Powered by Blogger.

Its Not About Job But About Responsibility

Kira-kira hampir 3 tahun belakangan ini saya aktif bergelut di dunia kerja, dunia yang dinilai oleh banyak orang sangat kejam dan dari diri kita sangat2lah dituntut jiwa Profesionalisme dalam bekerja. Bagaimana pendapat saya? Waahhh… BERAT, namanya juga bekerja dalam satu tim yang terdiri dari banyak orang dan karakter, banyak keinginan2 yang potensi saling berbenturannya besar, banyak ego2 pribadi, tapi tak dipungkiri banyak pula pelajaran yang bisa di dapatkan dari dunia kerja itu sendiri baik itu dari pengalaman kita pribadi maupun orang lain.

Ada yang pernah mengatakan pada saya, “kalau di dunia kerja jangan cari sahabat” ada juga yang bilang “jangan terlalu libatkan hati dalam hubungan dengan sesama rekan kerja”, hmm… kalau dipikir2 bisakah saya nyaman berada di tempat dengan kondisi sedemikian rupa? Se-profesionalis apapun visi saya dalam bekerja tetap saya butuh ruang2 untuk memuaskan dimensi kejiwaan saya, toh terkadang saya butuh untuk dimengerti bukankah “mengerti” itu lebih banyak melibatkan rasa dari logika?!

Untuk pekerjaan baru saya kurang lebih 3bulan terakhir ini, so far saya merasa nyaman2 saja, sekali dua kali dihampiri rasa jenuh, capek dan ingin mengakhiri semuanya saja. Tapi tidak lama, seiring waktu saya menemukan seni bekerja sebagai seorang staff biasa yang masih bingung menentukan warna dan karakter, saya mulai menikmati satu persatu masalah2 yang datang, komplain2; teriakan2 kecil; tumbukan ego; pembunuhan karakter; deadline kerja baik itu dari customer, rekan kerja, atasan dan kantor pusat. Semuanya itu yang perlahan2 jadi pemicu saya untuk bekerja lebih baik lagi, yah mungkin terdengar klise dan klasik tapi itulah faktanya tanpa itu semua saya rasa menjadi staff biasa akan terasa semakin biasa saja. Datang, duduk, diambekerja, pacaran sama komputer, so so OrdinaryJOB mameeen!!!

Yang harus saya lakukan kedepannya adalah menyelesaikan dan melaksanakan segala apa yang di percayakan perusahaan pada saya, ikuti arus tapi jangan sampai terbawa arus (mengutip kata Kak Ilo/Sdm Of HK), masih banyak hal yang harus saya pelajari agar tak melulu menjadi orang yang biasa saja. Saya ingin menjadi sosok luar biasa tapi bukan sebagai ambisi karena yang paling utama adalah belajar untuk ikhlas, Because its not about Job but about Responsibility. Saya percaya saya bergerak dibawah kekuatan besar, yang InsyaAllah membawa saya menjadi makhluk yang lebih baik. Amin ya Allah.

2 comments

  1. sudut pandang yg bagus,,
    cara lain melihat tumpukan deadline dan tekanan kerjaaan.

    nice post sist... ikut belajar ikhlas dalam bekerja. Coz its not about Job, but about Responsibility

    ReplyDelete
  2. terimakasih

    terimakasih juga bang Cupz sudah mau berajin2 datang ke blog sayah...

    ReplyDelete