Powered by Blogger.

{Belitung} Hopping beach!

Perhatian… perhatian… postingan kali ini penting! Terbukti dengan adanya terror dari beberapa orang yang terus-terusan mendesak saya untuk menceritakan pengalaman saya selama berada di Negeri Laskar pelangi, Pulau Belitung. Kalau di facebook itu berlaku hukum “no pict is HOAX” nah kalau di dunia blog lain lagi, jadinya “no story of journey is HOAX”. Well, saatnya saya bercerita. Postingan ini merupakan sambungan dari cerita saya sebelumnya: Dibalik layar, Rainbow in Belitung. Check it out!

Jumat – 28 Oktober 2011, sekitar pukul tiga dini hari saya sudah bangun kemudian bersiap-siap menuju bandara. Ransel, ok! Kamera & Tripod, ok! Tiket, ok! Dan segeralah saya bersama Irma meluncur ke Bandara Soekarno Hatta dengan menumpangi taksi yang kebetulan lewat. Perjalanan ini lebih menyenangkan dibandingkan perjalanan saya semalam dari Bandara Soetta menuju Ragunan, hanya dalam waktu 1 jam saya sudah tiba di Bandara, hiks… hiks… dan itu artinya sudah waktunya berpisah dengan Irma. I’ll be miss u :'(

Dan kembali saya sendiri ditengah kerumunan orang-orang yang mengejar penerbangan pertama, padahal baru jam empat loh. Saya di drop oleh Irma di terminal keberangkatan 1B, penerbangan saya ke Tanjung Pandan menggunakan pesawat Sriwijaya Air. Sebelum check-in, saya menghubungi nomor yang di berikan oleh bang Arta --bang Arta yang notabenenya adalah Leader trip kali ini sudah terlebih dulu ada di Belitung, katanya mau mempersiapkan karpet merah buat rombongan kami. Hahaha, juara!-- dan nomor itu adalah milik seorang ibu cantik bernama Diana Delima. Saat saya menelepon, beliau sudah lebih dulu ada di Bandara menunggu teman-teman yang lain. Seperti yang saya ceritakan sebelumnya, meeting point trip ini adalah di Terminal 1B bandara Soekarno Hatta. Untuk saya pribadi orang-orang yang akan saya temui itu tidak pernah saya kenal sebelumnya baik di dunia Maya apalagi di Dunia nyata, hanya sesekali saya chatting bersama Bang Arta.

Pengalaman pertama bertemu dengan rombongan Kaki Gatel goes to Belitung ini, hmmm… okey! Mereka ramah-ramah dan gampang ngebland dengan orang baru, saya bisa beradaptasi dengan mereka yah walau lebih banyak memperhatikan. Saya kemudian menitipkan tiket saya ke Mbak Diana untuk check-in, sembari menunggu rombongan lain datang satu persatu. Saya sempat berkenalan dengan beberapa orang, dan seperti biasa mereka sebelumnya mengira bahwa Syam itu adalah cowok. Addehhh! Selalu saja orang-orang salah mengira dengan nama saya --“. Tepat pukul 06:20, pesawat Boarding dan terbang menuju Tanjung Pandan.

Penerbangan dari Jakarta ke Tanjung Pandan ditempuh dalam waktu 55 menit, dan tidak ada perbedaan waktu antara Jakarta dan Tanjung Pandan. Beberapa menit sebelum landing di Bandar udara H.AS.Hanandjuddin di Tanjung Pandan, kita akan disuguhi oleh pemandangan yang luar biasa! Dari atas sana terlihat hamparan berwarna hijau seperti karpet yang menyelimuti pulau kecil Belitung, disisi lain tampak gundukan berwarna putih yang ditengahnya digenangi oleh air berwarna kebiru-biruan, kecil, banyak dan saling berdekatan. cantiknya pool!


Foto punya Bayu Murti

Well, rombongan kami total berjumlah 20 orang: ada saya, Syam (Makassar); Teguh & Nouval (Batam); Dimas (Aceh); Atria (Palembang); Diana, Rose, Dee, Wongso, Iman, Wara, Novi1, Novi2, Maria, Chandra, Rizky, Bayu, Abduh, Sigit (Jakarta) dan satu orang lagi Max (Bule aneh dari Polandia yang baru 1 bulan stay di Jakarta). Ternyata bukan saya saja orang yang baru bergabung dengan team Kaki Gatel dan dari luar kota pula, aih aihhh… Bayangan akan pesona Belitung memang menggoda!

