Powered by Blogger.

Hachiko: a dog’s story

Hachiko: a dog’s story… huhu, sangat mengharukan film ini. Waktu sy membeli film ini di toko terpajang 2 versi, ada yang versi jepang dan amerika. Tapi karena ini rekomendasi dari Bejjo makanya saya mengambil yang versi Amerika katanya lebih mengharukan. Setelah nonton film ini malah saya baru tahu kalau film ini diangkat dari cerita nyata tentang kesetiaan seekor anjing, yang justru ceritanya di adopsi dari jepang.

Hachiko, seekor anjing turunan Akita yang katanya adalah anjing jenis pertama yang berteman dengan manusia di wilayah Jepang. Hachiko tidak seperti anjing peliharaan pada umumnya yang bisa diajak bermain, mengikuti perintah2 majikannya. intinya anjing jenis akita ini tidak bisa menyenangkan pemiliknya, kecuali untuk alasan tertentu. “saya akan temukan alasannya” kata profesor pada Ken, salah seorang teman jepangnya.

Asal mula kisah ini berawal dari ditemukannya seekor anjing jenis akita di stasiun kereta oleh seorang profesor music, Profesor Parker. Karena kasihan melihat anjing kecil itu sendirian malam2 dan dingin, akhirnya profesor berinisiatif untuk membawanya pulang kerumah untuk sehari dua hari. Tapi Cate, istri profesor tak begitu senang dengan kehadiran Hachi. Profesor parker berusaha menemukan pemilik atau orang yang mau memiliki hachi, tapi tak ada yang mau mengakui dan memeliharanya. Sambil menunggu orang yang datang, profesor semakin dekat dengan Hachi kecil. Dan akhirnya waktu memihak kepada mereka berdua, karena cate setuju untuk memelihara Hachi di rumah mereka.

Sampai Hachi besar, dia belum juga bisa bermain bola. dia hanya bisa menghabiskan waktu menemani Professor menonton TV hingga larut, dan yang paling menakjubkan Hachi selalu mengantarkan Professor ke stasiun kereta saat pagi hari akan kekantor, kemudian dia pulang dan kembali lagi sesaat sebelum pukul lima di sore hari untuk menunggui professor parker pulang dari kantornya. Begitu terus setiap harinya, sehingga menjadi kebiasaan oleh professor, hachi dan orang2 di sekitar stasiun kereta yang selalu saja memperhatikan mereka. “Anjing pintar” menurut mereka. Kebiasaan hachi sudah seperti seorang ibu yang setia mengantarkan anaknya ke sekolah dan menunggu kedatangan anaknya di tempat yang sama, selalu ada pelukan hangat di setiap pertemuan dan perpisahan mereka. So sweeet!

Hingga pada suatu pagi, hachi tiba2 bisa bermain bola dan berusaha menunjukkannya pada professor parker. Sang professor pun terkejut dan sangat senang, saking senangnya dia menunjukkan dan membicarakan kepintaran Hachi itu pada penjaga stasiun kereta, penjual hotdog, dan ibu penjaga toko buku yang selalu saja memperhatikan bahkan mengenal mereka dengan baik. Aih… hachi mengajak professor untuk terus saja bermain, sepertinya dia tidak mengizinkan professor untuk berangkat ketempat kerjanya. Dan saat professor benar2 harus pergi, dia menggonggong sejadi2nya. Hal yang tak biasa dilakukan olah Hachi saat dia mengantar professor di pagi hari.

Lima menit sebelum pukul lima sore, Hachi datang ke tempat yang sama dimana dia selalu menunggu kedatangan professor parker. Pukul lima sore, tak juga professsor muncul dari balik pintu stasiun kereta. Satu persatu orang yang keluar dari stasiun itu ditatapnya, tetap saja professor belum tampak. Hingga malam tiba, sebuah mobil berhenti di depan stasiun bermaksud menjemput Hachi, tapi bukan professor yang datang tapi Michel menantu professor.

Akhirnya Professor parker menemukan alasan untuk Hachiko bisa diajak bermain lempar bola, itu karena firasat. Sepertinya perubahan Hachiko saat pagi hari yang terus saja mengajak Parker bermain lempar bola dan menggonggong saat parker menuju pintu stasiun seolah2 tak membiarkannya pergi meninggalkannya, karena dia tahu bahwa saat itu adalah kali terakhir pertemuan mereka. Aiihhh… saya terharu pemirsa dibagian ini, parker meninggal saat dia sedang mengajar dalam kelasnya. Dia tak akan pernah pulang saat hari menunjukkan pukul Lima sore, dan tak akan pernah lagi menginjakkan kaki di stasiun kereta tempat dia ditemukan oleh Hachiko.

Suatu hari Keluarga Parker memutuskan untuk pindah rumah, Cate akan keluar kota dan Hachiko di pelihara oleh Andy, anak professor. Dari awal memang andy menyenangi Hachi, walau mereka tak begitu dekat Andy tetap sayang pada hachi. Saat menemukan kesempatan, Hachi kabur dari rumah Andy, dia terus saja berlari menjauhi rumah andy menuju rel kereta. Dia menyusuri sepanjang rel kereta api, mengikuti kemana rel membentang mengikuti kata hatinya. Saat malam mulai larut, dia singgah di kolong kereta tua beristirahat menutup mata untuk tidur. Pagi hari saat dia membuka mata dia melanjutkan perjalanannya, dan akhirnya lima menit sebelum pukul lima sore Hachi tiba di stasiun tempat dia biasa menjemput Professor. Dia menunggu tanpa mengalihkan pandangannya sedikitpun dari pintu stasiun, menunggu kedatangan profesor parker. Lama dia tak memeluknya, mungkin rindu?!

