Powered by Blogger.

{Belitung} Selamat datang di Negeri Laskar Pelangi

Setelah perjalanan yang luar biasa dihari pertama mengunjungi banyak pantai dengan sensasinya masing-masing, saatnya untuk itenary hari kedua! Menyusuri lokasi laskar pelangi, ayeeeey!

Sabtu – 29 Oktober 2011, Pukul empat kurang saya sudah terbangun, Novi dan Mbak Maura pun ternyata sudah bangun duluan. Bisa dibilang kebiasaan bangun pagi ini pun merupakan hal langka setiap kali saya melakukan trip ke luar kota, saya suka dengan rombongan ini, tanpa asap! Bangunnya pun juara! Hahaha… setelah mengantri mandi, pakaian, kami pun bercerita satu sama lain sambil menunggu rombongan dari kamar lain selesai. Sesuai pesan dari komandan Arta, kami akan check out dari hotel pagi ini itu berarti semua barang akan kembali kami bawa persiapan untuk camping malam kedua. Packing yuk Packing!

Setelah Packing saya berniat mencari Aqua botol bersama mbak Diana, eh malah ketemu penjual bubur Ayam Bandung. Wew… langka ini. Dan sarapanlah kami di sini, enaaak sih… rasanya tidak berbeda dengan bubur ayam di Makassar yang juga dijual oleh orang asli bandung. Yang beda hanya suasananya, sensasinya itulohhh…

Oh iyya, berhubung karena Max mulai menderita karena kakinya itu jadilah dia akan diantar ke resort terdekat untuk menikmati Belitung ala Bule manja, hahaha… dia mulai kewalahan ikut trip ini. Tapi penduduk mobil avanza hitam tak berkurang dong, setelah Max di drop ke Baginda Hotel ada Mister Boy yang baru saja di jemput dari Bandara siap mengganti kedudukan Max di Mobil. Boy baru bisa bergabung dengan kami dihari kedua berhubung karena ada tugas kantor yang tidak bisa ditinggal “katanya sih”, hahaha…

Dalam perjalanan dari Tanjung Pandan menuju Desa gantung kita akan melihat banyak pemukiman penduduk khas Belitung. Rumah mereka nyaris sama satu sama lain, berbentuk kotak dan berlantai satu. Setiap menuju satu tempat kami melewati jalan yang berbeda, tapi identik. Dan sama seperti kemarin, saya tak melihat angkutan umum yang melaju bebas di jalan raya. Hanya ada mobil truk, mobil2 pribadi, motor dan sepeda.

#7 Bendungan Pice (Desa Gantung, Belitung Timur)


Bendungan ini berfungsi untuk mengatur aliran air sungai Linggang di Desa Gantong, bendungan ini dibuat oleh Belanda entah pada tahun berapa dan sudah di Rehabilitasi ulang pada tahun 2006 (info didapat dari papan informasi, hahaha… untung sempat di Jepret). Bendungan Pice ini sebenarnya bukan daerah wisata di Belitung, tapi berhubung karena bendungan ini ada dalam satu scene film laskar pelangi jadilah banyak tamu yang singgah untuk melihat-lihat dan mengabadikan kunjungan mereka disana. Rombongan kami juga dong, ndak boleh ketinggalan.

#8 Pasar Gantung (Desa Gantung, Belitung Timur)


Tak jauh dari bendungan Pice, kita akan disuguhi pemandangan Pasar tradisional khas kota Belitung. Samalah dengan pasar pada umumnya, padat dan beraroma khas. Kami singgah di pasar ini untuk menikmati Kopi Baba Akiong, salah satu tokoh yang ada dalam cerita Laskar Pelangi. Benar adalah dia teman kecil Andrea Hirata, seorang keturunan cina dengan kulit yang menghitam. Kontras tapi nyata, saya sebelumnya pernah melihat beliau di program Kick Andy Metro TV. Dia menyuguhi kami kopi racikannya sendiri, banyak pertanyaan yang terlontar tentang kisah laskar pelangi dan dia menjawab dengan ramah sambil terus tersenyum. Hmm, bukan tersenyum sih tapi mukanya memang muka senyum. “Lintang itu cuman karangan” begitu katanya…


#9 Daerah Festival Laskar Pelangi (Desa Gantung, Belitung Timur)


