Powered by Blogger.

Belitongtrip #13; Pulau lengkuas - Belitung utara


Lengkuas adalah pulau kecil, terletak di arah Utara desa Tanjung Binga. Luas totalnya kurang dari satu hektar. Di seputar pulau ada banyak pulau batu-batu granit yang bisa dicapai hanya dengan berjalan kaki melintasi laut yang dangkal dengan kedalaman kurang dari 1.2m. Struktur batu-batu granitnya juga unik dan berbeda dengan tempat-tempat lain dengan kombinasi pantai yang berpasir putih dan pepohonan. Air lautnya benar-benar jernih, anda bisa dengan jelas melihat ke dasar laut termasuk ikan-ikan yang berenang didalamnya. Ini adalah tempat yang menyenangkan untuk bermain di air laut atau snorkeling (Source: Google/Random)


Foto: Kaki Gatel

Yup, Pulau lengkuas memang pulau kecil dan cantiknya luar biasa! Mahkota dari lengkuas ini adalah mercusuar yang tinggi menjulang di tengah-tengah pantai yang dibangun oleh pemerintah belanda pada tahun 1882, disisinya terdapat banyak batu-batu granit dengan berbagai macam ukuran dan tentunya dibalut oleh pasir putih dan pohon kelapa yang tersebar disepanjang pantai. Berenang di pulau lengkuas merupakan satu cita-cita terbesar saya, saya lupa apa motif dibalik cita-cita ini, dan Alhamdulillah saya bisa melaksanakannya… tiba di lengkuas, hoop! Saya berbasah-basah ria, agak mengerikan juga sih sebenarnya karena saya membawa Nikoy (Kamera) bersama saya. ini dilematis, antara mau mengabadikan setiap penjuru atau menikmati asiknya bermain air secara bebas. Hahahay!


Foto: Bayu Murti

Apa yang kami lakukan dilengkuas? Yup… berfoto-foto ria! Kami melompati satu batu ke batu yang lainnya untuk mendapatkan best Angle, hahaha tapi asik lohhh tak terasa keringat bercucuran deras membasahi badan. Panasnya juga luar biasa, tapi ya sudahlah… semua bercampur bersama kekaguman terhadap panorama lengkuas. Tidak ada yang mengeluh, semua menikmatinya. Waktu jalan menuju batu di sisi pulau tadinya saya kira airnya cetek, ternyataaa huhu… sepinggang! Saya membawa dua tas, tas kamera dan tas kecil yang selalu saya bawa. Huhuhuu, tas saya terendam padahal HP Nokiem saya ada didalamnya, hiks… untung tas kamera saya tetap pegang diatas kepala. Akhirnya saya memberatkan si Boy deh untuk menenteng2 tas kamera saya, berhubung dia tidak punya barang bawaan. Tapi kenapa saya tak begitu perduli yah? Hahaha… dasar!


Foto: Bayu Murti

Foto-foto sudah, dan kami bermain bola pantai. Entah apa nama permainannya yang jelas kami membagi diri dalam beberapa kelompok dan memperebutkan bola, hahaha… asiklahhh. Panasnya nampool permainanya juga pool. Sementara kami bermain, beberapa orang yang memang tidak ingin berbasah-basah ria memilih untuk duluan menaiki mercusuar yang tinggggiiiiii itu. Saat mereka telah sampai di puncak mercusuar kami saling menyapa dengan melambaikan tangan, yah berharap mereka mengambil gambar kami dari atas. Hahaha!


Setelah puas bermain air, saya, Dee, Bayu, Boy, Rizky dan Teguh pun menuju mercusuar! Ayeeey… sebelum masuk ke pintu utama mercusuar ini kita akan menemui seorang Bapak setengah baya, dialah penjaga mercusuar yang dikabarkan merupakan penghuni tetap pulau lengkuas ini. Adapun prosedur memasuki mercusuar adalah, alas kaki dibuka kemudian kaki kita direndam dalam genangan air yang sudah disiapkan, setelah itu kita akan ditanya apakah membawa makanan atau tidak? Hal ini untuk menjaga kebersihan Mercusuar, sebelumnya sering ditemukan sampah yang sengaja ditinggalkan oleh pemiliknya.