Tiba di Bandara H.AS.Hanandjuddin, saya sedikit takjub. Awalnya saya memang belum membayangkan atau mencari tahu tentang Bandara di Belitung ini. Bandara ini kecil, dan hanya melayani dua penerbangan dalam satu hari. Adapun maskapai yang menjangkau daerah ini hanya Sriwijaya Air, Batavia Air dan Sky Air. Kami menyempatkan diri untuk foto-foto di depan peswat yang juga berhubungan langsung dengan terminal, mungkin karena kami fotonya terlalu lama akhirnya kami ditegur oleh petugas. “ayo cepat-cepat, ada yang mau boarding” nah looohhh, hampir saja penerbangan pertama dari tanjung Pandan ke Jakarta delay gara-gara kita. Hahahahhaa… dan dari sini keakraban itu mulai terasa. Nice!

Bandara ini kecil, terminal kedatangan dan keberangkatan ada dalam satu gedung yang dipisahkan oleh dinding kaca. Kita bisa melihat dengan jelas orang2 yang menunggu boarding, dan jika mau tas yang kita titipkan untuk bagasi saat chechk-in pun bisa terpantau depan mata sambil duduk manis di ruang tunggu keberangkatan sampai tas itu tiba dengan selamat di bagasi peswat. Selain kecil, bandara ini pun masih sepi dan didominasi oleh pengunjung yang pulang dan pergi. Aktivitas penduduk setempat hanya sebatas pada petugas angkasapura itu sendiri, kuli troli dan penjemput yang mungkin adalah orang dari travel setempat. Kalau mau nyari penjual malah susah padahal bandara bisa dibilang adalah lahan basah untuk penjual-penjual yang menjajakan makanan ringan dan softdrink.

Setelah mengambil bagasi rombongan kami keluar dari bandara menuju parkiran, dan tereeeeng! For the first time akhirnya saya ketemu dengan bang Arta, yang punya hajatan. Mereka yang telah akrab sebelumnya memanggil bang Arta ini dengan sebutan Opah, hehehe… lucu sih, botak seksiiy! Bagi saya pribadi dia berperan sangat penting sampai saya ada di Negeri Laskar Pelangi. Orangnya welcome deh!

Setelah Arta dan mbak Guidenya bergabung, total kami ada 22 orang. Di depan sudah ada satu APV dan dua mobil avanza menunggu untuk ditumpangi. Sebelumnya Bang Arta telah membagi kelompok untuk menumpangi tiga mobil tersebut dan saya mendapatkan jatah semobil dengan Rizky (sebagai Driver), Max, Dee, Rose, Nouval, dan Teguh. Kami menumpangi mobil ke tiga, Avanza hitam! Mungkin inilah yang dibilang jodoh, justru kelompok ketiga inilah yang membuat liburan saya di Belitung makin bertambah menyenangkan. Hahaha… isinya orang2 gilaaaa! Saya sukaaaa!



#1 Tanjung Pandan (Ibu Kota Kab. Belitung Barat); dari Bandara – ke Hotel


Setelah meninggalkan Bandara HasanJuddin, mobil berjalan menuju penginapan yang juga masih terletak di kawasan Tanjung Pandan. Jarak antara bandara dan penginapan hanya sekitar 30 Menitan, saya ndak nanya kalau dalam satuan Kilometer jadinya brapa. Pokoknya dekat deh, dan sepanjang jalan kita akan disuguhi oleh pemandangan yang sunyi senyap padahal Tanjung Pandan ini adalah Ibukota dari Belitung. Tidak satupun saya melihat angkutan umum yang berkeliaran, yang ada hanya motor dan sepeda. Jalan yang kami susuri pun seperti jalan yang masih baru, mungkin memang benar baru saja dibenahi pasca Sail Wakatobi – Belitung bulan September 2011 kemarin. Sangat terlihat jelas bahwa daerah ini benar-benar masih ada dalam proses pembenahan.

Sampai di penginapan yang entah apa namanya, saya mendapatkan jatah sekamar dengan Novi dan Maura, dua-duanya dari Jakarta. Setelah memindahkan barang bawaan kami kembali bersiap menuju daerah-daerah yang telah di jelaskan dalam Itenary via Facebook. Ayeeey, Kamera ok! Tripod, ok! Swallow, uh yeeeeyyy… ok! I’m ready to rock!


