Powered by Blogger.

Lubang Di Hati

Ku buka mata dan kulihat dunia
Telah ku terima anugerah cintanya
Tak pernah aku menyesali yang ku punya
Tapi kusadari ada lubang dalam hati

Ku cari sesuatu yg mampu mengisi lubang ini
Kumenanti jawaban apa yg dikatakan oleh hati

Apakah itu kamu
Apakah itu dia
Selama ini kucari tanpa henti
Apakah itu cinta apakah itu cita
Yg mampu melengkapi lubang didalam hati

Ku mengira hanya dialah obatnya
Tapi kusadari bukan itu yang kucari
Ku teruskan perjalanan panjang yang begitu melelahkan
Dan kuyakin kau tak ingin aku berhenti

~Letto.

***

Lagu ini pertama kali saya dengar di pentas idola cilik 2, dinyanyikan oleh seorang finalis yang berasal dari jakarta, PATTON. Saat itu, dia menyanyikan lagu ini dengan ekspresi yang meraba2. Mungkin lagi banyak pikiran, jadinya substansi yang ada dalam lagu ini mengalami distorsi. Dan jadinya saya terbawa, setiap saya mendengar lagu ini, selalu saja ada perasaan gamang di hati.

Tapi, hari ini (250309) akhirnya saya sedikit paham apa sebenarnya pesan yang coba diangkat oleh LETTO dalam lagu ini (sangat subjektif memang). Dan saya berkesimpulan, lagi2 ada unsur TRANSENDENT yang coba ditonjolkan melalui lagu ini, sama halnya seperti beberapa lagu LETTO sebelumnya.

Dalam artian, lagu ini tetap mengambil tema umum yaitu CINTA, tapi cinta disini tidak digambarkan secara horizontal, tapi sifatnya vertical antara manusia dan TUHANnya. Coba simak deh liriknya baik-baik, tersirat secara jelas kok.

Dari lagu ini kita diingatkan bahwa manusia diciptakan dengan sebuah rasa yang memungkinkan manusia untuk tidak pernah berpuas diri selalu saja ada yang kurang. Bukan karena serakah, tapi karena manusia diciptakan dan dikirim ke bumi untuk selalu berproses dan menyempurna. Terus menerus, sampai nafas dicabut dari raga.

Ketika semua harapan telah terpenuhi, semua cita2 tercapai dan masih ada rasa ketidak puasan dihati, maka merenunglah… apakah memang benar ini yang kita cari dalam hidup kita?

Ku teruskan perjalanan panjang yang begitu melelahkan Dan kuyakin kau tak ingin aku berhenti

No comments