Dan setelah memasuki bangunan tua ini… tereeeeng! Suara menggema pastinya, dan kita dibuat penasaran untuk menaiki setiap anak tangga yang ada. Saya pun dengan semangatnya menaiki anak tangga satu persatu, setiap lantai dipisahkan oleh 18 anak tangga. Di lantai 8 saya benar-benar ngos-ngosan, saya lupa bawa air. Dan saya mempersilahkan anak-anak lainnya untuk jalan duluan, dilantai 8 ini saya berhenti untuk istirahat sejenak. Saat duduk berdiam diri, Nafas saya memburu detak jantung saya abnormal gerakannya sangat kencang, saya benar-benar takut terjadi sesuatu dengan saya. saya hanya bisa menenangkan diri… berdoa agar saya baik-baik saja. Saya sempat terfikir untuk turun lagi, tapi… ada sesuatu yang Indah yang menanti saya diatas sana “belum tentu saya bisa kembali ke Belitung!” akhhhh, bayangan itu lagi… semangat syaaam semangat! dan saya pun dengan semangatnya menjajaki 10 lantai lagi sendirian, mungkin rombongan saya sudah sampai di Puncak.


Jadi, coba bayangkan… Mercusuar itu terdiri dari 18 lantai yang semakin keatas semakin mengkerucut. Setiap lantai dipisahkan oleh 18 anak tangga, sementara tiap anak tangga itu berjarak setengah betis orang dewasa. Apa anda sanggup menjajakinya? Tentunya sanggup dong, saya saja bisa! Dan sebelum anda mencoba anda terlebih dulu harus tahu apa yang akan kita dapatkan ketika kita berhasil menaklukkan 18x18 anak tangga, sebagai motifasi. Apa yang saya lihat? Subhanallah… indah! Indah yang lebih dari sekedar kata Indah, indah yang tak terwakilkan oleh saksi dari siapapun bertualang, indah yang tak bisa sepenuhnya terekam sebagaimana indahnya walau dengan kamera apapun. Benar-benar Indah! kalian harus melihatnya sendiri. Perjuangan saya tidak sia-sia hingga bisa sampai diatas mercusuar ini.


Selesai menikmati panorama dari atas mercusuar, turunlah kami… turunnya malah lebih enteng. Tak ada beban, hahaha… hanya sebentar saja sampailah kami. Dan waktunya makan siang, dibawah pohon kelapa yang sejuuk. Suasana di P. Lengkuas ini cukup ramai, banyak pendatang dari luar kota yang berkunjung. Yah namanya juga hari Minggu, dan P. Lengkuas ini adalah salah satu spot paling terkenal di Belitung.

Setelah menikmati indahnya P. Lengkuas, kami berlayar kembali menuju perairan lepas… asiiik^^. Tak beberapa lama meninggalkan P. Lengkuas, kapal melemparkan jangkarnya. Dan kita snorkeling di spot itu yang saya tak tahu (tak juga bertanya) dimanakah kami saat itu. Anggap saja kami berSnorkeling ria di perairan antah berantah. Hahaha… sebenarnya bukan kami sih, tapi mereka. Di Spot ini saya tak ikut serta.

Saat teman-teman terjun kedalam air satu persatu, saya mulai mempersiapkan diri mempersiapkan nyali. Padahal alat-alat sudah lengkap terpasang. Tak berapa lama, disaat saya sudah siap untuk lompat kedalam air tiba-tiba awan mendung datang, teman-teman yang sedang menikmati keindahan laut di Perairan antah berantah itu dipanggil satu persatu dan harus naik ke Kapal sekarang juga. Agak ngeri sih, tapi saya menikmati semua prosesnya… juga kepanikan-kepanikan yang tercipta. Setelah semua naik kekapal, kami kembali berlayar dan tereeeenggg! Hujan deras dan ombak yang kian bergelombang menemani kami berlayar menuju Pulau Burung. Makin kereeeenlah perjalanan saya kali ini, kapan lagi saya berlayar dibawah Hujan deras dan awan mendung menghitam. Saya benar-benar menikmati setiap detik dan titik air yang turun, romantisnya OVER! Hahaha… dan semakin sempurnalah saat Bola plastik yang kami bawa terbang dibawa angin dan tenda kapal kami robek karena menahan angin. Aaaahhhh, sukaaaaa! This is an Other best moment in Belitung Island!

Bersambung...

No comments