23 May 2011

BB Vs. Android ^^

Postingan ini buat nambah2 ilmu saja… sapa tau ada yang butuh kan yah, dan lagi artikel ini saya ambil dari blog orang. Xixixixi…

Keunggulan Android

· Multi-Tasking
Berbeda dengan iPhone yang kesulitan dalam melakukan multi-tasking , Android mampu menjalankan beberapa aplikasi sekaligus yang tidak terbatas, baik aplikasi-aplikasi yang berasal dari bawaan sistem atau tambahan dari Android Market. Mendengar musik sambil browsing dan menerima notifikasi dapat dilakukan dengan mudah.

· Home Screen Informatif
Konsep home screen pada Android seperti Windows Mobile di mana segala notifikasi dapat dipantau dari home screen. Namun, Android juga menyediakan tempat bagi widget-widget notifikasi lain untuk berada di home screen. Cara ini memudahkan akses info cepat ketimbang home screen di BlackBerry ataupun iPhone.

· Pilihan Peranti Banyak
Vendor pendukung sistem operasi ini memang banyak. Jadi pilihan perangkat yang bisa kamu pilih beragam dan harganya pun bervariasi.

· Bebas Memodifikasi Sistem
Android mengijinkan kamu untuk melakukan jailbreaking untuk memodifikasi sistem. Selain itu kamu juga bisa melakukan modifikasi pada ROM sistem. Ada beberapa komunitas di internet yang menjadi wadah dan menyediakan customed ROM untuk perangkat Android. Sistem yang dapat dimodifikasi dan diinstal pada ponsel pintar bersistem Android, siapa yang tak ingin?

· Setting yang Mudah
Sistem Android memang diluncurkan demi alasan kemudahan. Pengesetan ponsel berbasis OS ini untuk keperluan sehari-hari sesuai keinginan dan aktivitas pribadi bisa dengan mudah dilakukan. Pengesetan ini bisa dilakukan langsung dengan bantuan widget pada home screen. Kamu juga bisa membuat shortcut khusus untuk setting tertentu untuk dipasang di home screen.


Keunggulan Blackberry dalam segi Push email

· Pengiriman email dan WEB Browsing dengan kompresi yang dilakukan dua kali (content dan komunikasi) sehingga kita bisa mendapatkan push email real time/WEB lebih cepat dan menghemat bandwidth GPRS/EDGE.

· Integrasi dengan Instant Messaging service seperti yahoo messenger dan Gmail Talk.

· Membuka attachment email yang lebih cepat (pengalaman pribadi :) ) dimana akses cepat ini ada hubungannya dengan kompresi yang sangat sempurna dari RIM.

· Security handset yang sangat apik dan terjamin dari level handset (handset Blackberry) sampai dengan layanannya (terkadang jika lupa password untuk untuk unlock handset, handset akan terformat secara otomatis).

Nah itu Beberapa keunggulan dari 2 produk tersebut !! How about you???

Source: Perbandingan Android Vs. Blackberry


19 May 2011

Dari dan Untuk


Hari ini saya dapat kejutan pagi, dari teman blogger... My Li-Brader Yudie, uhuyy. Saya dan sembilan orang lainnya dikasih award estafet, ada 3buah bisa liat disini; Dapat Tiga, keren-keren yahhh!

Well, lewat postingan singkat ini saya mau ngambil dan memajang satu dari 3 award itu. Dan akan saya kembalikan lagi buat mister laba-laba yang tak lain dan tak bukan adalah Yudi Darmawan, kenapa yudi? hehe... ah sudahlah, ini takdirnya dia menjadi Fans berat blog saya dan postingan ini bentuk respect dan terimakasih saya karena sudah dikasih award urutan paling atas, untuk obrolan2 kecil ditengah rutinitas yang mulai mencekik saya dan tentunya kunjungan & komentar rutin disetiap postingan terbaru saya. Dan lebih dari itu, karena award ini hukumnya wajib untuk diteruskan.

Dan untuk teman-teman blogger lainnya, yang sengaja atau tidak sengaja pernah mampir dan meramaikan postingan disini... ini saya punya matahari pagi untuk kalian.
Terimakasih^^

How Orange you are!
Matahari bangkit dari sanubariku.
Menyentuh permukaan samodra raya.

Matahari keluar dari mulutku,
menjadi pelangi di cakrawala.
Wajahmu keluar dari jidatku,
wahai kamu, wanita miskin !
kakimu terbenam di dalam lumpur.
Kamu harapkan beras seperempat gantang,
dan di tengah sawah tuan tanah menanammu !
Satu juta lelaki gundul keluar dari hutan belantara,
tubuh mereka terbalut lumpur dan kepala mereka berkilatan
memantulkan cahaya matahari.
Mata mereka menyala tubuh mereka menjadi bara
dan mereka membakar dunia.

Matahari adalah cakra jingga yang dilepas tangan Sang Krishna.
Ia menjadi rahmat dan kutukanmu, ya, umat manusia !

