Powered by Blogger.

Ini adalah Haru


Mungkin ini adalah sabtu yang paling mengharukan untuk saya, karena bisa melihat dengan mata kepala saya sosok yang paling saya kagumi selama ini Bapak BJ Habibie.

Sebenarnya sebelum ke Gramedia untuk agenda Signing book, ada agenda yang jauh lebih penting yaitu Pembahasan buku Ainun Habibie langsung oleh Bapak Habibie di Graha Pena Makassar, tapi karena jamnya kurang bersahabat dengan pekerja swasta seperti saya ini dan lagi saya tak bisa ijin dulu karena saya sudah banyak ijin dikantor akibat sakit ringan yang menimpa saya beberapa hari lalu. Jujur saya kecewa pada diri saya, tapi mau diapa… setidaknya saya masih diberi pilihan lain untuk bisa melihat beliau dari dekat.

Ya Allah, saya menangis sungguh dari dalam hati ketika melihat beliau berjalan memasuki Gramedia Panakkung setelah 30 menit saya berdiri antri menunggu kedatangan beliau. Disaat yang sama puluhan orang (mungkin ratusan) juga menunggu penuh harap, sambil menenteng buku Ainun Habibie. Ketika beliau datang, saya hanya ingin melihat rupa dan gerak-gerik beliau dari jarak dekat, sementara mengikuti antrian yang panjang ini membuat saya tak bisa melihat apa-apa tak juga bisa memotret apa-apa maka dari itu saya keluar dari antrian dan membuyarkan harapan bahwa saya akan mendapatkan tandatangannya pada buku saya itu sekaligus bersalaman bersama beliau, tapi saya tetap berusaha menitip buku pada teman yang mengantri. Setelah meninggalkan barisan, saya leluasa menerobos kedepan hingga akhirnya berhasil berada di saf paling depan, sehingga bisa melihat beliau dengan seksama dan seketika kamera saya bungkam, tak ada ide untuk mengambil gambar. Saya seperti orang yang terhipnotis. Ada rasa bangga tersendiri ketika melihat beliau secara nyata.

Makin lama barisan semakin tak beraturan, antrian semakin berantakan dan tak lagi satu baris. Dari belakang dorongan sangat kuat, sementara dari depan pun penjaga terus menekan kebelakang. Saya terjepit, nyaris terinjak dan parahnya saya sedang menenteng kamera tetapi Alhamdulillah… kondisi itu membawa berkah, tidak sampai limabelas menit signing book dibuka tiba-tiba kepala saya disentuh oleh penjaga untuk mendapat giliran selanjutnya, wowww! Hehehe… terimakasih Oom penjaga, dan maaf buat teman2 yang sudah lama mengantri bukan maksud mau menerobos tapi yang “ini berkaaah” disaat terjepit. Jika saya menolak, mungkin saya akan terluka karena dorongan yang makin gila dari belakang. Kemudian saya buru-buru meminta buku saya kembali dari teman saya. Mungkin ini miniatur kehidupan, bahwa terkadang kita akan mendapatkan apa yang telah direlakan. Ajarkan saya Ikhlas ya Allah…

Dan tahukah kalian, akhirnya saya bisa berada dekat dari orang kebanggan saya itu… Bapak Habibie sudah semakin tua, ayunan ukir tangannya di Buku saya tak begitu tegas, saya bisa mendengarkan desahan nafasnya, mendengarkan suaranya saat mengeja nama saya, saya menjabat dan menciumi tangan yang luarbiasa hebat dan “dingin” itu. Untuk beberapa detik beliau hanya tersenyum untuk saya, dan melihat kedalam mata saya. Kekecewaan saya terbayar dalam sekejap. I love this moment!

Dengan speechless saya meninggalkan tempat itu, dan saya kembali lagi pada posisi saya semula. Sehingga saya bisa memandangi beliau dari jarak dekat. Dan saya baru menyadari ternyata sedari tadi ada Om Adrie Subono yang sedari tadi berdiri menemani Bapak Habibie, tampangnya kecut memperlihatkan Aura ketidak senangan dengan budaya Antri ala Makassar yang tergolong Brutal? (mungkin), sangat terdesak dan ribut. Penyelenggara acara benar2 kewalahan, tapi adakah yang mengalahkan kewalahan yang seharusnya dirasakan oleh bapak Habibie? Satu jam Lalu beliau baru saja selesai membagi pengalaman tentang bukunya selama 3jam ditempat lain, dan sekarang untuk beberapa jam kedepan beliau harus melayani antrian yang MasyaAllah…

Belum selesai acara, saya meninggalkan gramedia bersama Nube. Gramedia terlalu padat. Orang-orang media juga sudah mulai berdatangan, tidak ada tempat yang nyaman lagi untuk berdiri, setidaknya saya sudah puas melihat beliau dari jarak dekat.

