Powered by Blogger.

Ini Tentang Mimpi, Tentang Janji dua Sahabat Kecil

Namanya Besse Nilakandi, dulu saya sering memanggil dia Besse atau kalau bukan Kandilo kalau sekarang saya nyaman memanggil dia dengan sebutan Kandi saja. Dan nasiblah yang mempertemukan kami dibangku sekolah lanjutan tingkat pertama, waktu itu bulan Juni 1998 sekitar 13 tahun yang lalu.

Hanya tujuh hari dia lebih tua dari saya, dia lahir tujuh hari lebih cepat dari kelahiran saya. Sifat kami hampir sama, mungkin itulah magnet yang makin mendekatkan kami saat itu. Belasan tahun yang lalu kami adalah pasangan sahabat yang selalu bersama dengan balutan seragam putih biru. Saya jago Matematika dia Jago Menggambar, rambut gelombang saya selalu terikat rapi dia selalu menutup rambut lurusnya menggunakan topi biru khas anak SMP, saya suka menghabiskan waktu dengan mengisi TTS dia suka main basket. Dirumahnya semua anggota keluarga perempuan berawalan dengan nama Besse, sementara dirumah saya semua anggota keluarga berawalan nama Syam. Kadang kami duduk sebangku kadang selisih sebangku, tapi kami dekat.

Dan juga nasiblah yang memisahkan kami pada akhirnya… setelah lulus dari SMP kami harus melewati tingkatan selanjutnya. Saya lulus di SMUN 02 Makassar, dia di SMUN 03 Makassar. Selama tiga tahun menjalani masa SMA itu kami tak saling mengirim kabar, yah waktu itu kami belum dibekali oleh teknologi seperti sekarang. Handphone adalah barang mewah, saya juga masih buta Internet. Kesibukan disekolah masing-masing makin menambah alasan untuk kami tidak punya kesempatan saling mengunjungi. Dan semuanya berlalu, aku dan dia menjalani hidup masing-masing. Yah, pada dasarnya mimpi kami mungkin sama, hanya kami harus menjalani cara yang berbeda untuk dapat menggapai semuanya.

Tiga tahun… empat tahun… dan lima tahun berselang. Akhirnya pada suatu siang kami kembali berjodoh! Saya menemukan dia! Sahabat kecil saya, hmmm… senang mungkin ada tapi tertutupi dengan rasa kagok yang jauh lebih besar. Dia, Kandilooo sahabat saya sekarang berubah wujud menjadi gadis cantik dengan badan yang tak banyak berubah dia tetap tinggi dan kurus. Rambut jatuhnya tak terlihat lagi, yah sama seperti saya diapun telah berhijab sederhana. Kami saling melempar senyum dan saling memperkenalkan diri, Saya kuliah di Jurusan Akuntansi angkatan 2004 dan dia kuliah di Jurusan Arsitektur angkatan 2004. Ternyata kami kuliah di Kampus yang sama, Universitas Hasanuddin.

Dan setelah pertemuan singkat itu, kami kembali terpisah. Bertahun tahun lamanya.

Entah bagaimana proses awalnya, entah kapan kami saling bertukar nomor telepon, entah siapa yang mencari siapa. Akhirnya Ramadhan 2010 lalu kami kembali bertemu, dia seorang pekerja proyek dan saya pekerja swasta. Saya dan dia ikut serta dalam kegiatan bakti sosial yang dilaksanakan oleh salah satu komunitas onliner di Makassar (@daengkops). Setelah buka puasa dan beramah tamah, kami memisahkan diri menuju Pizza Ria Café, ditempat inilah kami kembali bercerita siapa dia dan siapa saya selama ini. tentang pencapaian kami dan tentang mimpi-mimpi kami masing-masing. Dia benar-benar menjadi sosok wanita dewasa. Dan setelah malam ini, kami lebih intens bertemu. Tempat Favorit kami berdua adalah McD! Yeayy.

Dia pecinta Backpaking dan saya suka travelling, apapun namanya kami suka mengunjungi didaerah-daerah baru. Pada suatu pertemuan dibulan Januari 2011, kami pernah merencanakan untuk melakukan Explore Indonesia bersama-sama, saya bersama Nikon D3000 saya dan dia bersama Nikon D3100nya. Wilayah yang akan kami jajahi adalah Lombok & Bali pada bulan September 2011. Yah, rencana tinggallah rencana… secara berturut-turut di bulan April dan Juli 2011 saya mendapatkan kesempatan berlibur gratis ke Bali bersama rombongan kantor. Mungkin berlebihan jika saya bertandang kedaerah Bali lagi ditahun yang sama toh diapun sudah pernah menjelajahi pulau Bali, maka dari itu kami mengganti wilayah dengan merancanakan untuk Explore Wakatobi di bulan September 2011. Setelah dia Resign dari kantornya.