#2 Teluk Gembira (Kec. Membalong, Belitung Selatan)

Dari tanjung Pandan kami bergerak keselatan menuju daerah Membalong, ada Teluk Gembira yang menanti kami disana. Jarak tempuh sekitar satu jam dari Tanjung Pandan, Dari informasi yang saya dapatkan dari Bang Arta teluk Gembira ini masih sepi pengunjung, belum banyak yang tahu tentang keberadaan daerah ini. kecuali masyarakat setempat yang didominasi oleh Petani dan Nelayan. Pantas saja sepanjang kami tracking melintasi daerah ini sampah masih berserakan dimana-mana, benar-benar tidak dirawat khusus. Dan sepertinya juga belum benar-benar dipersiapkan sebagai daerah tujuan wisata. Saat kami menikmati pemandangan sepanjang teluk gembira ini, kami tidak menemukan orang lain selain rombongan kami. Sepiii… pemandangannya pun sangat menggoda mata, ah… jepret jepret jepret!

Teluk gembira ini dibalut oleh pasir putih dengan beberapa batu granit besar disekitarnya, semakin kita berjalan menyusuri teluk kita akan menemukan pohon2 besar yang sepertinya habis terbakar parah. Daerah yang ditumbuhi banyak pohon-pohon tropis dibalut oleh tanah merah yang mengeras. Kombinasi pemandangan yang benar-benar memukau.


Well, ada pengalaman menarik di Teluk Gembira ini. Dialah MAX bule dari Polandia yang menjadi maskot trip kali ini, sebenarnya kakinya itu di GIPS parah akibat kecelakaan 10 hari yang lalu. waktu kami tracking menyusuri teluk dia ikut tapi hanya setengah jalan, katanya dia akan menunggu saja sambil berjemur. Tapi ternyata jalan yang kami lalui itu tidak putar arah, kami melewati jalan yang berbeda menuju jalan raya. Dan tertinggallah Max sendirian di tepi teluk, hahaha… kasian juga si Bule. Untung ada Nouval yang berbaik hati menjemput Max. Setelah beberapa lama Max muncul dengan wajah dongkol dan ngomel2 dengan menggunakan bahasa inggris, kasihan tapi lucu! Hahaha…


#3 Pantai Penyabong (Kec. Membalong, Belitung Selatan)


Setelah 30 menit meninggalkan Teluk Gembira sampailah kami di Pantai Penyabong yang masih di Kecamatan yang sama, Kec. Membalong – Belitung Selatan. Saya sempat menanyakan ke mbak Guidenya, “Kenapa dikatakan pantai Penyabong?” Penyabong atau dalam bahasa Indonesia disebut dengan penyambung/bersambung, di pantai ini terdapat banyak batu Granit dengan ukuran yang lumayan besar-besar, dan antara satu batu ke batu lainnya saling sambung menyambung. Ada batu yang bersambung-sambung sehingga menyerupai kepala biawak raksasa yang sedang berendam dalam air, ada pula batu besar yang menempel sebagian di batu lainnya sehingga menyerupai benjolan. Kerenlaaah pokoknya! Hanya saja saya tidak sempat mengambil gambarnya.

Seharian dipantai ini tentu saja tidak membosankan. Pasir putih, batu granit besar, terus di tambah dengan pohon-pohon yang menyejukkan mata. Deburan ombak yang menghantam batu-batu granit menambah sempurnanya pemandangan depan mata. Sebagian dari rombongan berkeliling memanjati batu-batu besar itu, ada yang berenang dan saya setelah mengambil beberapa gambar justru memilih berteduh bersama Chandra dan Abduh. Bukannya takut hitam, tapi Capek euyy! Oh iyya, Pantai ini lumayan bisa dikatakan siap untuk menerima tamu, disini sudah tersedia fasilitas warung yang menyediakan tenda-tenda untuk peristirahatan, sudah ada tempat bilas/kamar mandi jika kita tergoda untuk berenang di Pantai ini, dan ditempat ini sampah sudah tidak begitu banyak berserakan.

Ditempat inilah rombongan kami beristirahat makan siang, hmm… menunya Nasi Goreng Ikan asin plus telur matasapi buatan ibu yang punya warung disini yang ternyata adalah orang Sunda Asli. Selain satu porsi nasi goreng yang sudah dipaket dalam wadah kotak plastik, kami mendapatkan bonus tambahan ikan asin… nyam nyam nyam… Enak! Minumnya teh botol dong #bukaniklan. Eh kalau makan ditempat ini musti waspada yah, utamanya untuk kalian-kalian yang phobia sama anjing. Daerah membalong ini banyak anjing yang berkeliaran. Untungnya tipikal anjing cemen, sekali gertak doi kabur deh. Tapi waspadalaaaah! Waspadalahhh!