Foto Punya Kaki Gatel

Dibelakang Pasar Gantung, terdapat daerah yang susah saya definisikan apakah itu. Sepertinya semakin kedalam merupakan pemukiman penduduk PN Timah, kami hanya mampir sebentar untuk berfoto-foto ria di Bangunan menyerupai Rumah Adat pasca Festifal Laskar Pelangi 2010. Kalau saya tidak salah ingat dan tak salah duga didaerah inilah bekas gedung pertunjukan MPB yang diceritakan sebagai tempat menonton film Pulau Putri dibintangi S Bagio di dalam cerita Laskar Pelangi. Kalau pun salah maaf yah, saya lupa nanya sama Mbak Guidenya. Hehehe…


#10 SDN Muhammadiyah (Desa Gantung, Belitung Timur)


Foto Punya Kaki Gatel

Tidak berapa lama dari Pasar Gantung, kami memasuki daerah yang gersang. Panasnya nampol disini euy! Dan ternyata setelah mobil parkir, didepan mata kami di tunggu oleh bangunan tua bersejarah… replika SDN Muhammadiyah Gantung. Sekolah para prajurit pelangi dalam cerita laskar pelangi. Bangunan ini di topang oleh sebuah batang pohon besar, hanya ada satu tempat sampah, 2 pohon dan sapi-sapi yang sedang berteduh di bawah pohon. Ternyata kedatangan kami mengganggu sang sapi, tak berapa lama kedatangan kami mereka pergi berbondong-bondong. Penting yah bagian ini dibahas… hehehe J. Oh iyya, Menurut mbaknya wilayah SDN Muhammadiyah awalnya bukan disini, ini hanyalah relokasi berhubung daerah gersang ini akan dibangun beberapa fasilitas dan nantinya akan menjadi daerah tujuan wisata. Dulu SDN Muhammadiyah hanyalah sekolah untuk anak-anak yang tak mampu, tapi sekarang SDN Muhammadiyah Gantung adalah peninggalan budaya warga Belitung.


#11 Tanjung Tinggi (Desa Keciput, Belitung Utara)


Setelah menelusuri beberapa titik utama dalam film/cerita laskar pelangi di daerah Gantung, kami kembali ke Tanjung Pandan menjemput Max yang tadi dititipkan di Hotel Baginda. Tapi eng ing eng… Doi sudah cabut, kembali ke Jakarta tanpa mengabari. Katanya kakinya semakin parah, kasiaaan dan yessss bebas! Itu artinya mobil akan lebih longgar dan tak ada lagi mister complain. Sorry Max J

Well, sebelum menuju Tanjung Tinggi kami singgah di toko oleh-oleh di daerah Tanjung Pandan. Rata-rata dari kami hanya membeli beberapa kaos untuk dipakai esokan harinya, saya sendiri membeli satu kaos bertuliskan “Holiday in Belitung” berwarna putih persiapan untuk bermain Holly Colour. Dari toko baju kami singgah di toko makanan ringan, ada banyak macam kerupuk olahan laut yang dijajakan disana, saya hanya beli beberapa untuk persiapan camping malam harinya. Dari situ kami berangkat menuju Tanjung Tinggi, tapi sial… mobil tiga (mobilku) dan mobil dua malah kena tilang. Sementara mobil bang Artha melaju kencang meninggalkan kami. Katanya kami melanggar forbidden, dan pak polisinya ngotot. Untung masalah ini tak terlalu panjang, hanya dalam 10 menit proses diplomasi berlangsung kami diperbolehkan lagi kembali ke jalan. Ini pengalaman unik, sebelumnya saya pun pernah kena tilang di daerah kuta- Bali gara-garanya naik motor kagak pake helm. Hahaha…


Tanjung Tinggi terletak kurang lebih 37 Km dari kota Tanjung Pandan, kami pun sempat singgah di warung Dedek untuk mengambil pesanan makan siang hari ini. Padahal waktu menunjukkan sudah pukul dua lebih, wadduh… makan siangnya delay deh. Tapi ndak terasa lapar karena di mobil ngemilnya lancar jaya!

Tanjung Tinggi merupakan kawasan wisata yang sedang aktifnya dikembangkan, apalagi disini pun merupakan salah satu titik yang dijadikan sebagai lokasi syuting dalam film Laskar Pelangi. Barulah di Tanjung Tinggi ini saya menemukan pengunjung lain, ada yang datang dengan rombongan-rombongannya, ada yang datang berpasangan, ada yang juga datang untuk melakukan pengambilan gambar prewedding. Seperti tempat wisata pada umumnya, ramai bo!

