Powered by Blogger.

Belitongtrip #14; Pulau Burung – Belitung Utara

Hujan masih mengguyur sisi Utara Pulau Belitung, saat kami tiba di Pulau Burung. Kapal mendarat dan kami lari berhamburan menuju teras penginapan yang berdiri tunggal dan kokoh di Pulau Burung ini, kami berteduh menahan gigil yang mengusik. Masih ada kue sisa sarapan tadi pagi, yang menjadi lebih enak saat dingin begini. Kami makan rame-rame, dan satu hal yang juga unik dari rombongan ini adalah sistem sharing minuman, yah… satu botol untuk semua. Dalam beberapa hari kita disulap sudah seperti saudara. Yang jago pasti Komandannya dong, bang Arta gitu loooh!

Hujan mulai reda, tertinggal titik-titik air yang jatuh satu-satu. Dari teras resort tempat kami berteduh ada jembatan menuju pantai dan mulailah kami menceburkan diri satu persatu disana, saya masih lengkap dong dengan live jacket saya. maklum tak bisa berenang… tapi saya menikmati bermain air di daerah yang dalam, karena berenangnya berjamaah dan hanya ada kami dong. Kami bermain seperti anak kecil yang lari dari tugas tidur siang, bebas menertawakan hal-hal lucu, yang cowoknya sibuk lompat gaya dari balkon ke dalam air yang paling jago dialah Bayu Murti yang terkenal sebagai pengarah gaya disetiap pose pengambilan gambar rombongan. Tadinya kami berniat untuk memutari P. Burung ini dengan berenang, tapi ditengah jalan Iman dan Novi malah terkena sengatan Ubur-ubur, kasian mereka. Iman malah teriak-teriak menahan sakitnya sengatan itu, untung ada ibu-ibu yang memberikan pertolongan pertama dengan tepat. Tadinya sih mau disiram air kencing, tapi gak ada yang kebelet pipis.

Setelah puas berenang dan bercanda dalam air, kami bangkit dan mengambil botol-botol aqua yang telah diisi dengan air plus Holly Powder tadi. Tereeeeng! Saatnya bermain Holly colour… semua berganti baju dan memakai kaos putih, saya mendapat jatah memegang warna biru, dan kembalilah kami larut dalam candaan khas bocah-bocah cilik. Saling menyiramkan air berwarna warni satu sama lain, berlari menghindar satu sama lain, yang curang adalah Bang Artha dia akhirnya berhasil mengoleskan bubuk berwarna hijau ke muka saya sebagai salam perkenalan “jauh-jauh dari Makassar nih” itu komentarnya waktu berhasil membuntuti saya dari belakang. Hahaha… alhasil! Baju kami yang tadinya berwarna putih berubah menjadi warna warni, dan dari semua motif cipratan warna terbaik adalah di bajunya Atria… hahaha, kereeeeeen! romantis dan fantastis!

Disini juga Teguh mengalami kecelakaan ringan, saat dia menghindari serangan kami yang ingin mengeroyoknya dengan cairan warna-warni. Bang Arta terlalu semangat menerkamnya, jadilah dia tertindih dan behelnya bergeser. Giginya goyang dan berdarah, bang Artha sempatlah panic. Hahaha…

Bersambung...

No comments