Powered by Blogger.

Titip Rindu Buat Ayah


Ditengah kebisingan siang dan rutinitas kerja sayup2 terdengar sebuah tembang lawas milik Ebiet G Ade, entah darimana asalnya, yang saya tahu banyak kenangan yang saya titipkan lewat lagu ini, kenangan masa kecil bersama seorang ayah.
Ayah,
Dalam hening sepi ku rindu
Untuk menuai padi milik kita
Tapi kerinduan tinggal hanya kerinduan
Anakmu sekarang banyak menanggung beban 

Rasanya ingin menumpahkan airmata dan haru setiap kali mendengar lagu ini, apalagi ketika melihat video clipnya. Kadang rasa kosong tiba2 memburu, takut akan suatu masa yang pasti akan datang bersama waktu.
Apa bedanya pengorbanan seorang ayah dan ibu? Selain seorang ibu mengandung selama 9 bulan, berjuang antara hidup dan mati saat melahirkan, pun saat2 menyusui. Bukankah itu adalah permasalahan KODRAT, antara laki-laki dan perempuan. Selebihnya sama saja kan? Ayah adalah partner kerja dari ibu, saling mengisi saling memahami. Memberi cinta, mengajarkan tanggungjawab, memberikan perlindungan, rasa aman dan nyaman.
Ya allah,
Ampuni kesalahan ayahanda seberat apapun kesalahan beliau kepadaMu,
jadikan setiap langkahnya dari muda sampai tua menjadi langkah yang mengiring tubuhnya ke rumah-Mu yang indah.
Jadikanlah seluruh debu yang menempel ditubuhnya menjadi debu yang mengiring tubuhnya ke surgaMu yang bersih.
Saya nadzarkan tubuh saya menjadi anak yang shalih agar doa saya KAU terima
(Do’a Inu Kencana)

No comments