Powered by Blogger.

9 Matahari

Hmhmh… tentang isi dari novel ini mending baca saja langsung, dijamin bagus. Yah rohnya, beda2 tipislah sama sang pemimpinya Andrea Hirata. Sama2 bercerita tentang manusia2 yang komitmen dengan mimpi dan cita2nya, bedanya kalau di buku ini berlatar kehidupan orang2 yang menekuni ilmu komunikasi and broadcasting di bandung, yah lumayanlah nambah2 pengetahuan baru. Jika cocok, akan ada banyak pelecut yang ditemukan dalam novel ini (seperti aku). Thanks GOD, untuk selalu memberi jalan untuk menemukan makna dan penambah semangat, bahwa aku tak sendirian banyak orang lain yang jauh lebih terseret2 hidupnya, kondisi finansialnya. Akh, di dunia ini tak ada yang sepeleh memang…!

Sama seperti Matari dan Genta, pun aku selalu menjadikan matahari sebagai simbol dalam hidupku, cahayanya, energinya, bahkan pengorbanannya. Tapi kalo lagu favorit gak ikutan ke Mengejar Matahari juga, tetep dong HOME, lebih homey… well, aku ada 2 kutipan manis dari novel ini, barisan kata2 yang selama ini selalu menari2 di imajinasiku, secara berantakan tapi oleh Adenita (penulis buku 9 Matahari) telah di susun rapi dalam paragraf2 yang juga menjadi kekuatan dalam novel ini. Tentang Matahari dan Angka 9… keduanya favoritku!

9 Matahari, Halaman 296
“ Tar, semua orang pasti tahu angka sepuluh adalah angka tertinggi. Tapi buat gue, sembilan itu angka yang pas buat diri gue melambangkan betapa bernilai dan berharganya sesuatu itu buat gue. Angka itu berada di atas rata-rata, tapi masih menyisakan satu ruang untuk terus mencapai kesempurnaan. Angka 9 masih terus mencari perbaikan diri untuk menjadi 10. Itu yang akan membuatnya terus bergerak, melakukan hal yang lebih baik dari waktu ke waktu. Dari bentuknya , angka 9 lebih menawan. Kalau lu perhatiin angka 8 itu membuat dua bulatan yang tertutup. Sementara angka 9, bagian atasnya membentuk sebuah lingkaran yang menurut gw itu adalah ruang pribadi bagi setiap orang. Seperti sebuah tempat untuk menyimpan keyakinan yang tidak akan terganggu. Sementara buntut di bawahnya adalah ruang terbuka, tempat orang itu bisa terus mengasah dirinya untuk menerima wawasan dan pengetahuan baru, serta akhirnya membuat dirinya terus menerus termotivasi untuk bisa lebih baik lagi. Dan, sembilan itu adalah nilai buat seorang yang terus membawa impiannya dengan semangat matahari, sembilan itu nilai buat seorang matari. “

9 Matahari, Halaman 297
“Jangan pernah berhenti buat menggenggam matahari, Tar. Seperti nama lu, Matari, lu pasti diharapkan menjadi seperti matahari. Matahari yang nggak akan bergeser kalau bulan dan bintang belum muncul. Matahari yang akan terus menerus memberi energi, kehangatan, dan cahaya buat alam semesta. Kadang dia dicaci kalau bersinar terlalu terik, kadang juga diprotes kalau tampak sayu dan sedikit bermalas-malasan. Tapi… nggak peduli apapun itu, matahari selalu muncul setiap hari dengan segala yang dia punya. Dia juga harus berbagi peran dengan bulan dan bintang, justru dia lagi bersinar hangat dibelahan bumi yang lain. Matahari yang mengajarkan banyak pada kita untuk terus berbagi. Supaya kita benar-benar tahu peran kita dan bisa merasakan jiwa kita hidup”

Keren kan?! Dan masih banyak lagi kutipan2 lain yang juga oke2, fresh dan berENERGI… makanya baca, novel ini tergolong ringan loh.

Eh.. eh.. tentang buku ini, tebalnya 359 Hal dengan harga Rp.55.000,- itu harga Gramedia, dan mungkin akan lebih murah di toko buku lain yang memberikan diskon khusus. SO, TAKE YOUR TIME… and HAPPY READING!

No comments