Powered by Blogger.

Keputusan Besar


#Renungan 1

Dan akhirnya saya memutuskan untuk tidak mengambil keputusan besar itu. Saya sudah memikirkannya masak-masak, saya sudah sharing dengan beberapa sahabat yang telah lama mengenal karakter saya, saya pun sudah meminta orang tua untuk mendoakan yang terbaik untuk saya dan terlebih lagi saya sudah meminta petunjuk kepada sang maha pemberi petunjuk. Dan akhirnya saya dibuat yakin, melalui sebuah bencana besar.

Beberapa hari yang lalu saya sedang kalut, perasaan tidak nyaman membuat saya merasa tidak benar-benar hidup. Bekerja pun jadi kurang fokus, memang saya terlalu mengagungkan idealisme saya yang masih terlalu banyak dibaluti egoisme. Bisa jadi ini hanyalah emosi sesaat, yang harus saya lakukan bukan pergi tapi bertahan dan belajar mengendalikan dan menempatkan ego. Jika saya pergi dan melepas apa yang saya jalani sekarang, itu berarti saya kalah dan lagi menjadi sesuatu yang pasti mimpi besar yang selama ini saya tanamkan dalam hati dan pikiran saya pun akan pergi tanpa saya tahu kapan dia akan mendekati saya lagi.

Saya percaya, pengorbanan itu perlu untuk mendapatkan sesuatu yang lebih besar nantinya. Saya hanya perlu belajar banyak dari setiap episode kehidupan yang saya jalani, saya perlu bersabar dan Ikhlas. Ini adalah bagian dari kisah saya nantinya yang akan saya ceritakan dengan bangga kepada anak cucu saya sebagai pembelajaran untuk mereka. Hey world, I’m ready to Fight!

# Renungan 2

Saya tak akan menceritakan kejadian hebat yang telah menimpa saya beberapa hari ini yang pada akhirnya merubah keputusan saya untuk tidak mengambil Keputusan Besar itu, saya hanya ingin berbagi hikmah bahwasanya Allah itu akan selalu menjawab pertanyaan-pertanyaan ragu kita dengan kejadian-kejadian yang mungkin kita anggap sebagai bencana besar, dan itulah jawaban terbaiknya, petunjuk yang Dia berikan melalui komunikasi intim antara Tuhan dan Hambanya. Allah akan selalu hadir dalam setiap kesusahan yang kita alami melalui ketenangan yang Dia ciptakan dalam diri kita dan ketulusan yang Dia titipkan kepada orang-orang baik disekitar kita. Terimakasih.

Hanya karena kami kurang mengenal-Mu, lantas kami berjalan dalam kesendirian. Sendiri dalam menjalani hidup dan kehidupan, sendiri dalam mengatasi hidup dan kehidupan.

Andai kami mengenal-Mu dengan baik, sebaik pemahaman hari ini dan sebaik yang Engkau Pahamkan kepada kami, tentu kami tidak akan berpaling dari diri-Mu dan senantiasa minta ditemani. Engkau terlalu berharga untuk kami abaikan. Engkau terlalu berharga untuk kami lupakan. Dan kami menjadi terlalu bodoh bila tak mendekat dengan-Mu. Engkau bisa menghilangkan penderitaan kami dalam sekejap. Engkau bisa menghapuskan kesalahan-kesalahan kami dengan sekejap. Engkau bisa sembuhkan penyakit-penyakit kami semudah yang Engkau mau. Itu karena Engkau demikian kuasa. Kekuasaan-Mu tidak pernah terbatas dan tidak pernah bertepi.

Ust. Yusuf Mansur, Kun Fayakun Hal: 118.


6 comments

  1. saya tidak terlalu mengerti mbak,
    tapi saya rasa mbak lagi dalam dilema besar, mungkin lebih tepatnya sudah mengatasi dilema itu tapi sudah siap dengan semua konsekwensi dan yakin tidak akan ada penyesalan di kemudian hari..

    yang saya salutkan ya keyakinan mbak itu, gak tergambar sedikitpun sebuah penyesalan, bahkan dengan lantang menyatakan siap bertarung..

    semakin penasaran dengan dirimu mbak..!

    (btw, bukannya sombong, saya sengaja krn kemarin baca mbak lg sibuk, sedang dalam proses)

    saya dukung selalu mbak..!

    ReplyDelete
  2. sangat implisit, saya sama sekali ga paham -.-

    ReplyDelete
  3. Yudi >>> Terimakasih yah, tumben omongannya ngena dihati banget. hahaha...

    jangan penasaran sama saya, bisa-bisa kamu mati penasaran :)

    Mbak yen >>> kalau sy frontal disini, maka ada pihak yang namanya tercemarkan. cukup saya berbagi hikmah disini

    ReplyDelete
  4. tapi hikmahnya pun saya ga nyambung ini, hehe :p

    ReplyDelete
  5. salam kenal, aq Follow Rumahnya ya... mohon kunjungan balik ke Rumahku dan Follback yah..hehe

    memang susah ya mba, memutuskan sesuatu, apalagi itu keputusan yang sangat besar, tetep semangat ya mba...

    ReplyDelete