia, sebagaimana kodratnya. Tak seorang pun yang tahu apa yang akan terjadi esok, peramal sekalipun. Wuuuuuihhhhh, kenapa juga rasa sesal mesti ada dalam deretan rasa manusia??? buang2 energi, dan sumpah!!! Sesal itu batu, di usir sekalipun masih hinggap juga. Nyamuk saja gak segitunya......

Aaaaarghhhh.... saya jadi pusing sendiri, apa yang sudah saya tulis yah???

1 comment

  1. Hai, thanks ya udah mampir ke blogku. Sbg tanda mata, blog ini langsung aku link deh. Oya, sori masuk ke sini, soalnya shoutbox error waktu mo ngisi komen di sana.

    ReplyDelete