Powered by Blogger.

TITIPAN DARI SURGA



Sebenarnya judul diatas merupakan plagiat dari judul salah satu episode reality show. Bagi saya, acara itu memperlihatkan pada dunia, khususnya pada orang indonesia agar selalu memperbaiki diri dan sering2lah menunduk kebawah.

Dalam durasi 30 menit kita dibawah berkeliling di salah satu tempat dijawa timur, tempat penampungan orang cacat ganda. Penghuni panti ini ada 30 orang lebih dengan berbagai latar belakang berbeda dan umur yang bermacam2 pula hampir rata2 diantara mereka adalah anak-anak. Cacat ganda dimaksudkan bahwa si anak selain memiliki keterbelakangan mental, perkembangan yang abnormal juga memiliki persendian yang kaku, autis. Hampir seluruh penghuni panti tak bisa bergerak apalagi berjalan. Belum lagi air liur yang tak pernah mengering di sekirtar mulut sampai ke baju yang mereka gunakan. Salah satu dari mereka ada yang telah berusia lebih dari 40 tahun, tapi dia tetap saja seperti balita yang harus di pobong, disuapi dan dimandikan. Benar2 , mereka hidup membutuhkan orang lain.

Tontonan yang begitu haru

Yang jadi pertanyaan tidak beruntungkah mereka? Yah… tidak bisa dibilang seperti itu juga sih, karena mereka lebih baik dari anak2 yang ditemukan tak bernyawa di tong sampah. Ataukah janin yang dibunuh sebelum ia dapat menghirup udara kehidupan. Yang menarik adalah, diantara ke-30 anak tersebut rata2 mereka lahir diluar kehendak, mereka adalah anak yang ditakdirkan kuat karena telah beberapa kali ingin dibunuh oleh ibunya ketika mereka masih berupa seonggok janin dan ternyata TUHAN masih sayang sama mereka. Sekarangpun mereka harus jauh lebih kuat, menghadapi dunia, cacian orang2, rasa jijik orang2.

Mereka tetap beruntung, TUHAN menjaga mereka dalam kesucian dalam ketidak tahuan dan kepolosan, bahkan mungkin kelahiran mereka merupakan bentuk ujian TUHAN untuk melihat seberapa peka kita terhadap penderitaan orang lain ataukah sekedar melihat apakah kita pandai bersyukur dengan segala apa2 yang telah diberikan oleh-Nya. Mereka titipan TUHAN dari surga. Saya kagum sama ibu pemilik panti itu, apapun motifnya ia telah melakukan sesuatu untuk mereka yang bahkan oleh ibunya sendiripun tak bisa memberikannya.

Sekali lagi, kita dan khususnya saya harus sering2lah menengok kebawah walaupun cita2 tergantung diatas langit dan kita ingin mengejarnya bukan berarti kita melupakan apa yang ada dibawah. Karena pelajaran hidup sesungguhnya melekat pada mereka.

Pertanyaan selanjutnya, Apakah anda manusia yang paling menderita?

No comments