Powered by Blogger.

Pada Suatu Senja

Suatu senja, disaat kita duduk ditepi pantaidan memandang, ombak dilautan yang kian menepiburung camar, terbang bermain di derunya airsuara lauit ini hangatkan jiwa kita
~Iwan fals

Bersama lagu ini, kan kuceritakan sebuah kisah perjalanan seorang manusia bersama jiwanya; Semestinya hari ini hujan, sama seperti biasanya pada tahun2 sebelumnya dimana semua bulan yang namanya diakhiri dengan kata “ber” adalah musim penghujan, tapi tidak dikotanya panas masih saja mengusik membuat keringat menari liar disekujur tubuhnya. Tapi tak dia keluhkan panas itu, karena dia telah berjanji pada Tuhannya untuk senantiasa bersyukur apapun itu. Adalah dia seorang anak manusia yang menitipkan semangat hidupnya pada langit di sore hari, ketika alam seketika menjelma menjadi jingga. Hari ini dia peluh, setelah seharian berkutat dengan soal-soal ujian yang akan membawanya pada posisi yang diapun tak tahu apakah ia menginginkannya atau tidak, yang pasti tak seluruh semangatnya dia bawa kegedung megah itu untuk mengerjakan soal2 tersebut.

Pelajaran pertama hari ini, cintai apa yang ingin kau raih sehingga serta merta jiwa dan ragamu terpusat untuk meraihnya. Dan alam akan ikut mendukungmu.
Selepas aktifitasnya itu, dia bersama teman-teman terbaiknya mengunjungi seorang teman baik lainnya yang telah menyempurnakan kodratnya sebagai wanita, seorang istri dan beberapa hari yang lalu dia resmi seorang ibu. Dia pun sadar kalau dirinya juga seorang wanita, hanya saja saat-saat ini dia sibuk dengan dirinya terseok2 mencari pekerjaan yang sesuai dengan bidang dan semangatnya yang tak membuat hari2nya kosong sehingga dengan mudahnya pikiran omong kosong merasukinya. Pun Dia ingin menjadi seorang istri, kemudian menjadi Ibu hanya belum saatnya saja hal tersebut mendominasi pikirannya.
Pelajaran kedua hari ini, penting untuk memiliki planning dan prioritas hidup agar jalan yang sedang kita lewati saat ini tak menjadi sia2 dikemudian hari.
Dirumah itu bersama teman2 terbaiknya, dia saling bertukar cerita, kemudian dia menyuap perutnya agar tak ikut berceloteh, dia tertawa selebar2nya, bercanda seseru2nya, sepenuh hati dia bersenang2 bersama teman2nya itu karena dia percaya tak akan ada hal yang berulang pun dengan suasana menjelang petang hari itu.

Dan dimulailah shorttrip untuk hari itu, dengan menggunakan mobil pribadi seorang temannya dan sedikit bekal yang juga hasil saweran 2 orang teman lainnya berangkatlah dia bersama teman2nya yang semuanya adalah wanita ketempat yang paling mesra baginya, tempat dimana mata bisa leluasa merekam detik2 tenggelamnya matahari untuk kemudian bersinar di belahan bumi lainnya, tempat yang selalu memberinya semangat.

Lalu sampailah dia dan teman2nya di tepi hamparan lautan luas, kemudian berlari2 kecillah dia bersama ombak yang seakan tak bertenaga, mungkin itu karena banyak sampah2 yang tergeletak liar?! Tak lama dia dan teman2nya menyantap bekal yang sedari tadi ditenteng kesana kemari. Hmhmh, sepertinya nikmat menyentap camilan dengan menatap lukisan alam. Walau paduan langit dan laut masih silau untuk dipandang, pantai tetaplah pantai sangat indah kesudut manapun mata memandang.

Kemudian dia dan teman2nya berpose mencoba mengabadikan keindahan alam dan kebersamaan senja itu. Semuanya indah dibalut kebersamaan, canda tawa dan mungkin ada sedikit rasa penyesalan diantara mereka. Oh iyya, salah satu dari temannya kehilangan dompet saat mereka mengunjungi keramaian pameran batik. Selepas dari Pantai tadi.
Pelajaran ketiga hari ini, bersama kesulitan pasti ada kemudahan, bersama kesenangan pasti ada kesedihan semua dilebur dalam satu paket takdir agar manusia bisa belajar untuk bersyukur dan ikhlas.

-09/12/2009-

***



Dear Irma, Alfia, Yhani dan Musda...

Masih ingat tidak?! tulisan ini menceritakan moment saat kita ramai-ramai ikut ujian seleksi BPK 2009 di GOR Sudiang, 
terus ke Acara Aqiqahan anaknya Lia di Wesabbe, 
terus ke LostBeach di Tanjung, 
terus mampir di CCC singgah sholat Magrib pas ada pameran batik 
dan berakhir dengan Dompetnya Alfia yang hilang.
Xixixi... Poor Alfia *Kecuup*

-----
p.s. dua hari ini saya menyibukkan diri memindahkan data dari Hardisk Leptop ke HD-Eksternal, banyak file yang justru membuat saya terkenang-kenang. salah satunya note ini yang saya temukan dalam Folder "Rumah Matahari". Sepertinya tulisan ini tak pernah terpublish sebelumnya. 

12 comments

  1. asikkk Syam udah beli HDD eksternal euy, makin banyak nih koleksinya nanti :P

    ReplyDelete
  2. saat2 bersama berkumpul sama sahabat memang tak terlupakan
    aku jg suka mengenang kalau melihat foto lama
    tp klo skrg gak tau lg takut buka album foto lama karena merasa waktu sudah berlalu cepat dan aku semakin menua :P

    ReplyDelete
  3. Ditunggu pelajaran ke-4 dan selanjutnya sob :)

    ReplyDelete
  4. Ternyata banyak momen yg terlewatkan olehku.. Miss U all guys..^^

    ReplyDelete
  5. Membaca tulisan di atas aku jadi terkenang pada kenangan masa laluku, tepatnya masa2 remajaku.. hehehe

    ReplyDelete
  6. wah memang kebersamaan bersama orang terdekat kita membuat kita menjadi suatu momemnt yang sangat mahal harga dibanding apa pun didunia ini

    ReplyDelete
  7. @Stupid monkey koleksi apa emang om? hehehe... sotoy ah :p

    ReplyDelete
  8. @Faizal Indra kusuma memori apa? memori hardisk? hehehe...

    ReplyDelete
  9. @Ria Nugroho Hihi, jangan takut tua Ria... itu udah harga mati soalnya :p

    ReplyDelete