Powered by Blogger.

Ini Bukan Resensi Ketika Cinta Bertasbih


Sabtu, 20 Juni 2009 sekitar pukul 12:00 siang sepulang dari kantor aku dan kak lala menuju 21 Mall Ratu Indah. Awalnya tak ada planning, tapi berhubung tidak ada kegiatan yang mendesak dan kantong juga memberikan sinyal positif jadilah aku menyetujui ajakan untuk nonton bareng film Ketika Cinta Bertasbih 1.

Sampai dilokasi, Busyyyeeeeeeeeeetttttt… penuh, padat, meriah dan sangat berdesak2kan. Kebanyakan memang adalah anak kecil, seumuran SD dan SMP. Antrian terpanjang ada di barisan film Garuda di Dadaku, tapi bukan berarti antrian KCB tak padat, saat aku mengantri kursi yang tersisa hanya tinggal 3 sheet di depan. Sementara filmnya akan di putar sejam lagi, ya elaaaahh…

Karena kami membeli makanan dulu di lantai dasar mall ini, jadinya kami ketinggalan 10 menit. Saat kami masuk, di layar memperlihatkan adegan azzam dan Pak Ali (Om Didi Petet) sedang berbincang2 di sepanjang pelataran pantai kota mesir. Aku tak menyimak pembicaraan mereka sedikitpun. Aku hanya memandangi eksotiknya kota mesir ini, terlihat panas dan sangat kering tapi kok indah ya? Belum lagi saat malam hari dimana gemerlap lampu2 kota beradu dengan kemilau bintang2. Ckckckckc, keren euuyyyy
Salah satu adegan yang aku suka adalah saat bedah buku Menari Bersama Ombak yang ditulis oleh Ayatul Husna (Adik Azzam) dan menghadirkan Anna Althafunnisa sebagai pembicara. Saat itu, ada peserta bedah buku yang menanyakan makna cinta kepada kedua narasumber ini, aku tak begitu suka cara Husna dalam mendefinisikan cinta karena bagi saya repetisi dalam puisi yang terlalu banyak akan mengurangi makna, dan itu yang dilakukan oleh Husnah. Beda dengan Anna, saat dia mendefinisikan cinta lewat potongan syair dari Rumi, cara bertuturnya begitu lembut dan santun apalagi saat melihat senyuman di wajahnya yang begitu ayu… CANTIK sekali dia, penghayatannya DAPAT banget!!!
Sekalipun cinta telah kuuraikan dan kujelaskan panjang lebar, Namun jika cinta kudatangi aku jadi malu pada keteranganku sendiri…….
Overall, film ini tidak begitu mengecewakan apalagi aku nonton sambil tak henti mengunyah Pizza yang pinggirannya roti isi Keju (Ya ALLAH… terimakasih karena kau telah menciptakan rempah2 sedemikian rupa sehingga terwujudlah KEJU dengan rasa yang begitu lezat), hahahha… Out Of Topic Mode: ON, tapi benar loh Keju ituh rasanya AMPUUUUNNNN. Biscuit keju, wafer keju, roti keju, hmhmh… keju mah keju mah keju mah keju mah keju mah keju mah!!! Hahahahha… “kembali ke LEPTOP”
Aku pribadi belum pernah membaca novelnya, makanya aku datang tidak membawa ekspektasi yang berlebihan, pyur hanya ingin melihat film ini tanpa ada niat membanding2kannya dengan novelnya. Pelajaran berharga dalam film ini aku petik dari kisah Furqon, bahwa sesungguhnya kebaikan itu akan ada ketika kita senantiasa ada dalam lingkungan yang baik dalam hal ini gaya hidup dan pergaulan yang baik. Kita tak akan pernah tahu kepada siapa dan bagaimana musibah itu datang, manusia hanya bisa menghindari dan mengantisipasi. Dan ketika musibah itu tetap datang… percayalah kalau hal itu membuktikan bahwa kita adalah orang2 pilihan.
Satu lagi, untuk kalian yang punya rencana untuk menikah… penting loh untuk melakukan Medical Check Up dengan pasangan anda. Hal ini untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan yang nantinya akan berdampak negative pada keharmonisan rumah tangga anda, seperti dalam film ini siapa yang tahu coba kalau Furqon menderita AIDS? Egois memang!!!
We’ll see bagaimana kelanjutan ceritanya dalam KCB 2… dengar2 bakal tayang di bulan Juli ya?

4 comments

  1. jangan lupa,kalau ingin bermalam di sebuah hotel,check dulu keamanannya...hehehe....

    ReplyDelete
  2. hahahahhaha....
    iyya bener juga yah

    wkwkwkkwkwkw

    ReplyDelete
  3. bener bro.
    trus jangan nginep di hotel kalo ga da duit.
    uUUUOOOHHHH..!!!

    ReplyDelete
  4. @ Andi... hahahahhahahaha
    kalau nginep gak ada duit sama saja cari mati dan cari malu bro

    wkwkwkkwkw

    salam kenal

    ReplyDelete