Powered by Blogger.

Persahabatan bagai kepompong

Lagu Kepompong punya Sindentosca ini sempat fenomenal di tahun 2008-2009, kalau saya sendiri sukanya karena liriknya yang santai tapi daleem yang memang menggambarkan betapa berartinya sahabat itu dalam hidup kita.

Dan malam ini kembali saya berkumpul dengan kepompong jaman SMA dulu, satu persatu diantara kami mulai sobek, menjelma menjadi kupu2 kecil yang mulai belajar terbang bak kupu2 dewasa dengan corak kami masing2, mungkin kami belum bisa terbang tinggi dan jauh, kami masih belajar untuk hidup dan bertahan hidup. Aih aih aih… Nyaman sekali rasanya moment “berkumpul kembali” itu.



Adalah Fatma alasan kumpul2 kami malam ini, kepompong yang dari jaman SMA kelas 1, 2 dan 3 menjadi teman sebangku saya. Sederhana, smart dan tenang menjadi ciri khas kesehariannya. Orang yang pertama kali berkenalan dengan dia akan mengatakan dia orang yang sangat kaku apalagi melihat kacamata plus tatapannya yang siniss itu, tapi jangan salah kadang2 dia bisa berubah menjadi sosok “erorr” dan saya suka lihat dia tertawa, manissss. Malam ini adalah malam terakhir dia ada di kota yang mempertemukan kami ini, kota Makassar. Sayapnya membawanya terbang jauh ke kampung orang, mencoba menjalani takdir yang telah ditetapkan oleh-Nya. Besok dia akan terbang dan menetap di Ternate, hidup sendiri dengan pekerjaan dan rutinitas baru. Hmm… bertambah satu teman lagi yang meninggalkan saya di Makassar, hu hu hu.

“semua yang berlalu biarkanlah berlalu seperti hangatnya mentari, 
siang berganti malam sembunyikan sinarnya hingga dia bersinar lagi”

InsyaAllah akan ada waktu di masa depan untuk kami “berkumpul kembai”, untuk mengenang kembali apa yang telah lalu dan berbagi hal2 menakjubkan yang kami temui dalam kehidupan. Entah kapan, yang pasti saya akan selalu ingat dan rindu.

GOOD LUCK !

No comments