Powered by Blogger.

Rina 'mengajak'saya ke Jepang!

Semalam saya berdiskusi dengan teman semasa kecil saya, namanya Galis Remina Babay. Saya memanggilnya Rina. Terakhir kami bertemu tahun 1997, waktu itu saya kelas 5Sd dan dia kelas 4Sd. Kami tinggal di asrama tentara yang sama (ayah kami tentara), hanya beda beberapa blok. Tapi karena ayah dia tugas keluar kota, jadilah dia ikut ayahnya pindah dan menetap di Jakarta sampai sekarang.

Well, dulu kami tak begitu akrab. Tapi saling tahu karena kami mengaji di masjid yang sama. Saya seangkatan mengaji dengan kakak dia, Rivi. Bertahun tahun tak bertemu, eh malah dunia maya mempertemukan kami. Setahun lalu saya melihat namanya di Facebook, nama 'Babay' itu langka saya bisa langsung mengenalinya tanpa musti lama mengingat-ingat. Dan kami berteman di Facebook, dari situlah kami sesekali ngobrol via Facebook chat.

Dan apa yang istimewa dari si Rina ini? Hmmm... tentu bagi saya dia Istimewa karena bisa membuat saya iri. Dia yang sewaktu kecil adalah gadis Jutek berubah begitu ramah dan enak diajak ngobrol. Cerdasnya terasa. Pengetahuannya luas. Okey, mungkin wajar karena dia tumbuh dan besar di Ibu Kota. Dan lagi kesibukan dia sekarang memang menuntut dia untuk selalu berfikir dan berkembang. Rina adalah seorang pengajar muda, dia mengajar Bahasa Jepang dan sekarang pun dia sedang konsen dalam tema Pendidikan Pedagogik Kritis. Dia menikmati apa yang sedang dia jalani sekarang ini, karena sudah menjadi tujuan hidupnya dia. Hmmm... what a life!

Okey, mungkin saya iri mendengar begitu mudahnya Rina mengatakan bahwa apa yang tengah dia jalani saat ini adalah Tujuan hidup dia. Panggilan Jiwa. Kemantapannya justru memperlihatkan kalau dia mulai matang. Jika sudah begini, saya akan munculkan sosok Rina sebagai pembanding diri saya yang nota bene masih bingung dan belum juga mantap perihal tujuan hidup. Hal yang menjadi panggilan jiwa. Atau apapun yang membuat dahi sedikit berkerut jika di pikirkan lebih jauh, tapi justru memberikan kepuasan yang tak ternilai. Pelan-pelan memang saya mulai tidak perduli dengan hal-hal seperti itu. Saya mulai menyederhanakan pemikiran. Saya hanya ingin hidup dan berarti dalam lingkungan saya. Itu saja.

Tapi nyatanya 'mau' saya tak sesederhana itu. Ambisi saya masih menggebu, walau sebenarnya saya mulai kehabisan tenaga. Rumput sebelah selalu terlihat lebih hijau dimata saya. Begitu mengalihkan perhatian sampai-sampai rumput sendiri tak dirawat. Lost Focus.

embicaraan kami mulai mengarah pada satu pembahasan, tentang minat saya. Tentang kesenangan dia. Tentang buku-buku yang kami baca. Tentang penulis yang kami idolakan. Dan banyak hal lagi yang membuat kami terasa lebih akrab satu sama lain. Saya rindu bertukarfikiran seperti ini. Membicarakan hal-hal sederhana tapi berarti dan cukup membuat saya kembali merenung. Hmmm... saya jadi curiga, tanpa sepengetahuannya dia dikirim oleh Tuhan. Dia datang disaat saya sedang sedih, bingung dan cenderung rapuh. Dia datang seperti papan penunjuk jalan, mengarahkan saya kepada mimpi-mimpi besar yang saya lontarkan dengan suara kecil hari itu, suara seperti seseorang yang tak ada nyali.

Apakabar kamu 'mimpi ke Jepang'?


