25 February 2010

“Ibu, aku ingin merubah bintang...” (Es Ito – Negara Kelima)

Negara kelima, buku ini sebenarnya telah lama terbit tepatnya pada Oktober, 2005. Tapi, saya pribadi mendapatkan buku ini kira2 3/4bulan yang lalu (2009) dalam bentuk file exe (ebook), dari seorang teman yang memang sangat sering membaca buku2 “keras”. Sayangnya buku ini sudah tak beredar di pasaran, mau tidak mau saya harus membacanya dengan duduk berjam-jam di depan leptop. Ahh, selalu saja saya tertinggal hunting buku kereeeen!

Adalah ES Ito, pengarang dari buku semi nasionalis ini *subjektif* seseorang yang saya tak tahu apa2 tentangnya selain tahun kelahirannya pada 1981. Pun itu saya temukan di halaman biografi dibuku Negara Kelima tersebut, ditambah dengan keterangan bahwa dia adalah keturunan dari seorang ibu Petani dan Ayah Pedagang di daerah Bukit Barisan. Hmhm... mirip2 dengan tokoh central dalam novelnya sendiri, Timur Mangkuto - seorang polisi idealis. Yang pasti Es Ito adalah nama samaran seorang aktivis kampus UI yang sedari dulu memang sering mencurahkan pemikiran dan kegelisahan2nya lewat mading BOE (Badan Otonomi Economica) FE-UI. Mantappp deeh untuk karya2nya, semoga dalam beberapa waktu kedepan saya bisa menyelami pemikiran2nya lagi lewat buku Rahasia Medee.

Kembali ke Negara Kelimaa...


“Ibu, aku ingin merubah bintang...”

Sedaaap deh quote pembukanya, mampu mengurangi underestimate orang2 yang mungkin tidak begitu tertarik dengan sampulnya yang tak eyecatching, cenderung gelap dengan dominasi warna coklat tua. Ditambah lagi nama pengarangnya yang belum begitu komersil. Hihi..! Buku ini menjanjikan bakti dan mimpi, itu kesan awal yang saya tangkap.

Apa yang kalian tahu tentang “masa lampau” dari negri kita ini, Indonesia? Tentang perjuangan dan semangatnya, atau mungkin tentang pionir2nya, ataauu tentang sejarah ribuan tahun silam?! Yang sengaja di timbun untuk meneggakan hegemoni asing bahwa kita kaum selatan adalah kaum yang kesekian dalam peradaban. Bisa jadi pemahaman saya dan kalian sama saja, terbatas pada lembaran2 buku sejarah saat sekolah dulu, isi atlas dan sedikit tentang isi museum2 yang mulai terlupakan.

Buku ini akan banyak membahas tentang sejarah, mulai dari tenggelamnya peradaban awal (atlantis) ribuan tahun lalu, kemudian perjalanan sisa2 peradaban ke arah utara, berdirinya peradaban di utara, sampai pada keturunan2 yang melakukan perjalanan ke posisi atlantis semula, di Nusantara. Ito pun banyak bercerita tentang sejarah Kerajaan2 tertua di Indonesia, dan pastinya sedikit Narsis tentang masyarakat minang. Hihi, tapi terpuaskan! Setidaknya saya sedikit tahu bagaimana tata adat masyarakat, hukum dan asal muasal sistem matrialkal di daerah minang, tentang integrasi ide/gagasan dan integrasi wilayah... oh iyya tentang PDRI juga banyak dibahas, pemerintahan darurat di hutan belantara Sumatera untuk mempertahankan kesatuan RI dibawah pimpinan Sjafruddin Prawiranegara setelah tertangkapnya Soekarno-Hatta di Jogjakarta pada tahun 1948. Yang kemudian terlupakan begitu saja. Aaahhh, pokoknya ada banyak yang terkuak, sejarah telah dipermainkan untuk kepentingan sekelompok orang.

Tidak hanya sejarah, buku ini juga banyak menyinggung tentang idealisme, egoisme, keserakahan, intrik, pergaulan bebas, kepercayaan, semangat nasionalisme, pengabdian, cinta dan cita2.