Setelah makan siang dan melaksanakan sholat berjamaah bersama Rizky, Teguh dan Nouval, saya pun ikut menyusuri Tanjung tinggi ini dari sudut ke sudut, manjat dan melompat dari satu batu ke batu lainnya. Kereeeeen! Pasir putihnya halus, terus disini batunya lebih gila. Banyaaakkk dan besaaaar. Ada yang sebesar saya, ada pula yang sebesar rumah. Beberapa batu bahkan tersusun rapi sehingga menyerupai Gua, yang kepanasan bisa deh berteduh dibawahnya. Yang suka foto-foto landscape akan autis disini, saking banyaknya view yang bisa dijadikan best capture. Mengambil gambar pemandangan dari satu batu ke batu lainnya itu beda, ada kesan tersendiri. Uniklah!



Setelah masing-masing menikmati panorama di Tanjung Tinggi rombongan Kaki Gatel ini berkumpul di tepi pantai sebelah Barat Tanjung Tinggi, hmmm enak eyy duduk diatas pasir putih lembab. Terus didepan kami ada Teguh, Rizky, Boy dan Abduh beraksi “foto lompat” dengan berbagai macam pose. Lucu…! Perasaan dari kemarin deh setiap foto rombongan disuruhnya lompat mulu, dan hari ini yang paling gila. Dan tak terasa waktunya matahari terbenam, saya seperti orang gila mencari-cari kemanakah matahari berada. Setelah berkeliling akhirnya matahari itu saya temukan juga. Dibalik pohon depan rumah makan disebelah barat Tanjung Tinggi, dari sana sunsetnya romantis banget. Ada batu-batu kecil, gumpalan awan, dan satu rumah yang kesepian. Ahhh, kereeeeenlah. Buat nambah koleksi sunset :)


Foto Punya Kaki Gatel

Hari mulai gelap, warung-warung yang ada sebagian sudah beres-beres. Saya dan teman-teman berjalan menuju arah Timur Tanjung Pandan, sebenarnya disanalah kami akan camping tapi berhubung tenda yang ada tidak mencukupi jadinya kami masing-masing di suruh tag tempat untuk tidur. Hahaha, terlantar deh… makin ke arah timur suasana makin gelap, disini lampu juga menjadi barang langka. Tapi tetaplah beberapa diantara kami berjalan menyisir tanjung Tinggi ini, dan eng ing eng… disana airnya hangat. Padahal selepas magrib loh, si Boy dan Rizky yang dari tadi memang sudah main basah-basahan langsunglah dia nyemplung. Saya belum ganti baju, tapi karena mupeng maksimal makanya dengan jeans dan kostum lengkap saya pun ikut nyemplung. Brrrrr… Hangat! Puas main air kemudian disinilah aksi foto loncat kami praktekkan secara berjamaah dan berpegang-pegangan. Hahaha… malam gelap gulita, bulan munculnya malu-malu, tapi Subhanallah… saya tidak pernah melihat bintang sepenuh dan seterang itu. Kerlap kerlip, cantik, romantis, anti galau!


Foto Punya Kaki Gatel

Saya basahhhh tapi saya happy, hahaha… frase yang tidak nyambung tapi nyata. Makan malam tiba, tedeeeenggg… masih di warung tadi dengan menu yang berbeda. Tapi saya tidak nafsu makan, jadinya dengan badan yang masih basah saya hanya icip-icip ikan bakar dan cumi goreng tepungnya. Enaaaak! Muka rasanya mulai mengeras, kulit tangan menghitam. Aih aih… di kamar mandi saya tidak benar-benar mandi, hanya bilas dan mengelap badan. Kamar mandinya mengerikan euy, terbuka banget! Setelah bersih-bersih badan dan ganti baju saya kembali ke Mushallah untuk shalat berjamaah bersama Rizky, Nouval, Teguh dan Abduh.