Andy menyayangi hachi, tapi dia tidak memaksakannya. Andy mengambil keputusan untuk melepaskannya dan mengikuti saja kemauan Hachi. Andy sudah berusaha berbicara kepada hachi bahwa Tuannya, Professor Parker tak akan pernah datang lagi. Mungkin Hachi tak mengerti bahasa manusia, yang dia tahu dia harus menunggu seperti biasa untuk menjemput majikannya pulang dari kantor. Untuk memeluknya kemudian berjalan2 pulang kerumah dan bermain dimalam hari bersama2 majikannya. oleh karena itu dia terus saja menunggu, di tempat yang sama di titik yang sama dengan arah pandangan yang sama dan di Jam yang sama, lima menit sebelum pukul lima sore di stasiun kereta.

Semenjak dilepasan oleh Andy, hachi tinggal menggelandang dibawah kereta tua yang pertama kali dia temukan saat kabur dari rumah Andy. Harinya dia habiskan di depan stasiun kereta, dia diberi makan oleh penjual Hotdog, sesekali tuan/nyonya pemilik restoran dekat stasiun, cerita tentang dia pun tersebar ke seantero kota dan akhirnya terangkat ke media. Banyak orang yang simpatik kepada Hachi, mengirimkan Hachi makanan dan uang untuk biaya pemeliharaan dia melalui pegawai stasiun kereta dimana dia selalu menunggu sang professor.

Setelah kematian Professor parker, Hari demi hari, tahun demi tahun… Hachiko menghabiskan waktunya hanya untuk menunggu kedatangan sang Professor setelah dia mengantarkannya di suatu pagi sepuluh tahun yang lalu, pagi dimana untuk pertama kalinya dia bisa menunjukkan keahliannya bermain bola lempar kepada majikannya itu. Dan akhirnya suatu malam, Hachiko kembali ketempat kesukaannya itu bukan untuk menunggu tapi untuk melepaskan umurnya di tempat yang sama, dititik yang sama dan perasaan yang sama, RINDU PADA PROFESOR PARKER. Seolah2 dia ingin menunjukkan bahwa dia adalah teman yang setia, dan selalu setia sampai seumur hidupnya.

Dan ceritanya habissss pemirsa… ayo, yang tersentuh silahkan menangis, saya juga dibuat sedikit menjatuhkan air mata saat nonton film ini. Huhuhu-_-, apaya… kalau dari alur cerita, dari dialog2 pengambilan gambar dan apapun yang ada dalam film ini rasanya biasa saja malah bisa saya bilang FLAT bin DATAR. Cuman yaitu dia, rasanya ada roh saja yang bisa membuat saya merasakan apa yang dirasakan oleh Hachiko, si hachinya juga pintar akting. Mukanya tu anjing menunjukkan kalau dia benar2 merasakan kerinduan yang kalau kata D’masive “Setengah mati kepadamuuuu…!”.

Ada dua hal yang saya bisa tarik dari cerita yang katanya nyata terjadi di stasiun Ueno Jepang ini… Pertama, nilai kesetiaannya. Bahwa kesetiaan itu bukan sekedar kata untuk dijanjikan, tapi lebih dari itu. Kesetiaan adalah pembuktian, tanpa diumbar mungkin akan jauh bernilai. Kesetiaan hanya bisa ditunjukkan oleh kesabaran, dan sabar itu tak pernah ada batasnya.

Kedua, nilai kebebasan dalam hal ini kepercayaan. Saya salut pada beberapa tokoh dalam film ini, seperti Cate yang awalnya tak begitu suka dengan kehadiran Hachi tapi akhirnya mengijinkannya ketika dia melihat betapa bahagianya Parker ketika bermain bersama Hachi di belakang rumahnya. Atau saat parker akhirnya mengijinkan Hachi untuk mengantarnya setiap pagi dan pulang kerumah sendiri, dia tidak takut akan kehilangan hachi. Dan yang paling menyentuh saat Andy memutuskan untuk melepaskan hachiko yang terus saja melihat ke arah pintu pagar rumahnya. Andy sayang pada hachiko, dan lagi hachi adalah peninggalan ayahnya. Tapi hati hachi tertinggal di stasiun dekat rumahnya dulu, dan akhirnya andy melepaskan hachi untuk tetap menunggu di stasiun tempat ayahnya menemukan hachiko dulu. Hu hu hu… so sweeet daaah! Ayo.. ayoo… di tonton film ini, saya juga masih penasaran dengan versi jepangnya. Hahaha.

2 comments

  1. setuju kak...
    hoho :D
    *apa deh*
    tu anjing ko pinter bgt ya aktingnya, terlatih banget.. sampe salut aku liatnya.
    nangis kejer banget, apa lagi pas istrinya Professor ketemu hachiko lg setelah 10 tahun ngilang. hwaaa D':

    ReplyDelete
  2. waaah,, ini hachiko versi bule ya?
    saya malahan liatnya hachiko yg versi jepang... berarti ceritanya sama ya cuma beda pemeran aja kali.

    mengharukan banget cerita si hachi ini... salut sama pesan "kesetiaan" yang disampaikan seorang,, ups seekor hachiko

    ReplyDelete