Powered by Blogger.

Selamat Hari Kartini

“Dari pasir rapuh menjadi pondasi yang kokoh” itulah hakikat qt hidup!, semoga Kartini tdk menjauhkan Qt dr kodrat Qt sesungguhnya. Duhai kaum hawa!


Seperti itulah bunyi pesan singkat yg mampir di ponselku saat penghujung tanggal 21 april, hari dimana org2 diluar sana menyebutnya sebagai hari kartini. Pesan itu dari seorang sahabat, seorang perempuan yang terlihat begitu tegar, kuat dan juga cerdas. Tapi siapa yang tau kalo kini kakinya mulai gemetar menahan berat beban dipundaknya, sahabat yang mulai letih dengan segala permasalahan hidup, sahabat yang selalu saja membuatku ingin menangis.

Tentang pesan itu, entah apa maksudnya. Apakah dia hanya ingin mengingatkanku lagi tentang pelajaran sejarah waktu sekolah dulu, tentang perjuangan seorang perempuan bangsawan; KARTINI, dari segala bentuk diskriminasi, memperjuangkan perempuan, dan mengingatkan dunia bahwa perempuan pun punya sisi kemanusiaan universal dan mereka pun pantas untuk dihargai.

Atau mungkin..... isi pesan itu bermaksud menyadarkanku bahwa tidakkah perempuan sekarang sudah melampaui batas? Yang atas nama semangat kartini, telah melupakan kodratnya sebagai perempuan. Kini, kita hanya bisa menemukan semangat dan sosok kartini dalam diri seorang: dokter perempuan, selebritis perempuan, insinyur perempuan, akuntan perempuan, bahkan pemain smackdown perempuan... dll, apakah memang itu yang diperjuangkan KARTINI dulu?

Ataukah ketika zaman sudah berubah jadi wajar2 saja ketika substansi sebuah perjuangan pun dapat bergeser?

No comments