Banyak kisah sebagian-sebagian yang kami cipta, jika dikumpulkan menjadi semacam benteng yang penuh dengan janji-janji bersama. Saya menjanjikan banyak hal pada dia, dia pun sebaliknya menjanjikan banyak hal pada saya. mulai dari hal sepeleh hingga hal prinsipil dalam hidup. Kami pernah berjanji untuk membeli baju dengan bahan jeans dengan model yang sama untuk kami gunakan saat hunting foto bersama. Dia berjanji, akan segera membeli sepeda untuk menemani saya bersepeda. Saya pernah berjanji untuk mengajak dia turun ke pasar dan mengambil foto-foto suasana pasar, diapun berjanji untuk menjodohkan saya dengan teman SMP kami dulu (bonus ini mah), dan kami pernah sama-sama berjanji untuk mengunjungi rumah teman-teman kecil kami saat SMP dulu satu persatu.

Diawal Oktober 2011, kami kembali bertemu. Alhamdulillah, saya terperangah melihat penampilan barunya. Sekarang dia sudah berbalut busana yang lebih muslimah, sebelumnya Jilbabnya itu lumayan pendek sama seperti saya, sebelumnya dia juga masih menggunakan jeans sebagai bawahan dan baju kaos sebagai atasan dan sekarang dia menggunakan gamis. Apa pembahasan kami malam ini? bahwa dia tidak akan pernah bisa lagi memenuhi janji janji yang telah kami susun tempo hari, bahwa dia adalah manusia dengan jutaan mimpi dunia tapi perlahan-lahan akan melepaskannya. Sekarang dia adalah sosok yang telah mantap untuk berhijab lahir dan batin. Dia akan menggunakan hijab yang lebih besar, dan jika memungkinkan akan menyegerakan untuk menggunakan cadar. Subhanallah, saya terharu. Disatu sisi saya akan kehilangan teman sejalan dilain sisi dia telah mendapatkan hidayahnya untuk berubah menjadi lebih baik. Tapi jujur saya merasa kehilangan. Saya masih berharap banyak tentang janji-janji itu.

Seminggu yang lalu, sebelum saya mantap memutuskan untuk ikut exploring Bangka Belitung di akhir Oktober 2011 nanti, saya sempat bertemu dia menanyakan pendapat dan memastikan kembali tentang janji penjelajahan kami *berharap dia berubah pikiran barang beberapa bulan dan menemani saya* tapi tidak, dia benar-benar mantap dan lagi banyak hal yang membuat dia tidak lagi akan berkeliling Indonesia ala backpaker seperti biasanya. Masih banyak hal yang lebih penting yang harus dia selesaikan saat ini, dan itu yang menjadi prioritas.

Sambil menikmati potongan-potongan kentang malam itu, dari Blackberrynya kemudian dia memperlihatkan sesuatu untuk saya. Sebuah Hadist Nabi yang bunyinya seperti ini:

“Lakukanlah apa yang kalian inginkan, masing-masing orang akan dimudahkan menuju takdirnya yang telah ditetapkan baginya” (At-Tarmidzi)

#Jleb #dalem

12 comments

  1. Masya Allah... aku terhnanyut membaca critanyaa.. entah senang atau tidak, aku tak bisa menentukannya... sungguh sebuah persahabatan yang sangat indah.. :)

    ReplyDelete
  2. Setiap orang memiliki takdir dan jalan hidupnya masing-masing.
    Dimana di Makassar? aku juga dari Makassar loh

    ReplyDelete
  3. Persahabatan yg terjalin lama dan tak lekang oleh waktu... kalaupun kini ada 'perbedaan' aku rasa tak akan membuat kalian menjadi jauh kok. :)

    ReplyDelete
  4. hebat :)
    semangat terus yak 2 sahabat kecil :D

    ReplyDelete
  5. @ mb' Reni: sepertinya begitu... saya haanya perlu belajar membiasakan diri dengan "diri"nya yang baru :)

    @ uchang: makasih cang :)

    ReplyDelete
  6. menarik catatanya mbak, dua sosok wanita perkasa yang (berusaha) mengumpulkan perca-perca harapan dan mimpi. semesta mendukung dua sosok ini...

    salam hangat

    ReplyDelete
  7. Aku jadi kangen sama yg namanya teman sejati,soalnya kebanyakan yang aku temukan skrng bukan sejati tapi ada di saat kita diatas saja tapi ketika terpuruk hilang bagai angin lalu yang tidak bsa di rangkul

    ReplyDelete
  8. Wuaduh, saya jadi pengen ketemu lagi ama temen2 SD saya nih... TT__TT
    Terakhir kali reunian udah cukup lama sih... pas ada satu temen SD saya yg nikah.. :(

    Eh eh, itu kamera D3000 kamu dipasangin lensa apa? Penasaran... :)

    ReplyDelete
  9. @ Patta : terimakasih, mestakung! :)

    @ Andy : kalau km blum lagi menemukan teman sejati, maka jadilah teman sejati untuk temanmu. dengan bgitu bakal km temukan lagi deh :) hehehe

    @ Asop : D3000 punyaku masih pake lensa bawaan, kit 18-55. Cuman sy pake filter UV biar lensanya terprotect dan bikin warna jadi tajam

    ReplyDelete