32 comments

  1. Seharusnya kita tak perlu risau apa yang akan terjadi dikemudia hari, bukan berti kita tidak mau berusaha untuk mempersiapkan bekal dimasa depan tapi kemungkina-kemungkinan yang tak terduka bisa saja terjadi.
    So khusnud'zon kepada Nya.

    ReplyDelete
  2. Aku juga pengen ke Jepanggg. :D
    Temenku banyak yang manggil aku Una-Chan, tapi gak satu pun yang ngajak ke Jepang! T.T

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ahahahha, kamu ikut-ikutan aja nceee :p

      Delete
  3. urip mung mampir ngombe. sing penting omben sing ana dientekke.

    kalau nggak tahu artinya, nanti di Yogya aku jelasin.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hadehhh --"
      Oke kang April ketemu di Jogja yah, ahahahah *amin*

      Delete
  4. harus percaya diri aja ....bahwa kita mampu..

    ReplyDelete
  5. Kalau aku dikasih kesempata untuk pilih satu negara mungkin tetap Indonesia tepatnya lombok atau jogja,walau seperti yg kamu bilang rumpuk tetangga jauh lebih hijau tapi aku pribadi ingin menghijaukan rumput dilingkungan ku sendiri

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wew... sayapun sangat ingin kedua tempat itu ndy. InsyaAllah kalo gak ada halangan, tahun 2012. Amiiinnn ya Allah :)

      Delete
  6. kalo diajak, aku ikut ya mbak :D

    ReplyDelete
  7. kata judul salah satu buku, hidup berawal dari mimpi hehe kalo mo ke jepang ya harus mimpi dlu syam :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah, mimpinya sudah tertanam dari jaman kuliah. tapi menuju kesananya masih belum ada jalan. hhehe.... but we'll see..

      buku fahd jibran bukan tuh?!

      Delete
  8. Apakabar kamu 'mimpi ke Jepang'?

    Jleb banget baca ini :|
    Sudah lama saya simpan ini mimpi :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe... kak nani jg mow ke Jepang yah. hiks... samaaa^^

      Delete
  9. kita juga kan sahabat lama my sist,
    waktu saya SD kelas 2,
    dirimu kuliah semester akhir..

    ups..

    LARIII..!

    ReplyDelete
  10. senangnya bertemu teman kecil ya, di chat aja serunya begitu apalagi ketemu beneran, wah pasti bakalan ngobrol seminggu sampe gigi berjigong, hehe, masa kecil adalah masa yang paling indah syam, kalau di suruh milih juga saya mau nya jadi anak2 terus, gak mau jadi orang dewasa, rumit, wew :D

    btw, boleh tuh temannya jadi relawan di tempatku, hehehe :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. ah si Ommm, kita sama nih. kangen dan lebih memilih jadi anak kecil saja. bukan karena gak suka dg apa yg dijalani sekarang, tapi jadi anak kecil sepertinya enak. lebih simpel. gak rumit. ahahaha :p

      wah tempatnya om manki mmg bergerak dibidang apa nih?

      Delete
    2. stumon. . .yang ana tau lagunya koesplus tuh "masa bercinta masa yang paling indah"

      eehh masa kecilku rumit lhoh. . .rumit mikirin masa dewasa
      sekarang masa dewasaku malah rumit mikirin masa kecil :p

      Delete
    3. Ahahahahha, anak kecil yg aneh...

      Delete
  11. suatu hari nanti kamu pasti bisa ke sana Syam , Insya Allah

    ReplyDelete
  12. syam san kalo jadi kejepang ajakin ana ya :D

    ReplyDelete
  13. ayooo Sam, klo ada kemauan dan usaha keras pasti bisa ke Jepang.

    saya 2010-2011 sempat kerja sama orang Jepang, sayangnya research mereka sudah selesai jadi harus balik Jepang.
    duluuu tiap mereka balik dari Jepang pasti bawa oleoleh entah souvenir atau snack2. dan mereka memanggil saya Diah SAN :D
    San kan artinya saudara, iya kan y?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thanks diah, aminnn :)
      Nanti kl ada rekannya lg dr jepang di kenalin ke saya yah :p

      Delete