Powered by Blogger.

Belitongtrip #1: Cerita permulaan

Pukul 20: 15, tepat seminggu yang lalu saya sedang berada diatas Damri jurusan Bandara Soekarno Hatta menuju Pasar Minggu. Ini adalah pengalaman pertama saya naik kendaraan umum di Kota besar Jakarta, kota yang katanya sangat rentan dengan tindak kriminal. Jujur saya sedikit takut, tapi saya tetap memberanikan diri dan mensuggesti diri tidak akan terjadi apa-apa, toh tidak ada pilihan lain kecuali saya mau menginap di Bandara. Well, saya ingin bercerita tentang trip hebat saya ke negeri Laskar Pelangi… check it out!

Senin - 10 Oktober 2011, saya sakit dan terpaksa harus ijin dari kantor. Sambil istirahat iseng-iseng saya membuka-buka facebook, dan ternyata saya menemukan invitasi ngeTrip bersama team Kaki Gatel menuju Pulau Belitung. Waktu itu batas waktu pendaftaran sudah lewat, invitasinya pun sudah dari bulan September lalu, tapi setelah melihat jumlah seat yang terdaftar masih belum memenuhi batas Quota yang ditentukan, 3 seats available! Ohh tidaaaaakkk, saya harus ikut! Dan segeralah saya menghubungi Bang Arta untuk mengecek apakah saya masih mungkin untuk ikut di Trip itu. Dan Alhamdulillah, bisaaaaaaaaa!

Selasa - 11 Oktober 2011, dikantor saya kembali berfikir. Apakah saya benar-benar pengen ikut trip itu? Apakah saya bisa menikmati liburan yang jauh diseberang pulau sana bersama orang-orang yang sama sekali tidak saya ketahui siapa mereka? Okey! Saya memang benar ingin kesana, Pulau Belitung adalah satu dari beberapa destinasi impian saya. ini adalah jalan untuk menggapai impian itu. Dan saya pun berusaha mengajak teman yang juga hobby travelling sapa tau ada yang ingin ikut, tapi dengan alasan destinasi terlalu mendadak jadilah saya tetap sendiri. Akhhh, saya sempat mau mundur tapi karena Bang Arta nya yang juga sangat Pro Aktif menanyakan kesiapan saya dan transferan dana jika saya benar ingin ikut, saya pun terpaksa siap. Hahaha, terpaksa tapi pengen. Dan hari itu juga saya mengajukan cuti untuk tanggal 28-31 Oktober 2011.

Rabu - 12 Oktober 2011, setelah menyelesaikan pekerjaan kantor yang urgent saya menuju bank Mandiri. Eng ing enggg, hahaha… yah saya ke bank Mandiri dengan tujuan mencairkan dana TRM (Tabungan Rencana Mandiri). Niat banget yah saya, hahaha. Iya lahh, dari dulu memang saya sudah merencanakan beberapa destinasi dan membuatkan rekening khusus untuk membiayai impian saya itu. Berhubung Pulau Belitung adalah salah satu tujuan saya, tanpa rasa berdosa saya mencairkan TRM saya yang belum jatuh tempo. Alhamdulillah, uang yang terkumpul lebih dari cukup, lumayanlah yah potongan pengambilan belum jatuh tempo pun tertutupi dengan bunga TRM tadi dan Saya tidak perlu mengganggu gugat isi tabungan saya. Setelah angka-angka pada rekening TRM berpindah ke tabungan saya, dan membuka rekening TRM baru, saya pun langsung mentransferkan sejumlah uang ke bang Arta sebagai tanda keseriusan saya. Sisanya saya gunakan untuk membeli tiket PP UPG-JKT-UPG. Fiuuuhhhh, Belitung aku padamu!

Dua minggu lamanya saya menanti Trip ke Belitung, kadang ada rasa sesal karena telah mengambil keputusan terlalu terburu-buru, tapi kadang juga yang muncul rasa tak sabar lagi ingin menginjak negeri Laskar Pelangi itu. Campur aduk! Hahaha.

Mimpi adalah kunci
Untuk kita menaklukkan Dunia
Berlarilah tanpa lelah sampai engkau meraihnya

Kamis - 27 Oktober 2011, dan hari yang dinantikan pun datang! Tripnya dimulai pada tanggal 28 Oktober pagi, itu sebabnya tanggal 27 Oktober malam saya sudah harus di Jakarta. Sebelumnya saya sudah meminta sharing room dengan teman kuliah yang sekarang lagi stay di Jakarta, rumahnya didaerah Ragunan dan dialah Irma. Dikantor, setelah makan siang selesai saya bergegas pamit menuju bandara. Ada Sule yang mengantar, dan juga ada Sule yang bakal menjadi tandem dari beberapa pekerjaan saya yang mungkin harus diselesaikan ketika saya cuti, Thankyouu sule'. Dari Bandara Sultan Hasanuddin boarding sekitar pukul 15:30 WITA dan landing di Bandara Soekarno Hatta sekitar pukul 16:50 WIB. Waktu masih menunggu di Bandara sultan hasanuddin tadi saya masih sempat dihantui rasa takut, tentang bagaimana caranya saya bisa sampai dengan selamat di Ragunan, sendirian dan tak ada yang menjemput. Mengingat saya belum pernah naik kendaraan umum di Jakarta. Tapi anehnya justru ketika tiba di Bandara Soekarno Hatta, takut saya malah hilang. Setelah meninggalkan terminal kepulangan 1B saya menuju pangkalan Damri dan dengan gagah beraninya menaiki damri tujuan Pasar Minggu, sebelumnya saya sudah menanyakan beberapa teman tentang alternative jalan dan angkot dari Bandara Soetta sampai Ragunan. Kenapa saya tidak naik taksi? Yah kemahalanlaah… belum tentu aman juga kan.

