Powered by Blogger.

Belitongtrip #15; Pulau Babi – Belitung Utara


Foto Punya Bayu Murti

Setelah puas bermain di Pulau Burung, kapal berlayar menuju pulau Babi… huh yeaah! Apa yang kami lakukan disini? Hanya duduk sekitar lima menit foto-foto dan kembali berlayar, padahal saya penasaran kok pulau sekecil ini bisa dinamai pulau Babi? Saya tak melihat satupun Babi yang wara-wiri, batu yang menyerupai Babi pun tidak. Whateverlah yah… yang pasti Batu disini lebih lapang. Tetap dengan vegetasi khas pantai, dan pasir putih mengelilingi pulau ini. Saat kami tiba di P. Babi, ada beberapa orang yang sedang asyik bersnorkeling ria. Dan kesimpulannya, Kemanapun mata memandang yang ada yah, INDAH. TITIK…


Foto Punya D Dee Kuswidyastuti

Setelah berlayar Tak jauh dari P. Babi, jangkar diturunkan dan itu artinya snorkeling time! Yuhuuuu… mereka turun satu persatu, dan sayaaa? Huhu… masih belum bernyali. Tapi katanya ini spot terakhir dan kita akan kembali ke Tanjung Kelayang, dengan berat hati dan penasaran yang menggebu akhirnya saya nyemplung juga. Tanpa VIN, saya hanya menggunakan kacamata renang dan Live Jacket. Waaaaahhh, panorama bawah lautnya boleh juga yah walau di bagian ini air tidak sejernih tempat pertama. Tak lama saya kembali lagi naik ke kapal, mengganti kacamata renang dengan alat Snorkeling… tak lupa mengambil satu bungkusan kecil nasi dan bereksperimenlah saya dibawah sana. Yang lain sibuk foto-foto dengan terumbu karang dengan kamera underwater Rizky dan Dee, saya sibuk sendiri dengan ikan-ikan yang menggerogoti kantong nasi saya. hahaha, nikmatnya tunggal! Tak ada kesempatan buat bernarsis-narsis ria, yang penting sensasinya terasa dalam dada #lebay

Tak lama bermain dalam air, waktunya pelayaran berakhir… yaaaaah, padahal lagi asyik-asyiknya. Saya pun naik lagi ke kapal dan Ups, huhu tanpa sepengetahuan saya celana yang saya pakai sobek. Untung yang menegur pertama kali adalah Dee dan saya masih berharap tak ada yang sempat melihatnya, aihhh AIB itu. Hahaha… salah saya memang tak menggunakan pakaian renang yah memang tak sukalah saya “terlalu ketat”. Saya justru menggunakan celana kain. Ini pelajaran buat saya!

Tiba ditanjung kelayang, kami mengantri untuk bilas badan satu persatu. sambil menunggu ada yang menikmati Kelapa Muda, enaklah… cukup mengembalikan energy yang hilang. Pukul Enam kurang, kami semua sudah siap sedia meninggalkan Tanjung Kelayang. Huhuhu… masih tersisa satu itenary lagi sebelum meninggalkan P. Belitung, baying-bayang perpisahan pun sedikit-sedikit menghantui… aaaaahhhh waktu yang kita sangat nikmati kadang berlalu terlalu cepat.

Bersambung...

No comments