Tentang alur ceritanya, yang dimulai dengan pembunuhan berantai terus dikaitkan dengan pencarian serat ilmu yang konon katanya adalah peninggalan peradaban atlantis yang memanfaatkan rasa nasionalis buta dari generasi muda yang gelisah. Hihi... banyak yang tak terduga, tapi tentang ending dimana Timur Mangkuto akhirnya akan bersanding dengan partner kerjanya Eva Duana sudah ketebak.

Buku ini memang buku lama, tapi pembahasannya tak lekang oleh zaman. Buku ini adalah mulut kegelisahan dari penulisnya yang mencoba berteriak “Biar semua dunia tahu dan mengerti bahwa Nusantara ini bukan sekedar serpihan bekas kolonial belanda! Nusantara kita mungkin lebih tua dari negeri utara. Hegemoni utara yang membuat negeri2 selatan menjadi kerdil dan lupa akan sejarah panjangnya sendiri” (Paragraf terakhir dalam buku Negara Kelima). Buku ini juga mencoba menarik sisi2 idealisme kita dengan mencoba membangun kembali harapan2 tentang indonesia yang lebih baik. Sangat sangat sangat Layak untuk dibaca dan di koleksi. Klik tulisan ini jika ingin mendapatkan versi e-book dari buku Negara kelima.

Happy readiiing!

23 February 2010

Happy Bday My Lovely bejjo!


Mungkin aku lupa bilamana pertama kita berbincang
Tentang hal yang tak mungkin aku lupakan
Seperti halnya dirimu-
Pun begitu dengan awal perjumpaan hangat setahun lalu

Dan waktu dengan polosnya menggoda kita
Untuk saling terbiasa tak bersapa
Seperti hari-hari dimana kita tak saling mengenal dulu
Sebelum si kecil masuk dalam hidup dan kebiasaan kita

Walau rasaku untuk si kecil mulai mengikis
Tapi tidak kepadamu-
Karena tentang kau kusimpan dalam lemari memoriku
Tepat pada rak sahabat terbaik
Yang takkan pernah lekang oleh putaran waktu
Atas nama kebersamaan, dan persaudaraan
Dan jika ternyata kau mulai lupa,
Akan ku paksakan kau untuk mengingatnya lagi

Sudah ah gombalnya...

Sampai hari ini, kita masih tetap akrab
Membahas hal sepele, tak penting, gossip sampai hal2 penting dan sensitif
Mungkin tak akan lama karena sebentar lagi
Lelaki itu akan mendominasi waktu dan pikiranmu
Tapi aku ingin mengucapkan SELAMAT ULANG TAHUN padamu
Seperti tahun lalu
Dan tahun-tahun setelah ini

21 February 2010

My Fav Song of The Month – Februari 2010

Takkan Pernah Ada By: Geisha.. Let’s Cekidooot!!!

center

Alasannya mungkin karena enak didengaaarrr… empuk ditelinga dan pas dihati. Hihi.. pokoknya sangat suka lagu ini. Lagu ini slalu nongkrong di mp3player, di Hp and di winamp kalau saya lagi main di PC, dan of course jadi list lagu yang pastinya akan saya nyanyikan solo kalau lagi karaokean.

Tentang maknyanya sendiri, hmhm.. saya tak begitu mendalaminya. Yah paling tentang seseorang yang benar2 mencintai pasangannya. Dan takkan pernah berniat untuk berpaling kepada orang lain, huaaaa… saya banget!!! Wakakak.. enjoy yah dengan lagu ini. Bagi yang mungkin belum dengar/belum memiliki mp3nya silahkan download *Gheisa_Takkan Pernah Ada*
Happy weekend blogerz!!

18 February 2010

Doa Juga Mempengaruhi


Beberapa hari belakangan ini saya sedang dilanda sibuk, banyak hal yang menyita pikiran dan waktu saya. Tapi tak apa, saya tak akan mengeluh karena ini menyangkut masa depan saya dan orang2 yang saya sayangi.


