Powered by Blogger.

Song for mama

Beberapa hari belakangan tepatnya seminggu ini bisa dibilang adalah hari-hari yang berat buat saya sepanjang bulan mei ini, ada beberapa hal yang menguras perhatian, pikiran dan hati saya.

Pertama; Saya mengambil keputusan besar untuk tidak ikut serta dalam kompetisi *baca TES* menjadi rakyat tanggungan negara di salah satu departemen terbesar dan terkaya di Indonesia yang belakangan juga banyak di ekspose di Media. Alasannya ya banyak dan terlebih lagi saya benar2 sedang tidak On The Mood saat itu, finally saya melepaskan dan melewatkannya begitu saja. Padahalkan yang namanya jodoh dan kesempatan itu tidak ada yang bisa menerkanya. Hahaha… sudahlah, toh sampai saya memilih untuk mundur juga pasti karena ada sinyal2 lain yang lebih kuat dan mungkin saja akan membawa saya menemui jodoh dan kesempatan yang lebih baik dan pas untuk saya. Amiiin.

Kedua; Dua sahabat saya dari masa SMU dulu fix pergi dari makassar dalam rangka menjemput impiannya. Selamat dan sukses untuk kalian, Fatma dan Ulfa ingat pulang dan ingat saya selalu. Saya tidak akan menulis banyak lagi tentang kalian, karena saya sudah mampu menyimpulkannya dalam satu kata saja, yaitu BANGGA!

Ketiga; saya tidak enak badan. Benar2 dalam kondisi lemah dan tak mampu berbuat apa2. Awalnya sih yang tampak cuman gejala fisik saja, dibadan saya muncul bentol2 kecil yang memerah, mungkin gejala sarampah makanya hampir tiap hari saya meminum air kelapa muda supaya bisa menetralisir darah yang ada dalam tubuh saya. Kejadiannya hampir seminggu dan perasaan saya masih enak2 saja, dan seminggu kemudian saya mulai terserang flu dan batuk keras. Untungnya ada banyak hari libur di minggu2 kemarin makanya saya tidak perlu absen dari kantor, hari sabtunya saya masuk setengah hari pulang dari kantor reunian di ABE dulu sama teman2 SMU plus anak2 Arsi UH. Pulangnya… suhu badan saya naik drastis dan terbaring tak berdayalah saya. Huu huu huu… saya demam perasaan dingin tapi badan membara, kepalasa sakit dan batuk tak henti2. Sakit anak kecil sih kalau kata saya, tapi sepertinya ini efek dari kerja keras saya selama ini.

Dan tahukah kalian obat paling mujarab untuk sakit anak kecil seperti ini? Tidak perlu ke puskesmas atau rumah sakit terdekat… hehehe, cukup di perlakukan seperti anak kecil. Perasaan saya antara kesakitan dan terharu, ketika dengan perhatiannya mama saya memasakkan air panas untuk saya minum dengan berbagai jenis obat yang sudah dia siapkan “harusss dihabiskan” kata beliau dan rasanya sudah lama saya tidak dipaksa seperti itu. Badan saya di baluti dengan kain yang sudah direndam dalam air es, kening saya juga di kompres dengan air dingin. Setelah ritual2 itu dilakukannya, kepala saya di pijat2. Mungkin menunggu saya untuk tidur lebih dulu, karena sayapun sudah tidak tau apa yang terjadi setelah itu. Tau-tau saya sudah dibangunkan oleh jam weker dari ponsel saya, sudah jam lima subuh dan perasaan saya sudah membaik. Walau masih sedikit pusing dan batuk2, panas badan saya mulai turun drastis. Sebelum bangkit dari tempat tidur pun mama saya masih sempat2nya mengecek panas badan saya. Aih aih… sepertinya saya dijagai semalaman, benar2 seperti anak kecil. Dan saya rindu masa kecil saya, masa saya bermanja2 belum bisa diandalkan untuk mengambil keputusan untuk hidup saya.

Dan rasanya sudah lama sekali saya tidak “sedekat” ini dengan beliau, belakangan memang saya terlalu sibuk di kantor pergi pagi pulang petang bahkan menjelang magrib sekali2 Isya, beliau juga sibuk dengan kesibukannya sendiri. Jarang ada moment2 yang bisa mempertemukan kami dari hati ke hati seperti ini, rasanya jauh lebih dalam dari kedekatan yang kami bangun lewat acara2 yang kami buat untuk mengisi waktu luang di akhir pekan. Aih… ternyata RINDU itu juga bisa ada ya walau kita setiap hari bertemu. Faktanya, saya rindu MOMENT bukan RAGA. Hahaha, I’ll always love my mom… Mama saya adalah ambisi terbesar saya dalam hidup ini. Yah setidaknya ada sesuatu yang bisa saya tarik dari sakitnya saya kali ini, disamping saya selalu percaya sakit adalah satu jalan penebusan dosa kecil.

Ada satu lagu yang selalu terdengar dari ponsel saya ketika mama saya menelpon saya, akan selalu saya persembahkan jauh dari lubuk hati saya untuk beliau:

Mama, mama you know I love you
Oh you know I love you
Mama, mama you’re the queen of my heart
Your love is like
Tears from the stars
Mama, I just want you to know
Lovin’ you is like food to my soul

Song For Mama - Boys II Men

No comments