Pukul satu tepat kami meninggalkan Pantai penyabong, katanya sih sebelum jam 4 kami sudah musti ada di Pantai Serdang dikawasan manggar untuk menikmati pemandangan Perahu-perahu nelayan yang merapat bersama-sama setelah seharian berlayar mencari ikan. Seru deh kayaknya!


#4 Danau Kaolin (Dalam perjalanan menuju Manggar)


Dalam perjalanan kewilayah Belitung Utara, kami singgah di salah satu Danau Kaolin. Saya ingat sekarang, pemandangan putih yang ditengahnya ada genangan berwarna kebiru-biruan itu adalah danau-danau kaolin.

Sedikit tentang Kaolin ini: Kaolin (clay) adalah salah satu kekayaan tambang dari Belitung. Penambangan ini memberi banyak sekali lapangan pekerjaan untuk masyarakat Belitung. Seluruh hasil tambang kaolin dikapalkan ke luar pulau Belitung untuk bahan baku pabrik cat dan kosmetik. Tetapi dampak negatif dari penambangan ini seperti yang anda lihat, adalah kerusakan lingkungan, sama seperti penambangan timah. Kerusakan menjadi lebih parah ketika kegiatan tambang ini juga mengotori aliran sungai-sungai besar di Belitung (Source: Wikipedia)

Kalau ada pengrusakan yang berujung indah, danau kaolin-lah contoh nyatanya. Danau Kaolin yang banyak ditemukan di Belitung justru menjadi daya tarik pariwisata, Kombinasi bebatuan kaolin putih dan air danau yang berwarna biru merupakan pemandangan tidak biasa dan menarik untuk dijadikan objek foto-foto. Mirip-miriplah dengan kawah putih di Bandung. Hanya saja yang ada didepan saya ini airnya tidak biru dan bening, mungkin karena pengaruh mendung. Kami ditemani gerimis didaerah ini, romantis manis deh. Hahaha…


#5 Pantai Serdang (Kota Manggar, Belitung Timur)

Perjalanan dari Pantai Penyabong menuju Kota Manggar memakan waktu yang sangat lama, kata Bang Arta sih cuman 2 jam tapi rasanya kok lama banget yah sampainya. Pantat saya sampai tepos akibat terlalu lama duduk. Dalam perjalanan kali ini saya lebih banyak tidur, maklum agak letih setelah perjuangan kemarin dan belum benar-benar istirahat. Walau sebenarnya kondisi jalan tak banyak mendukung, banyak belokan tajam, banyak jalan rusak yang membuat kami saling menggencet satu sama lain diatas mobil. Hahaha, agak lebay sih. Tapi begitulah adanya… kami pun nyaris tabrakan dengan satu mobil yang berlawanan arah di depan kami waktu akan melambung, dari situ saya mulai tidak bisa tidur. Hufffft! Rizkyyy you rock! Sport jantung saya… sumpah!


Pantai Serdang, letaknya 1 Km dari kota Manggar. Akhirnya kami sampai juga! Dipantai ini beda dengan dua pantai sebelumnya yang benar-benar sepi. Dipantai ini juga tidak terlihat banyak Batu Granit besar, hanya ada pohon cemara yang menjulang tinggi dan hamparan pasir putih. Didepan saya adalah laut lepassss… fiuuhhhh kereeen! Awannya nampolll deh… Pantai serdang adalah daerah pemukiman penduduk yang dihuni oleh mayoritas Nelayan.


Disini kami tidak menemukan pengunjung lain, tapi kami berbaur bersama bocah-bocah yang tengah bermain di Pantai. Mereka adalah penduduk setempat, anak para nelayan yang hidup di Pantai Serdang. Tapi sepertinya kami datang terlambat, di tepi pantai sudah banyak perahu nelayan yang bersandar mereka sudah merapat sedari tadi, ahhh terlewat deh momen Kodak-kodak itu. Tapi tidak apa, menyaksikan bocah-bocah bermain pun tak kalah serunya. Beberapa teman dari rombongan kami pun berbaur bermain sepak bola sederhana. Saya suka bagian ini, ketika dalam satu perjalanan ada moment dimana kita berbaur dengan penduduk setempat, mendengarkan bagaimana cara mereka berbicara. Melayuuu sekaliii. Dan lagi-lagi saya memilih untuk tidak berbasah-basahan, saya tidak menyiapkan baju ganti. Padahal airnya sangat menggoda, jernih dan bersih. Aaaaahhhh… Karena kami ada diwilayah Belitung timur maka nihillah acara menunggu sunset, hiksss… sunsetnya malah ada dibelakang dan tertutupi oleh cemara yang tinggi dan pemukiman penduduk.