Masa depan merupakan satu hal yang sangat absurd, tak ada orang yang bisa menebak akan jadi apa ataukah kemana dirinya. Peramal sekalipun! Yang bisa manusia lakukan hanyalah terus berusaha dan berdoa. Saya percaya tentang rejeki itu telah ada yang mengatur, sudah ada jalannya masing2, manusia hanya mencari bagaimana bisa sampai disana melalui usaha dan keunikan2 yang diberikan.


Tentang doa, hihi.. saya punya pengalaman yang sedikit unik. Waktu itu, kurang lebih beberapa bulan yang lalu saya melamar pekerjaan di salah satu instansi pemerintahan. Hampir disetiap doa2ku aku meminta agar aku di berikan rejeki di tempat itu, dengan kata lain aku minta lulus disana. Terus menerus aku memintanya, sehingga terkesan bahwa saya sedang mendikte tuhan melalui doa. Saya meminta seolah saya adalah penentu kebaikan dalam hidup saya. Sementara saya sendiri paham bahwasanya yang paling benar adalah hanya Tuhan yang tahu apa yang terbaik untuk hambanya. Dan apa yang terjadi? Saya tak lulus dan saya kecewa. Bukan pada Tuhan, tapi pada diri saya sendiri.


Saya banyak belajar dari kejadian tersebut. Sekarang saya kembali pada kondisi dimana saya benar2 membutuhkan kemudahan dari Tuhan untuk menemukan jalan kepintu rejeki/kebaikan saya. Tapi saya tak mendikte lagi, 3hal yang mendominasi doa2 saya belakangan ini adalah diberi Kesempatan, Kesehatan dan Konsentrasi. Tiga hal yang saya rasa sangat penting untuk saat ini, dengan ketiga hal tersebut ditambah usaha keras dan restu orang tua saya percaya apapun hasil yang nantinya saya dapatkan itu adalah yang terbaik untuk saya, sepahit apapun rasanya. Saya takkan melibatkan ambisi saya, yang ada hanya kesungguhan.


Untuk teman2 yang sedang mengejar masa depannya, SEMANGAT! Selalu ada pintu yang menunggu untuk kita, hanya persoalan waktu. Cepat atau lambat, semuanya tergantung kita sendiri.


Happy Thursday!!!

11 February 2010

Sejatinya Manusia

Tadi aku abis liat foto2 ponakan baru temanku, umurnya belum seminggu. Huaaa, lucu! Dan pertanyaannya adalah, adakah anak bayi yang tak lucu?

Sejatinya manusia adalah seperti seorang bayi, suci dan tak berdosa. Siapapun yang memandang takkan menemukan keburukan, yang ada adalah rasa syukur atas karunia-Nya yang telah memberikan keturunan. Bayi sangat tenang disaat tidur, akan menangis jika merasa tak nyaman. Tak ada akal bulus, smuanya dia tunjukkan dengan tulus dan polos, kita yg melihatnya serta merta akan percaya dia memang tulus.

Dan kita? Yah waktu membuat kita jauh dari sejatinya manusia. Lingkungan, masalah dan pendidikan membuat kita berfikir penuh intrik, tak lepas dari kepentingan dan setulus apapun kita berbuat, akan susah mendapatkan kepercayaan penuh dari orang2. Tapi itulah hidup..!

Well, seiring waktu kita akan menjadi renta dan lupa. Sedikit demi sedikit egoisme diri akan luntur, dan saat itu akan kita lihat buah dari apa yang kita tanam selama hidup.

Happy Thursday

8 February 2010

Lirik-lirik Si Twitter

Ooohh, itu toh rasanya main twitteran. Hihi, gak jelas. Aku bukan newbie karena udah join di twitter setahun yang lalu, hanya saja gak bgitu ngerti bagaimana mainnya yah jadinya di anggurin aja deh. Hihihi..

baru pada bulan ini aku nyoba2 mainan itu, hmhm.. Rasanya ya gitu deeh, gak stuju ah kalau ada yg bilang twitter itu mikroblog secara karakternya sangat2 terbatas, yah kl cuman update status atau info2 pendek yah mungkin boleh maximal karakter 140, tapi jatuhnya kurang informatif dikarenakan terbatasnya penjelasan. Ini pendapat yang sangat subjektif.

