Powered by Blogger.

The Kite Runner

The Kite runner adalah salah satu Novel yang begitu emosional untuk saya, sebenarnya novel ini sudah lama beredar cuman baru di bulan Maret kemarin saya mendapatkannyal, itupun tanpa ada perencanaan untuk membelinya.

Kalau dari cara bertutur novel ini dapat acungan 2 jempol, sangat bagus dan menggugah apalagi dengan latar belakang afghanistan yang sangat sederhana. Selebihnya, pembaca akan dibuat terbang-terbang karena alur cerita yang disajikan oleh novel ini maju mundur.


Novel ini menceritakan tentang persahabatan, penghianatan, kebohongan dan kesetiaan. Awalnya, ada 5 tokoh utama dalam novel ini, Amir, Baba (bapak Amir), Hassan, Ali (bapak Hassan) dan Rahim kan (sahabat baba). Amir dan Hassan adalah sepasang sahabat, sama seperti Baba dan Ali yang telah bersahabat selama 40 tahun. Hassan sangat setia pada amir dan dia selalu mengatakan "Untukmu Keseribu Kalinya" untuk apapun yang diminta oleh Amir. Mereka sangat akrab walaupun sesekali muncul rasa iri pada Amir karena ternyata baba membagi kasih sayangnya pada Amir dan Hassan. Hingga pada suatu hari, saat itu dipertandingan adu layang2 Hassan mengejar layang2 terakhir untuk Amir seraya berkata "Untukmu keseribu kalinya". Disaat Hassan mendapatkannya, datang 3 anak nakal dan ingin merebut layang2 itu, tapi atas nama kesetiaan Hassan mempertahankannya, akhirnya kesetiaannya itu harus dibayar mahal oleh Hassan dengan mendapatkan tindakan pelecehan seksual dari ketiga anak2 itu, yang tragis adalah karena hal itu dilakukan di depan mata Amir yang tengah berdiri di balik tembok. Tanpa melakukan apa2,,, benar kata baba kalau Amir adalah anak yang tak bisa membela diri.


Mungkin itulah kisah yang mengawali kesedihan dalam novel selanjutnya, dimana Hassan harus keluar dari rumah amir karena difitnah, Amir yang terkena penyakit Insomnioa, keadaan semakin buruk karena adanya invasi dari rusia yang menyebabkan Amir dan Baba meninggalkan Afghanistan dan hidup di california, Amerika hingga ia memiliki istri dan Baba mengakhiri hidupnya dengan tenang. Bersama rahasia besar,,, karena ternyata Amir dan Hassan adalah saudara.


Pada akhirnya, semua tokoh utama kecuali Amir akan mati, tentunya dengan cara yang berbeda2… tapi yang paling tragis adalah Hassan karena ia mati karena kesetiaannya. Pada Baba dan Amir,, so sweeetttt. Tapi ia meninggalkan seorang anak yang bernama Sohrab, anak yang darinya Amir mengais2 permintaan maaf akibat kepercayaan yang disalahgunakan, anak yang akhirnya membuat amir mengatakan kata2 yang selama ini hanya keluar dari mulut Hassan "untukmu keseribu kalinya"


Overall, novel ini sangat menyentuh dan seperti yang saya tuliskan sebelumnya, sangat mengguncang emosi pembaca. Banyak pesan yang secara tidak langsung tersimpan dalam setiap adegannya, untuk saya pribadi sangat menggaris bawahi kata2 Sohrab yang ingin hidup (masalalunya bersama ayahnya, ibunya, sasa dan rahim khan) kembali, "Rasa Kehilangan lebih menyakitkan dari pada tak memiliki" dan itu benar. Saya sarankan, untuk membaca novel ini.. Dan menjadikannya koleksi karena ceritanya takkan usang dimakan waktu.


Btw, Filmnya keren lho, cuman Novelnya 10x lebih keren!!! Jangan lupa nonton


1 comment

  1. kedua novel khaledd hosseini memang bnr2 mengaduk2 sisi2 emosional manusia, sisi2 kemanusian dari hal2 dan realita sederhana yang bs ditemui sehari2. Menunjukkan jg bagaimana karakter orang spt Hassan makin hari makin jarang, dan lbh bnyk muncul org2 spt Amin seiring dengan perubahan global (bhs kerennya katanya modernisasi :D). jempol berkali2 memang utk The kite Runner juga A thousand splendid suns (coba baca deh de') sy bs menghabiskan 1 hari beda waktu tipis ketika membaca laskar pelangi, tentunya dibaca pas weekend (hehehe...)

    ReplyDelete