Powered by Blogger.

Susah Senang

Ada yang menarik dari Parodi KOMPAS edisi hari ini (Minggu, 07/12/08). Judulnya persis judul postingan ini. Ditulis oleh Samuel Mulya, seorang penulis mode dan gaya hidup menyuguhkan cerita ringan dari penggalan2 pengalaman hidupnya yang ternyata sangat dalam maknanya. Top abis!!!

Susah dan senang itu pasti adalah satu kesatuan dalam perjalanan hidup, mau tidak mau akan di alami oleh manusia, oleh siapapun itu. Kesusahan mampu membuat manusia lebih tua dari umur sebenarnya, bisa jadi karena keseluruhan pikiran difokuskan untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi. Memang ada masalah yang benar2 membutuhkan pikiran dan tenaga yang banyak untuk menyelesaikannya, tapi ada juga masalah yang mungkin hanya butuh air mata dan introspeksi. Semuanya kembali lagi kepada pribadi yang tertimpa masalah bagaimana dia menyikapi masalah.

Banyak orang yang memilih keluar dari masalah dengan melarikan diri. Saya juga pernah mengambil jalan ini sebagai tahap penyelesaian, tapi rupanya langkah ini adalah peluang untuk timbulnya masalah baru. Jadi bukannya selesai, malah makin berlarut-larut. Sebenarnya melarikan diri pun tak salah, kalau tujuannya untuk menenangkan diri dan mencari solusi yang paling tepat. Kenyataannya banyak orang tak bisa berfikir jernih saat terdesak.
“kemanapun kamu pergi, disana juga selalu ada kesusahan. Bahkan ketempat yang kamu piker kamu benar-benar suka” (Pesan bapak penulis)
“Kesusahan yang terjadi itu acap kali adalah sebuah tanda Sang Khalik itu mau membuat saya melek dan melihat bahwa Ia tengah mengajak saya kembali kepada-Nya. Bukan meninggal, maksud saya. Saya sudah terlalu jauh berjalan dari-Nya dan Tuhan yang Pengasih itu tak mau kehilangan saya. Maka, kesusahan dipakai sebagai wake up call untuk saya” (Samuel Mulia, Penulis)
“Mengapa Tuhan menciptakan ruang di antara jari-jari kita? Karena Ia ingin mengisi ruang yang kosong itu dengan tangan-Nya sehingga kita tidak merasa sendirian dalam keadaan apa pun” (Sms dari teman Penulis)

No comments