Powered by Blogger.

Happy Contreng: 08 Juli 2009


Bangun pagi2, cuci muka, sikat gigi sholat langsung online.. online.. (baca seperti iklan IM3)
Sekitar pukul 08:00, mandilah aku niatnya mau ikut happy contreng. Untuk pemilu kali ini aku memilih untuk berpihak pada salah satu calon, padahal biasanya aku berpihak pada ketidakberpihakan alias GOLPUT. Slogan 5 menit menentukan 5 tahun, debat terbuka capres dan cawapres, kampanye2 yg sedikit LEBAY, dan kisruh DPT membuat aku tertarik untuk menjatuhkan pilihan kepada siapa aku mempercayakan negaraku 5 tahun kedepan, dan berharap yang aku pilih adalah yang terbaik dan jika mereka memang baik insyaALLAH doa restu kami menyertaimu.
Well, sebenarnya rumahku tidak kebagian undangan untuk mencontreng di pilpres 2009-2014 ini padahal ada 5 anggota keluarga yang masuk dalam kategori pemilih, usut punya usut ternyata tidak dirumahku saja beberapa tetangga di kompleks depan juga, bahkan ada dalam satu rumah hanya mendapatkan satu undangan saja padahal jumlah pemilih dalam rumah itu lebih dari satu. Gak beres!!! System pendataan DPT amburadul, jauh hari sebelum hari H panitia setempat meminta KK (kartu keluarga) dari tiap rumah tapi kok masih saja ada yang terlewat???
Beberapa orang yang tidak dapat undangan memilih untuk berdiam diri saja dirumah, beberapa yang lainnya tetap datang ke TPS untuk mendaftar dengan membawa KK dan KTP termasuk diriku dan keluargaku, wkwkwkw… tidak mau ketinggalan!!! Cuman… ternyata ada perbedaan perlakuan antara yang mendapat undangan dengan yang mendaftar on the spot walaupun kita sama2 terbukti adalah WNI umur 17 tahun keatas. “Yang dapat undangan yang diutamakan” hah? Kayak ikut konser saja… sementara yang baru mendaftar on the spot nama-namanya di masukkan dalam list dulu dan kembali ke TPS pukul 11:30 nanti untuk melampiaskan pilihannya. Hmhmhm… masih 3 jam lagi.
Katanya sih sudah aturan dan memang mungkin ini aturan mainnya, cuman yah sayang saja. Bisa jadi selang waktu menuju 11:30 membuat niat beberapa pemilih untuk ikut berpesta demokrasi hilang dengan beberapa alasan yang beraneka ragam tentunya, ini sama artinya menambah kalkulasi GOLPUT. Dan seandainya GOLPUT dimasukkan dalam hitungan pengambilan keputusan mungkinkah Indonesia menjadi Negara yang Fakum of Power???
Pun saat aku menulis blog ini, aku belum mencontreng padahal dari kemarin aku niatkan untuk memilih sepagi mungkin karena Lebih Cepat Lebih Baik. Rupanya… masih 2 jam lagi

3 comments

  1. Lebih cepat, lebih baik untuk memilih. Dan tetap lanjutkan pilihan anda. Namun ingat, apapun pilihannya, rakyat no. 1.

    ReplyDelete
  2. jiah... ini pasti si abi
    banyak banget accountnya bi

    sampe pusing

    ReplyDelete
  3. hehehe..... siapapun presidennya,
    minumnya.... hehehe , gak nyambung ah

    ReplyDelete