Saatnya makan malam, kami masih di Pantai Serdang… wuihhh menunya ajib! Ikan segar berukuran besar di bakar tanpa bumbu. Hehehe, ada ikan tenggiri, ikan ayam-ayam, ikan Cakalang, dan beberapa jenis ikan lainnya yang asing menurut saya, inilah yang disebut makan ikan dengan lauk Nasi. Lebih banyak Ikannya. Ada sambel dan kangkung tumis pedas, rasanya Alhamdulillah… nikmatnya Pool! Dan yang membuat terlebih nikmat adalah obrolan dan foto-foto, 2 hal pelengkap yang selalu menggenapkan dalam satu perjalanan. Memorable moment!


#6 Manggar, kota 1001 warung kopi (Belitung Timur)



Saat makan malam tadi Arta sempat memberikan option, apakah kita akan Karaokean ala Belitung atau cuman menikmati malam dengan menyeruput kopi di Manggar, kawasan yang telah dikenal dengan nama Kota 1001 Warung Kopi. Dan akhirnya kami memilih untuk menikmati kopi di Kafe Lamfa. Hmmm… hanya ada kopi dan obrolan, biasanya kalau di Makassar itu minum kopi harus ada gorengan atau kue-kuenya. Kalau mau cerita tentang rasa kopinya, saya mundur deh… saya bukan penikmat kopi soalnya. Malam itu pun saya memesan coklat susu, manissssss dan hangat harganya pun murah hanya Rp. 5.000,- /gelas.

Di Kota Manggar ini terdapat banyak warung kopi, dan uniknya masing-masing memiliki pengunjung. Sepertinya berkah Tuhan merata ditempat ini. Pemilik warung kopi kebanyakan adalah warga tionghoa yang telah lama menetap di Belitung Timur. Katanya sih kopi-kopi itu adalah hasil racikan sendiri, makanya rasanya beda. Ke Belitung tak minum kopi, belum ke Belitung itu namanya. Saya tidak minum kopi dong, tapi sudah nongkrong di warung kopi… sudah ke Belitungkah itu? Hahaha…

Dan perjalanan di hari pertama pun berakhir di Warung Kopi ini, kami segera kembali ke Hotel ke Tanjung Pandan yang terletak 2 jam perjalanan dari Kota Manggar. Aaahhh, hari ini seruuu… saya dapat teman baru, menemukan hal baru dan pengalaman baru.

9 comments

  1. indah bener nih belitung....
    jadi pengen kesana...

    mahal gak yah dari jakarta..


    chaam, infoin ke aku dong berapa biaya trip kesana.?

    ReplyDelete
  2. @ Bang Roe: ayoooo bang jalan kesana, btw grup ini akan ke belitung lagi loh akhir november ini biaya tripnya lebih murah dr yg kmaren krn cuman weekend itenary (Sabtu, minggu, senin) biayanya cuman 1,9 berangkat dr jakarta. Itu udah net makan, penginapan dn ongkos transport darat selama di belitung.

    tapi kalaau mau ngetrip sendiri yahhh... coba deeh cek by pesawat di sriwijaya air, ntar sy coba mintain nmr telpon mbak guidenya.

    harus kesana kak... mumpung nasih sepiiiii :)

    ReplyDelete
  3. mantabs.. thanks info nya chaam...!

    ane nabung dulu lah.. hahaha..! TRM mw di keluarin tanggung ahh.. :P

    ReplyDelete
  4. mantabs.. thanks info nya chaam...!

    ane nabung dulu lah.. hahaha..! TRM mw di keluarin tanggung ahh.. :P

    ReplyDelete
  5. @ Bang Roe: hahahahha.... sip sip sip. banyak jalan lah menuju belitung. kalo perlu ntar kesananya sm mbak Humairahmu :p

    ReplyDelete
  6. teluk bahagia,kopi lamfa, aku baru tau ada teluk bahagia mbaa, makasih udah sharingggg :) terus jalan2 dan bagi2 info yah mba.,heuheuuuu

    ReplyDelete
  7. @ Uci : Okeeeey... thanks uda mampir dan membaca yooo :)

    ReplyDelete
  8. dengar cyam cerita langsung gak seru ternyata... lebih seru baca postingannya di sini... :p
    hehehehe.....
    i love it... love it... love it...

    ReplyDelete
  9. kereeeen jadi pengen ke belitong


    salam kenal, blognya seru deh

    ReplyDelete