Selepas sholat Isya di depan mushallah sudah ada mobil satu dan mobil dua yang menunggu, katanya mereka akan ke Tanjung Pandan untuk Karokean sekalian membeli handuk buat Boy. Yang mau ikut cuman Abduh, sementara saya Teguh, Rizky dan Nouval kembali ke warung. Disana juga ada beberapa anak-anak yang menolak ikut, ingin istirahat katanya. Malam masih panjang euy, mobil satu dan mobil dua sudah punya acara sendiri dan kami anak-anak penghuni mobil tiga akhirnya bikin acara sendiri, gelar plastik dan main kartu di tepi pantai tempat kami lompat massal magrib tadi. Ini pun menjadi satu moment yang paling indah dalam trip kali ini, kami melebur satu sama lain saling mengakrabkan diri. Main kartu, menyanyi, ketawa… ada Dee, Nouval, Teguh, Rizky, Kakak Rose, minus Boy nih soalnya doi lagi cari handuk. Ada Maria dan Chandra juga cuman mereka bubarnya lebih cepat, ngantuk katanya.

Pukul dua belas kurang anak-anak yang tadi keluar karokean berdatangan, sudah lengkap dengan sleeping bag masing-masing. Ternyata mereka ngTAG tempat ini untuk tidur, ahhh kita tergusur deh. Sudah larut juga dan akhirnya permainan kartu dibubarkan, saya, Dee dan Rose tidur bergabung dengan beberapa anak-anak lainnya di bale-bale yang ada di warung. Sementara Rizky, Nouval, Teguh dan Abduh tidur di Mushalla.

Perjalanan hari kedua berakhir dengan indah, banyak momen penting dan tak terlupakan hari itu… saya sempat posting satu statement di twitter malam itu, bunyinya seperti ini “Sangat menyenangkan berada diantara orang2 menyenangkan, i love this trip so so :)"

18 comments

  1. lama gak wara-wiri, ternyata udah sampe belitong..!

    huaaah..! dasssaaar..! bisanya cuma buat orang ngiriii aja..!

    ReplyDelete
  2. hahahahaha, hidup travelling! #eh aapaaa coba :)

    ReplyDelete
  3. Ya Allah.. Subhanallah~
    Syammmmmmmm oh nooooooooo ini keren bnget ^__________^

    kapan yak, aku juga bisa?

    ReplyDelete
  4. hehehe, yup absolutly yeeeaah... kerennnya gila-gilaan!

    ReplyDelete
  5. uh jadi pengen. >.<

    potoshotnya pda bagus teh. :)

    ia teh, makasih juga udah singgah di blog saya

    ReplyDelete
  6. udah kuduga kalo tetralogi laskar pelangi itu sebagian besar ceritanya fiksi. tokoh kayak lintang itu TGTBT. too good to be true.

    ReplyDelete
  7. sumpah.... bikin iri bener nih postingan.. :D


    #liat tabungan siap2 ikuti jejak chaam... hehe... :)

    ReplyDelete
  8. @Bang Roe : ayooooo nabung nabung nabung... jelajahi nusantara selama itu bisa. heheheh :)

    ReplyDelete
  9. @ Nellubis : iyalah... sebagian dr cerita laskar pelangi itu adalah cita cita ideal andrea hirata. sebelumnya dia oernah menjelaskan ttg igu di kickandy. biar ceritanya gak datar kali yah :)

    ReplyDelete
  10. poto2 yg lompat keren2 betapa mengexpresikan kegembiraan di alam bebas lepas.

    ReplyDelete
  11. Anjrit w lihat gambar jadi pengen kesana :)
    Ada yang bilang belitung tuh kota seribu kopi,sebelum kota laskar pelangi

    ReplyDelete
  12. @ Andy: yup betul, itu sudah saya bahas kok di postingan hari pertama Ke Belitung :)

    ReplyDelete
  13. dddmenyenangkan sekali.. terutama bacanya sambil di iringin lagu keren di beksonnya :) mantap!!!

    ReplyDelete
  14. keren mba cyam :D, haha itu si bule ala bule manja *lol
    bagus2 mba fotonya, indah banget yah disana.
    wah stuju sama quotenya mba..

    ReplyDelete
  15. asyik ni jalan-jalannya...
    fotonya keren lho...
    bagus lho pengambilannya...
    :)

    ReplyDelete
  16. Sejak baca buku Laskar Pelangi aku punya mimpi utk bisa sampai ke Belitung... Dan sungguh tega mbak dirimu sukses membuatku iri hati Hiksss...

    ReplyDelete
  17. Perjalanan yang indah. Inspiratif.

    ReplyDelete