Powered by Blogger.

Pulau lanjukang: Berlibur di Surga

Jauh hari sebelum saya memutuskan untuk ikut berlibur bersama teman-teman dari Komunitas Backpaker Makassar, saya sudah memiliki rencana liburan bersama Alfia ke Pantai Bira tetapi karena sesuatu dan lain hal rencana besar itu yah hanya menjadi sebuah rencana, entah kapan realisasinya. Hahaha… “next lah sayaaam, kita paksakan jodoh mempertemukan kita”


Adalah Pulau Lanjukang; Liyukang; Lacukang tujuan libur saya pada week end pertama dibulan Maret ini, walau orang-orang yang akan bersama saya nantinya adalah orang-orang asing yang sebelumnya tidak pernah saya temui tapi tidak menyurutkan semangat saya untuk ikut serta. Pokoknya tanggal merah selain hari minggu itu adalah waktunya menjauh dari Makassar, melupakan penat dan rutinitas.

Sabtu 05 Maret, Pukul 05:57… saya diantar oleh adik menuju meeting spot yang telah disepakati bersama pada malam Tehnical Meeting, Depan Hotel Pantai Gapura. Saat tiba disana, masih gelap dan tak ada orang *kecewwwaaaa* padahal menurut perjanjian rombongan akan berangkat pukul 06:00 pagi, untuk menghindari ombak yang menggila. Tak lama muncul-lah Aan (yang belakangan saya tahu dia seorang koki handal) dengan keramahan yang luar biasa, okelah… setidaknya saya tak menunggu sendiri.


Kira-kira pukul 08:lewat-lewat… setelah semua berkumpul dan berdoa bersama, kami Tracking menuju dermaga Kayu Bangkoa. Di sana pun kami tak langsung berangkat, masih ada hal-hal tekhnis yang harus dibereskan dulu; bensin, minyak tanah, perlengkapan snorkeling, bahan makanan, camilan, foto2, sarapan, dll… semua itu perlu sebelum kami berangkat menuju keterasingan *halaah*

Kembali saya tak mencatat waktu pasnya, tapi kira-kira pukul 10 kurang kami berangkat menuju Pulau Lanjukang dengan mengendarai Kapal Rahmat Kurnia Ilham, akhh… saya mulai merasa Speechless dari sini, ini adalah kali pertama saya mengendarai kendaraan laut. Huaaaaa… 

Dari Makassar menuju Pulau Lanjukang memakan waktu 3 Jam-an dengan menggunakan Kapal mesin “standar”, dan rombongan kami tiba sekitar pukul 13, dan sebelum kapal merapat tereeeeeng.. Allahuakbar! Terlihat hamparan pasir putih, yang benar-benar putih dikelilingi dengan air laut berwarna kehijauan, terlihat pinus dan pohon kelapa yang seolah melambai mengucapkan selamat datang kepada kami. Subhanallah, ini amazing! Beautiful! Awesome! Saya Speechless, laut memang punya daya magis tersendiri buat saya… untuk sementara, inilah surga bagi saya.


Setelah kapal merapat, kami gotong royong menurunkan barang bawaan dan dikumpulkan pada satu bale-bale, kemudian secara berturut-turut; masak, sholat Zuhur, main games, makan siang, memakai sunblock, pasang masker/google dan snorkel and… blub blub blub… ahhhh, kereeeeen! Mengingat pulau ini kecil, kami berenang tidak berkelompok (mungkin hanya saya saja kali yah) serasa reservasi pulau, tidak ada yang lain selain kami dan penduduk lokal. Entahlah dimana spot yang cantik karangnya, pokoknya setiap sudut saya menceburkan diri barang 10-15 menit kemudian pindah dan nyebur lagi. Hahaha… +puasss puasss puassss! Tapi sepanjang saya berenang memang tidak ada karangnya, yang ada hanya binatang laut semisal rumah kerang, dan ikan kecil dan pasir putih dengan tekstur yang agak kasar.

Pukul 04 lebih, saya ikut rombongan yang menyewa perahu kecil menuju tengah laut. Naaah, dari sini terlihat ikan biru nan mungil melompat-lompat dengan cantik, tapi ilmu berenang saya cetek! Tak ada pelampung, ombak besar pula jadilah saya hanya terdiam di atas perahu bersama 2 orang yang mungkin merasa seperti saya. tapi menurut mereka yang snorkeling di spot ini, karang yang ada susah rusak. Dan semakin diperjelas oleh si bapak yang empunya perahu bahwasaya tempat ini sudah sering diBOMoleh orang orang asing dengan tujuan mengeksploitasi laut, seperti yang samar diberitakan di tv. Akhhh! Terkutuklah mereka…


Well… pernah mendengarkan nyanyian alam? Saya pernah, Saat mesin perahu dimatikan ditengah laut saya mendengarkannya dengan Khidmat. Rasanya seperti… Damai! Inilah ketenangan yang riuh yang tidak pernah saya temukan sebelumnya.

Hampir sejam kami berlayar mengelilingi pulau, di ujung Barat ada bangunan tinggi di kelilingi oleh pohon-pohon pinus dan kelapa, nama kerennya Mercusuar. Di sisi Timur terlihat pohon-pohon kering yang tumbang akibat abrasi luar biasa dipulau ini. Ditengah pulau merupakan konsentrasi penduduk lokal untuk bermukim, 11 rumah penduduk, 2warung kecil dan 1 Mushalla. Asli mantaaaap!


Dimalam hari… suasana sesaat berisik akibat mesin genset yang dinyalakan. Maklum dipualu ini tak ada listrik, sementara di Agenda kami ada acara Nonton bareng. Sebelum acara nonton dimulai kami duduk berkumpul mengelilingi api unggun, berkenalan dan bercerita. Terasa hangat dan membikin saya makin penasaran dengan MB. Dalam hati saya berucap “selamat datang di Makassar backpacker syam…”

Hal yang paling saya sesalkan adalah, pertama; tak dapat view Sunset yang kereeen untuk diabadikan, kedua: tak juga mendapatkan view Sunrise yang mantap untuk di jepret dan ketiga; saya tidak ikut berjalan menyisir pulau sampai ke mercusuar bersama rombongan, saya memilih untuk kembali berenang dipagi hari. Huaaaaaaa…! Tapi setelah meyakinkan diri akan kembali lagi ke pulau ini, yah saya bisa tenang lah… Saya akan kembali pemirsaaa! Entah kapan, setelah niat selebihnya tinggal mencari kesempatan bukan? Amiiin.


Minggu, 06 Maret 2011 sekitar pukul 10:00 setelah makan siang, packing dan foto-foto bersama kami pulang menuju Makassar. Selamat tinggal Lanjukang… 

Big Thanks buat anak2 MB, walau kita belum begitu hangat tapi ini kereeen. 

Muaccch!

2 comments

  1. hai, salam kenal mbak...
    foto-fotonya keren, dan membuat saya makin tertarik sama dunia fotografi...
    sukses buat blog dan hobbinya
    :)

    ReplyDelete