yah walaupun aku mulai lirik2 twitter, teteplah blog in my heart. Selalu dan selalu semenjak tahun 2007, alasan aku main twitter adalah memburu. Hihi, istilah lokal alias seneng aja liat updatan statusnya farhan, dewi lestari, atau pembawa acara insert (ketahuan suka gossip), raditya dika dan banyak tokoh2 lagi. Hehe.. So far aku mmg tweeps pasif alias numpang akun di twitter aja untuk melihat dan mengamati. Sok penting banget!


6 February 2010

Enam Februari Duaribu Sepuluh

Ini bukan puisi karena aku tak sedang menulis puisi
Dan lagi kau kira siapa aku ini, aku bukan penyair
Aku hanya teringat akan pintamu melalui pesan di ponsel baruku beberapa hari lalu
Dan saat aku menengok kalender, hari dimana aku harus mengirimkan tulisan ini telah dekat
Enam februari duaribu sepuluh
Tapi seperti kataku, jangan berharap!!! Karena aku tak berjanji

Bergegaslah aku menemui laptopku mencoba mengais2 inspirasi
Mungkin ada kenangan yang bisa aku jadikan sandaran untuk bermesra2 dengan kata
Yang kemudian ku persembahkan padamu sebagai balasan apa yang selama ini kau berikan
Karena aku hanya memiliki kata dan rasa, dua hal “sepeleh” yang sangat berarti untukku
Toh kau pun memintanya secara khusus dihari istimewamu
Enam februari duaribu sepuluh

Akhh… maaf, karena tak jua ada kata2 indah
Aku tak menemukannya, sesuatu yang pas karena semua terlalu lama untuk ku ungkapkan
Mungkin kau takkan suka dengan sesuatu yang berulang2
Atau mungkin juga aku yang tidak benar2 ingin meng-obrak-abrik kenangan2 itu
Karena terkadang rindu berlaku seolah musuh besarku

Enam februari duaribu sepuluh
Sekali lagi maaf, aku tak bisa memberikan yang kau inginkan
PUISI terlalu rumit untukku
Aku sedang tidak dalam kondisi baik untuk menggodamu dengan kata2 dan kenangan
Walau begitu tetap menjadi keharusan untukku memberimu ucapan
SELAMAT ULANG TAHUN…!
Dan ku turut meng-AMIN-kan untuk semua doa2mu

---

Tulisan sedikit narsis tapi eksis sok dipuisi2kan padahal bukan puisi, heheh..
ini adalah paksaan/todongan/desakannya ibu alfia. Jadi kalau hasilnya ndak menarik wajar, Hihi!!!

4 February 2010

Rindu Setengah Mati

Well, kali pertama nih posting via email. Ntah gmana nanti hasilnya, kalau sempat ngecek ke pc ya dicek. Hehehe, ntah knapa blakangan aku lbih senang menjadi mobile onlinerz (istilah sendiri :p), mau itu fesbukan, blogging, main2 di forum dan smua2nya deh. Hihihi, ga penting kali yah.

Akh.. Skarang sudah bulan februari, alias minggu ke-5 ditahun 2010. Dan diriku, wew blom mencapai target apa2. Hehehe, kurang gigih kali ya? Apalagi seminggu belakangan aku terbaring karena kurang enak badan.

Tapi apapun itu.. Konsisten itu perlu, planning aku tahun ini juga gak bgitu muluk2, masterplannya "looking for something better" wew, amin dah smoga aku bisa mencapai target2 kecilku untuk sesuatu yang besssar. Amin ya ALLAH..

untuk kalian2 blogwalking yang pnah mampir disini, tak sengaja mampir atau yang memang rajin bgt mampir (GR), pokoknya kalian2 yg nambah jumlah visitorku, terimakasih yaa.. Karena kalian aku slalu smangat untuk menulis lagi.

keep blogging... Yeaah!