Diatas Damri, saya masih tetap mencoba meminta bantuan. Sapa tau ada teman yang masih bisa dimintai tolong untuk menjemput saya di Pasar Minggu menuju Ragunan, Alhamdulillah ada! Dialah bang Bayu teman online juga dari tahun 2009. Kami sudah sangat akrab dan sudah pernah bertemu sebelumnya. Sebelum saya sampai di Pasar minggu dia sudah duluan disana. Perjalanan dari Bandara menuju pasar minggu sungguh membuat kepala saya ingin pecah, rasanya mual. Saya tak pernah selama itu ada dalam kendaraan raksasa yang berjalan terseret-seret. Saya benci macet!

Dari kejauhan sebelum Damri yang saya tumpangi bongkar muatan di Pasar Minggu, saya sudah melihat penampakan Bang Bayu bersama motor Mionya. Alhamdulillah… saya tak perlu menunggu sendirian terlalu lama di Pasar yang katanya juga lumayan menyeramkan ini. Setelah turun dari Damri, saya menemui dia dan bersalam-salamanlah kami, ngobrol sedikit dan huppp! Naiklah saya diatas motor Mionya tanpa helm loh! Ini jangan ditiru yah… hahaha, tapi ini pun menjadi salah satu pengalaman yang unik bagi saya: menyusuri sebagian kecil kota Jakarta dengan menggunakan Motor di malam hari. Seruuuu! Gilaaaa! Setelah sampai di daerah Ragunan, kami makan nasi goreng khas Jakarta sambil menunggu Irma datang. Ahhhh big Thanks deh bwat bang Bayuuu…


Dan akhirnya saya sampai juga ke tempat tujuan saya, Kostannya Irma! Menumpang tidur barang semalam untuk melanjutkan perjalanan panjang keesokan harinya. Tapi sial, yang harusnya saya beristirahat malah ini saya gak bisa tidur. Saya dan Irma ngobrol semalaman tentang hal-hal yang kami lalui masing-masing, kami pun sempat-sempatnya mengunjungi kantor Oxfam untuk mengambil Voucher taksi, beginilah jika dua sahabat lama tak bertemu. Yang biasanya kami cuman ngobrol via Whatsapp messenger skarang sudah saling tatap muka kembali, aahhhh rinduuuu! Besok subuh saya ada penerbangan dalam rangka Trip menuju Tanjung Pandan, dan dia pun ada penerbangan dalam rangka tugas kantor menuju Maumere, NTT. Kami manis bukannnn?!

Jam dua belas lewat saya memaksakan diri untuk tertidur, mengingat jarak antara Ragunan dan Bandara Soekarno hatta itu rata-rata ditempuh dalam dua jam dengan kondisi tidak macet. Besok pagi saya sudah harus checkin jam 5.20 itu berarti jam 4 kurang saya sudah harus dalam perjalanan menuju bandara dan juga berarti jam 3 subuh saya sudah mesti bangun dan bersiap-siap menuju bandara.

Selamat Tidur Irma, terimakasih untuk tumpangan dan cerita-ceritamu yang LUAAAARRR BIASAAAA!

6 comments

  1. tripnya penuh likaliku yang meng asyikkan.
    saya juga jadi terpacu nih :)

    ReplyDelete
  2. yup... tapi justru itu yg bikin lebih mengasyikkan :)

    ReplyDelete
  3. pertanyaannya :: dimana foto2 tripnya..????? ahhh bikin iri ajah di chaam..

    mampir jakarta gak hubungi ane yah.. wah kelewatan nih kopdar bareng cham.. hehehe..

    ReplyDelete
  4. Hahahha, sabar... ntar tripnya ada postingan khusus deh.... oh iyya kmaren itu sy kejakarta cuman transit 15jam jd gak sempat deh buka lapak bwat kopdaran. hihi... next time lah ya :)

    ReplyDelete
  5. laah baru kronologinya aja neh?. ditunggu ceritanya

    sumpah ngiri abis liat foto kamu dari kaki gatel. KEEWEEREEENNN

    ReplyDelete
  6. Hahahha... rencananya bakal bikin 4postingan phe ttg trip ini. hahahah, sabaaarrr.

    foto2nya bikin iriii? Yadonggg haruuusss... ahahah. ntar km ke lombok jg bakal bikin aku ngiri abissss!

    ReplyDelete