Terimakasih Pak Habibie, untuk segalanya. Terlebih untuk inspirasi yang kau cipta…
Terimakasih Oom Adri, jangan kapok ya membawakan kami (Makassar) orang2 Hebat!
Dan, Terimakasih Allah… sudah mengatur jodoh saya bersama Bapak kebanggaan saya itu.

16 comments

  1. terbayar sudah sebuah perjuangan yang dibalut dalam kesabaran hingga pada titik kebahagiaan ketika tatapan mata itu masuk kedalam relung yang menggoreskan penah keindahan penuh makna

    ReplyDelete
  2. kalau udah benar-benar penggemar berat memang yah.. apapun dibelain. Apalagi ketemu orang macam BJ Habibie, mantan presiden kita juga

    sayang pas saya nggak di Makassar,
    kebetulan 2 minggu terakhir februari saya ada kegiatan di makassar loh!. kira2 pak Habibienya masih ada nggak ya? (_ _")

    ReplyDelete
  3. @bANG pAKIES: wooowww.. coretan abang singkat dan sarat sekali, mains. thanks sudah berkunjung kerumah saya :)

    @irul-green: selamat datang :)

    @Gaphe: wah, ada acara apa dimakassar? belakangan disini cuaca agak ekstrim loh (buat info saja)

    tapi kalau pak habibie ya udah jelas saja kagak ada toh mas... hehe

    ReplyDelete
  4. hohoho, nge-fans sama pak Habibie yah..
    Alhamdulillah kalo gitu, aku iku seneng liat sampeyan udah berhasil ketemu langsung sama orangnya :D

    btw, tulisan blog sampeyan kecil2 amat sih..?oh ya, suka sama buble juga yah..?

    ReplyDelete
  5. halo! :D

    wahh sama yaa, saya juga ngefans sama pak Habibie. Kemarin juga sempat kegramedia untuk ikut booksigningnya. Seru sekali yaaaa. Hehehe

    ReplyDelete
  6. @yen: yup... sangat Ngefans dan senang bisa ketemu langsung. well, tulisan di blog saya memang dipilih yang kecil2, soalnya kalau saya posting suka yang panjang sementara gak begitu suka pake read more. hehe, jadi yah biar 1halamannya gak begitu menjulur kebawah sih, heheh

    @hartinah: ohh dari makassar juga yah, pastilah bisa membayangkan betapa crowdednya gramedia saat itu *seperti yg ada dalam tulisan saya tentunya ;p

    ReplyDelete
  7. Kereeeen,,, mo liat dooonk skrinsyut ttd nya Pak Habibie. Saya jg nge-fans heheheee

    ReplyDelete
  8. oye mbak..
    Pak Habibie kan orang Makassar yak?
    kalo istrinya?

    ReplyDelete
  9. congrats syam..pertemuan yg memperkaya jiwa

    ReplyDelete
  10. @mila: next post saya aplot foto tanda tangannya yang ada dibuku saya yah, hehe... thanks dah mampir disini ;p

    @Yudi: Kalo pak Habibie itu aslinya orang Pare-pare, kira2 3jam dari kota Makassar. tapi Bapaknya Pak Habibie di makamkan di Makassar. kalo istrinya (Alm. Ibu Ainun dari bandung deh kalo gak salah, alumni FKG UI).

    @tante Fem: Amin tant, senang tak terkira... :D

    ReplyDelete
  11. thanks for this nice post 111213

    ReplyDelete
  12. thanks for this tips

    ReplyDelete
  13. waduw koq bs nya ya sy ketinggalan info,,,kaan beliau dtg???

    ow dodoee....

    smg beliau diberi umur panjang dan bs melihatnya langsung...

    ReplyDelete