Powered by Blogger.

Lebih dari sekedar Simpati

Hari minggu pagi langit mendung, sangat mendukung niatan saya untuk berdiam diri dirumah seharian penuh. Sebenarnya semalam saya mendapat ajakan dari Maya (Blogger Makassar) untuk ikut seminar di Baruga Unhas sekalian kopdar katanya, tapi waktu dan tempatnya kurang bersahabat buat saya pribadi. Acaranya pukul 8, otomatis saya harus berangkat dari rumah sebelum pukul tujuh pagi, oh GOD… its too early in Sunday morning #hoaaaam

Setelah melakukan aktivitas wajib dipagi hari, saya langsung tidur-tiduran depan tivi… lapar menyerang, tak ada makanan pula, mau masak mie instan juga malas. Hmm, Alhamdulillah masih ada beberapa potong chunky choco white sisa semalam, *nyamnyamnyammm* so yummieee… rasanya manis, tapi hati saya menangis.

Yah saya menangis karena saat itu saya sembari melihat tayangan tivi, sebelumnya saya belum pernah melihat acara semacam Reality show ini. Judul acara ini Dari Hati yang tayang setiap hari minggu pagi di TransTV, dan tema yang mereka angkat pagi ini mengobok-obok hati nurani saya sebagai manusia yang masih saja selalu mengeluh dalam hidup. Saya menangis melihat anak-anak yang usianya bahkan belum sampai satu dekade itu harus hidup berteman penyakit kanker, yah... mereka muda dan sakit tapi tawa mereka lepas, tak ada beban dipikiran mereka, apalagi rasa takut. Saya merinding, Ya Allah terimakasih sudah menampar saya dengan begitu manis pagi ini ~ Maka nikmat Tuhan-Mu yang manakah yang kau dustakan?

Kita (terlebih lagi saya) terkadang lupa bahwa kenikmatan paling besar dalam hidup ini adalah diberi kesehatan yang tak henti dari-Nya. Kita (terlebih lagi saya) masih banyak menuntut hal-hal yang mungkin belum tentu baik dan bermanfaat bagi kita, terlalu mementingkan dunia dan kehilangan esensi hidup. Kita (terlebih lagi saya), lihatlah kebawah… masih ada mereka yang dengan keterbatasannya, dengan penyakitnya ataukah dengan kelemahannya senantiasa mengajarkan kepada kita bagaimana hidup itu harus di Syukuri. Mereka adalah manusia-manusia pilihan Allah, yang ditugaskan menampar kita yang mulai hidup dalam kesombongan dan ketidak perdulian.

Untuk kalian yang masih saja menyimpan ambisi dalam dada tentang suatu pencapaian, itu bukanlah sesuatu yang buruk. Tapi apakah mungkin ketika kita bisa meraih itu semua lantas membuat hidup kita bisa menjadi lebih bermakna? Entahlah… untuk saya pribadi, semakin saya bisa menaklukkan mimpi-mimpi saya satu persatu semakin dekat rasa “kosong” itu. Rasa yang kadang tak bisa diobati bahkan oleh kehadiran orang-orang yang saya cintai disisi saya. Rasa yang sedikit bisa saya redam ketika saya menangis saat melakukan percakapan “intim” dengan-Nya.

Ya Allah, sedikitpun jangan pernah Kau ragukan Cintaku kepada-MuWalau Ibadahku tak sempurna,Walau aku masih sering sakit dan menyakitiKumohon Genggam hatiku ya Allah…

Lantas apa yang bisa kita lakukan dari sekedar bersimpati? Heyyy Syam, apa yang bisa kamu lakukan selain menangis dan merenung?! Just do something… hidup sebenar-benarnya hidup adalah ketika kita bermanfaat bagi mereka yg membutuhkan.

30 comments

  1. itulah gunanya melihat sekeliling kita, agar kita tau masih banyak diluar sana yang kurang beruntung dibandingkan diri kita.. itulah yang selalu membuat kita (aku) bersyukur bahwa Alloh sangat sayang padaku...

    aku jg sering nangis kalo nonton tipi acara tentang kehidupan...

    *) kau sedang apah? ...mandi yuuk :-)

    ReplyDelete
  2. Heh?! Haahahahaha... mandi sana mbak ay, kalo saya hari minggu biasanya libur mandi juga #ups ;)

    ReplyDelete
  3. dunia ini terlalu kejam bagi mereka, bahkan bermimpi aja mereka susah... nampaknya bersimpati udah cukup daripada tidak melakukan apa-apa sama sekali.. :)

    ReplyDelete
  4. Yg jadi pertanyaan, kalau kita bisa berbuat lebih dr bersimpati? Kenapa tidak sam...

    ReplyDelete
  5. aku penasaran sama acara seminarnya itu. sayang ga dibahas lebih lanjut. :(

    ReplyDelete
  6. hidup sebenarnya seperti musik metal,
    penuh distorsi dan semangat..!

    ooh, rasanya aku ingin menghajar seseorang hari ini..! haha..!

    salam metal..!

    ReplyDelete
  7. #Nuel: Seminar yang mana?

    #Yudi: heyyyy?! Kamu kenapa datang2 ngamuk di blog saya hah? Kelamaan hiatus jadi lupa ingatan yah.... hahahahaha, anehhhh!

    ReplyDelete
  8. Terkadang kita memang harus melihat kisah orang lain agar diri kita sadar bahwa apa yang saat ini kita alami terkadang lebih baik dari apa yang di alami orang lain.