Profil Nova CIntya Sinaga IC3

Nova Chintya Sinaga, adalah anak dari pasangan Ryanto Sinaga (ayah) dan Boru Simanjuntak (ibu). Nova adalah anak ke-2, dari empat bersaudara yang lahir pada tanggal 28 mei 1998 di Medan. Nova sekarang sedang duduk di bangku kelas 6 SD.Wonosari Medan.

Nova adalah anak yang biasa2 saja, dari keluarga biasa dan hidup biasa2 saja. Itu kata om Ryan ketika aku tanyakan perihal keseharian Nova. Tapi om Ryan selalu menekankan kepada Nova dan saudara2nya untuk tidak berkecil hati dengan kehidupan mereka yang biasa2 saja, dan khusus untuk Nova om Ryan menekankan untuk tidak terpengaruh apalagi sampai mau ikut2tan dengan gaya hidup anak2 idola cilik yang cenderung Glamour.

Om Ryan dulunya adalah seorang Tukang Ojek didaerah rumahnya “Tanjung Morawa” itu nama lokasi tempat tinggal mereka, sementara tante Boru (ibu Nova) bekerja sebagai buruh di salah satu perusahaan kayu yang ada di Medan. Dengan dua sumber penghasilan tersebut, Om dan Tante mampu menyekolahkan ke-4anaknya; Rianta (kelas 3smp), Nova (kelas 6sd), Edward (kelas 2sd) dan terakhir Raja Lin (kelas 2sd). Yah, sekarang istilahnya Makan gak Makan yang penting anak sekolah!!! Karena sekolah adalah Investasi masa depan untuk anak2 dan orang tua tentunya.

Saat besar nanti Nova bercita2 menjadi seorang polwan, wew… !!! jauh diluar dugaan, entah apa motivasinya aku juga gak menanyakan banyak. Yang penting adalah berharap semoga alam mendukung agar bagaimana dia konsisten untuk meraih apa yang diinginkannya, untuk ini aku setuju sama didikan Om Ryan “tidak ikut2an hidup berlebih dengan orang2 sekelilingnya dan tentunya tidak minder dengan apa yang dimiliki”. Oh ya yang tak kalah mengejutkan, kecil2 begitu Nova suka menonton bola dan sangat memfavoritkan klub Lazio. Wakaakak, gak ngerti soal ini alias gak ngerti BOLA!!!

Tentang Nova di dunia tarik suara;
Awalnya aku lihat profil Nova itu dari rcti, Nova adalah seorang anak tukang ojek yang belajar bernyanyi dari ayahnya. Tapi pengakuan om Ryan sendiri dia gak ngerti musik, lebih dalam tentang musik. Om Ryan cuman mengajarkan enak atau tidaknya sebuah lagu, senang atau tidak orang2 yang mereka hibur dengan bernyanyi, jauh dari masalah tehnik. Hahaha, tapi okelaahhh. Jam terbang Nova diperoleh diatas pentas2 keluarga, baik itu sekedar acara kumpul2 atau acara2 (pesta) adat. Wajar saja yah kalau stageact nova kaku. Hehehe…

Prestasi di dunia tarik suara juga tak begitu banyak, itupun dalam skala kecil. Menjadi finalis Idola cilik adalah prestasi nasional yang Nova peroleh. Sebelum ikut kontes idola cilik, Nova pernah mengikuti festival bernyanyi pada perayaan Hari Kartini tingkat Kecamatan, dia memperoleh juara pertama. Selain itu Nova juga pernah mengikuti ajang serupa idola cilik dengan tajuk NARWASTU IDOL khusus daerah medan. Tapi pahit untuk Nova, karena dia tak berhasil menang di kontes tersebut, karena sistem penilaiannya pun berdasarkan SMS. Bagi Om Ryan, saat ikut kontes bernyanyi mereka selalu percaya diri alias percaya dengan kemampuan Nova sepenuhnya. “Jika disukai pasti juga akan menang, kalau kalah ya apaboleh buat, tak ada modal”. Hmhmh… boleh juga!!!