Ws. Rendra -Yogya, 5 Maret 1976

11 May 2011

Galaksi Kinanthi

Begini cara kerja sesuatu yang engkau sebut cinta..


Engkau bertemu seseorang lalu perlahan-lahan merasa nyaman berada di sekitarnya. Jika dia dekat, engkau akan merasa utuh dan terbelah ketika dia menjauh. Keindahan adalah ketika engkau merasa ia memperhatikanmu tanpa engkau tahu. Sewaktu kemenyerahan itu meringkusmu, mendengar namanya disebut pun menggigilkan akalmu. Engkau mulai tersenyum dan menangis tanpa mau disebut gila. Berhati-hatilah...

Kelak, hidup adalah ketika engkau menjalani hari-hari dengan optimisme. Melakukan hal-hal hebat, menikmati kebersamaan dengan orang-orang baru. Tergelak dan gembira, membuat semua berpikir hidupmu telah sempurna.

Sementara, pada jeda yang engkau buat bisu, sewaktu langit meriah oleh benda-benda yang berpijar, ketika sebuah lagu menyeretmu ke masa lalu, wajahnya memenuhi setiap sudutmu. Bahkan, langit membentuk auranya. Udara bergerak mendesaukan suaranya. Bulan melengkungkan senyumnya. Bersiaplah... Engkau akan mulai merengek kepada Tuhan. Meminta sesuatu yang mungkin telah haram bagimu.

-Tasaro, Galaksi Khinanti-

Well, baru-baru ini saya membaca Novel yang sebenarnya menjadi ambisi saya. hehehe, sudah lama saya mencari Novel ini cuman yah di Gramedia stoknya selalu kosong, dan Alhamdulillah Sabtu kemarin saya dapat Minjem dari teman - Alfia, Lop yu dah:)

Galaksi Khinanti, Novel romantis yang menambah pemahaman saya tentang Kota Yogyakarta, tentang pengalaman TKW yang mengadu nasib di Negri Arab sana, dan tentang kekuatan seorang Perempuan. Novel ini membuat kantong air mata saya lembab, hahahay... emang yah dimana-mana perempuan itu selalu kuat bahkan dalam kondisi rapuh sekalipun.

Saya suka Novel ini, tapi tidak dengan Endingnya. Tidak ada perpisahan, tidak ada penyatuan antara dua manusia yang menyimpan cinta sedemikan lama, itu yang membuat perasaan saya ikut mengambang ketika membaca novel ini. But, okeylah... Novel ini pantas untuk dibaca.

6 May 2011

Aku Ingin Piknik



Aku ingin piknik, disatu tempat tak berujung yang hanya ada aku, kamu, payung dan hujan…

Aku tak akan membawa tikar ataukah keranjang yang berisi penganan, aku hanya akan membawakanmu satu gelas kopi hangat sebagai bekal. Lalu kita duduk saling menyamping, dibawah payung yang terguyur hujan.

Dan kita bercerita, tentang masa lalu yang telah mempertemukan kita. Tapi, untuk kali ini biarkan aku yang banyak bicara, kamu mendengarkan saja sambil sesekali meneguk kopi hangat yang telah aku buatkan untukmu, jangan lupa nanti kamu tertawa kecil disela-sela ceritaku biar aku pun merasakan hangatmu.

Kemudian giliranmu untuk menceritakan padaku kemana saja kamu selama ini dan siapa diri yang ada bersamaku saat ini. Ceritakan padaku mimpi-mimpimu, tentang ambisimu. Dan ceritakan padaku juga tentang wanita-wanita yang (pernah) membuatmu merasakan bahagia dan berarti. 

Jika hujan telah reda, waktunya piknik kita berakhir. Hmmm, habiskan kopimu… aku tak ingin ada yang sia-sia dalam piknik kita nanti.

Aku ingin piknik, satu kali lagi yah. Ditempat yang sama, denganmu, dibawah payung dan diguyur hujan… Bukan untuk bercerita, tapi untuk merencanakan tentang satu masa dimana kita akan menghabiskannya bersama-sama. Kita menikah, tidakkah itu keren?

3 May 2011

1 May 2011

Diam













Ditepi waktu aku menunggu untuk sebuah kata

Tapi kamu memberiku DIAM

Jika aku tetap menunggu, itu tak berarti aku bodoh
Aku hanya ingin menyaksikan akhir episode
Dari sebuah harap yang diakari oleh keyakinan sungguh

Butuh belasan tahun hingga aku bisa bersuara
Bukan untuk mendapati DIAMmu
Mungkin kamu hanya dibaluti rasa takut, karena harus berkata jujur
Dan aku tak akan menyudutkanmu lebih dari ini

Tapi hidup ini cair. Semesta ini bergerak. Realitas berubah. Seluruh simpul dari kesadaran kita berkembang mekar. Hidup mengikis apa saja yang memilih DIAM, memaksa kita untuk mengikuti arus agungnya yang jujur tapi penuh rahasia. Kamu, tidak terkecuali” (Dee 2001)

Cukuplah kali ini
Cukuplah hanya padaku
Kamu DIAM…