    Salam blogger Makassar

    ReplyDelete
  9. Alhamdulillah kita masih diberikan kepekaan dan ketajaman hati untuk mereasakan cobaan orang lain yang dengan itu seringkali mengalirkan rasa syukur pada kita bahwa begitu banyaknya kenikmatan yang telah kita alami. Yang dengan itupula Insya Alloh menggerakan kita untuk bisa memberikan kemanfaatan pada orang lain sesuai dengan kemampuan kita. Semoga sayapun menyerap hal yang sama dengan kondisi ini

    ReplyDelete
  10. loh ternyata Syam Matahari cewek ya.. amupn mbak, kapan hari di blog anda saya panggil mas hehe

    saya suka melihat reality show macam Dari Hati, lumayan bisa melunakkan hati dan menyadarkan kita bahwa masih banyak saudara-saudara kita yang kurang dari kita..

    posting yang manis mbak

    ReplyDelete
  11. hmmmmm, jadi terharu, tadi pagi gue juga leat, bagaimana seandainya KITA yg diberi penyakit semacam itu apakah gue bsa melepas tawa ato memendam sakit

    ReplyDelete
  12. tinggalkan komputermu dan hadapi hidup di luar sana

    ReplyDelete
  13. tulisanya ngena banget...

    Iya saya sepakat seperti yg sudah di jabarkan di atas, terkadang kita belajar memaknai esensi hidup tidak melulu datangnya dari pengalaman kita sendiri tapi banyak juga yg bsa kita ambil dari pengalaman org lain. Cukup hanya bersimpati? Tentu tidak selagi masih ada ruang buat memberi peluang buat kita menjadi lebih tergerak memberi sesuatu buat org lain. Makasih tulisanya ya mbaak saya suka tulisan2 yg model kaya ginih. Hehe...

    ReplyDelete
  14. seharusnya emang kita harus lebih peka lagi, dan gak banyak menuntut dan mengeluh dgn apa yg kta dapatkan skrg :)

    ReplyDelete
  15. just do something!!
    contohnya pergi makan roti canai sama saya, kakak :)

    ahahahahahaha

    ReplyDelete
  16. wow very nice post :-)
    setuju sangat dengan "hidup sebenar-benarnya hidup adalah ketika kita bermanfaat bagi mereka yg membutuhkan",
    maka dengan memperbaiki nawaitu semata hanya karena dan untuk-NYA sering2-lah melihat ke yang berada di-bawah-mu, agar selalu hadir rasa syukur setiap saat akan keberadaan-mu kini,
    dan sring2-lah melihat ke yang berada di-atas-mu, agar selalu termotivasi untuk menggapai kehidupan yang lebih baik dunia dan akhirat..salam :-)
    BlogS of Hariyanto

    ReplyDelete
  17. Kalimat ini : sebenar-benarnya hidup adalah ketika kita bermanfaat bagi mereka yg membutuhkan, pernah disampaikan oleh para orang-orang pinter dan aku setuju banget dengan fikiranmu De.

    ReplyDelete
  18. sepakat dengan bagian yg ini:hidup adalah ketika kita bermanfaat bagi mereka yg membutuhkan..

    ReplyDelete
  19. hidup adalah hidup penuh kejutan dan rintangan...
    :P

    ReplyDelete
  20. melihat ke bawah untuk lebih mensyukuri hidup.
    kalau saya sih, menonton film horror barat di bioskop demi kemudian bersyukur hidup saya ga sehoror film itu. hahaha xD

    ReplyDelete
  21. Ya. saya juga pernah melihat, Syam. Seorang peminta di pinggir jalan. Waktu itu di sekitar Prambanan. Seorang Ibu menggendong anaknya yang Batita. Kepalanya besar sekali. Seperti kanker mungkin. Karena di bagian atas, hampir dua kali lipat wajah. Ya Allah. Aku sampai menangis.

    Kita jauh lebih beruntung.

    ReplyDelete
  22. wah .. aku nggak bisa nonton dr sini ya acara TV itu.

    saat berdialog horisontal akhir sepertiga malam memang sering bikin mbrebes mili kata org di kampungku sana alias bersimbuh air mata ... tapi menentramkan hati dan jiwa

    nice post Syam. I like it :)

    ReplyDelete
  23. ini niih postingan yang saya suka.. jarang kan kamu nulis kayak gini? *eh, lebih tepatnya saya yang jarang mampir kesini buat baca posting yang beginian.

    yak, terkadang dalam sehat kita lupa bersyukur, baru mengeluh dan mengaduh kalo udah ketiban sakitnya.

    ReplyDelete
  24. Suka dengan tulisannya. nikmat Allah memang berlimpah, hanya saja kita yang seringkali lupa untuk bersyukur :-(

    ReplyDelete
  25. sama cham, sy juga merasakan : "Semakin saya bisa menaklukkan mimpi-mimpi saya satu persatu semakin dekat rasa “kosong” itu."
    ...hm...mungkin karena semua mimpi kita saat ini hanya mimpi2 dunia ya cham, mimpi2 yg hanya memberi kepuasaan sesaat ketika kita berhasil mencapainya...:(

    ReplyDelete
  26. yak,sebaik2nya manusia ialah yg bermanfaat bagi orang lain.
    Semoga kita bisa bermanfaat utk org lain, mulai dari keluarga, sahabat, lingkungan rumah, pekerjaan, dan lebih meluas lagi, amin.

    ReplyDelete
  27. #All: thankyou sudah menyempatkan diri buat baca tulisan ini. semoga kita bisa melakukan sesuatu yah untuk orang-oranh yang membutuhkan. Amin

    Happy all :)

    ReplyDelete
  28. TransTV?
    *tepok jidat*

    Udah setahun ini saya ga lihat TransTV lagi. Tipi di kosan saya cuma nangkep dua tipi, Trans7 ama TVOne. :(

    ReplyDelete
  29. Gak ada trans tv?! *tepok jidat*

    Padahal dibanding stasiun lain trans tv bisalah yang lebih atas dikit kualitas tayangannya.

    ReplyDelete