Ketika ditanya kenapa Nova baru terfikir untuk ikut idola cilik di session 3? Padahal usianya cukup jika ingin ikut di idola cilik 1 ataupun 2? Jawaban om Ryan singkat… “Informasinya gak sampai”. Informasi bukaan idola cilik 3 pun mereka peroleh dari rekan kerja mama Nova di perusahaan kayu. Entah apa yang membuat mereka terbatas memperoleh informasi audisi, yang pasti Nova sudah tegak berdiri di pentas idola cilik 3. Perlahan2 dia mencuri perhatian dengan kemajuannya yang pesat di bidang bernyanyi. Yah namanya bakat, jika jatuh ketangan orang yang ahli akan lebih mudah untuk terasah menjadi lebih baik. Itulah Nova di tangan tim kreatif idola cilik pada umumnya dan Kak Uci Nurul pada khususnya.

Berbincang lama dengan om Ryan sungguh menyenangkan, karena beliau adalah sosok yang sangat rendah hati (malah kadang2 merendah). Sementara ini Om sibuk mendampingi Nova di pentas idola cilik, dan terpaksa berhenti “Ngojek”, bukan bermaksud meninggalkan mata pencaharian utama, karena kondisinya memang memaksakan begitu. Untuk sekarang ini Om fokus di aktivitas Nova dulu, karena aktivitas Nova sendiri lumayan padat. Belum lagi menghapal lagu2 yang akan di nyanyian setiap minggu, waktu Nova latihan dan yang penting adalah belajar karena sebentar lagi Nova harus mengikuti ujian nasional. Dan lagi, Nova masih memiliki 3 saudara yang masih kecil2 jadinya mama mereka yang bertugas menemani saudara2nya di Medan sementara papa Nova yang menemani Nova berjuang di jakarta. Sebenarnya Nova juga punya keluarga di jakarta tapi tak bisa begitu di andalkan karena mereka juga sibuk dengan urusannya sendiri, tapi kadang2 mereka (keluarganya) menyempatkan datang untuk melihat Nova bernyanyi di studio RCTI.

Teriakan nama Nova gak akan kita dengar riuuuh dari studio RCTI, karena memang hanya 2/3 orang saja yang benar2 datang untuk melihat Nova, 2/3 orang yang tidak akan berteriak sekeren apapun penampilan Nova. Tapi Nova tidak akan berkecil hati karena telah diingatkan sebelumnya, “walau fans Nova sedikit tak apa, yang penting Nova bisa memberikan yang terbaik” so sweeettt Om…!

Jika ada pihak2 yang mengatakan Nova dalah anak yang sombong, om tak akan begitu mempermasalahkannya dan menganggap itu adalah konsekuensi dari hidup yang dijalani Nova sekarang ini. Karena bagaimanapun Nova adalah seorang anak kecil yang tak begitu aktif, cepat lelah, dan cenderung pendiam. Om tetap membimbing Nova dan seiring waktu karakter dia akan berubah, beradaptasi dengan lingkungan hidupnya sekarang. Apalagi saat ini Nova belum punya HP, jadi ruang beramah tamah dengan fansnya memang benar2 terbatas. HP mungkin belum begitu penting, saat ini Nova lebih membutuhkan alat pemutar musik (mp3/mp4 player) karena banyak lagu2 yang harus dia hapalkan setiap minggunya.

Untuk keluarga besar SuperNOVA… Om Ryan berterimakasih yang sangat untuk kalian semua, karena Nova ada di 12besar adalah murni SMS dari penikmat (kalian) tanpa ada organisasi (pemerintah/swasta) yang membackup perjalanan Nova di pentas idola cilik, tapi kedepannya Om Ryan akan berusaha mencari dukungan yang lebih besar untuk membuat Nova tetap eksis di pentas idola cilik 3 sementara Nova akan tetap belajar untuk membuat semua mata tertuju kepadanya. Maaf karena Om Ryan, Nova dan keluarga tidak bisa ambil bagian bersama komunitas kita, karena mereka tidak mengerti dunia internet dan lagi tak ada fasilitas pendukung.

Source: http://supernovaic3.wordpress.com/novachintyasinaga/