Monday, 20 February 2012

Acer Aspire 4310

Saya menamainya Leppy, dan kami berteman akrab sejak tahun 2007 lalu, waktu itu saya masih kuliah dan memang sangat membutuhkan perangkat pintar yang bisa dibawa kemana-mana. Waktu kuliah dulu saya aktif dilembaga, walau jam kuliah saya fleksibel tapi saya seperti orang kantoran yang setiap hari harus ada di kampus dari pagi sampai petang. Jadinya beberapa tugas kuliah harus saya selesaikan di kampus, di Himpunan; Rumah ketiga saya setelah Rumah orang tua dan Rumah Matahari ini.

Sejak Ayah saya membelikannya sampai pada tahun 2010 kemarin, Leppy tak pernah rewel. Hanya sesekali di serang virus yang membuatnya harus di-install ulang, setelah itu dia kembali membaik. Pernah juga sekali saya marah besar padanya, dia tak bisa menyelamatkan data yang saya titip di badannya, padahal itu data penting. Tapi yah mau diapa lagi? Kurang bijak rasanya menyalahkan benda yang nyata-nyatanya tak bisa membela diri.

Saya dan Leppy adalah sepasang kekasih. Kami melewatkan banyak malam bersama, saya banyak bercerita padanya tentang hari-hari terberat dalam hidupku. Tapi dia diam. Dan saya tetap saja bercerita, memainkan jarijemari saya di keyboardnya. Hingga saya puas dan mengusap air mata. Bagi orang introvert seperti saya, kehadiran Leppy sangatlah berarti. Leppy seolah tau pergerakan emosi saya. Sedih, suka, bangga, bahagia, rapuh, kecewa, jatuh,semangat,mimpi, krisis, semuanya saya rekam dan saya titipkan padanya. Baik itu dalam bentuk gambar, video, cerita dan curhatan. Akhh! I love you so damn Leppy :)

Well, pada Juli 2009 saya dan Leppy sudah melahirkan satu anak yang tidak jelas kelaminnya. Dialah Skripsi saya, yang membahas tentang Intellectual Capital.

Tahun 2010, adalah saat-saat terberat dalam hubungan kami. Semenjak lepas kuliah tahun 2009 kemarin, saya sudah mulai jarang mencurahkan isi hati padanya. Bahkan menyentuhpun tidak. Mungkin saya mendua, dengan rutinitas yang kian menuntut saya untuk lebih berlama-lama ada diluar rumah. Entah kenapa saya pun kembali membeli buku berwarna-warni dan memilih buku tersebut sebagai pelepas kegundahan saya yang bisa selalu saya selipkan dibawah bantal setelah saya menulis sebelum tidur. Dan itu membuat saya nyaman dalam beberapa bulan.

Bulan Juli 2010, saya mulai kecanduan Fotografi. Dan Leppylah saksi bagaimana saya mulai belajar dari NOL sampai bisa paham sedikit-sedikit. Leppy yang mencerahkan saya dan memberikan saya keyakinan bahwa foto-foto saya bukan sembarang foto, dan kami pun kembali melewatkan malam-malam bersama. Kali ini saya tak berbicara lewat kata, tapi lewat gambar. Emosi saya mempengaruhi hasil akhir editing gambar saya, baik itu pada pilihan gambar,tonal,saturasi, atau croppingnya. Disini, Leppy mulai menunjukkan gejala aneh. Sepertinya dia mulai sakit-sakitan.

Sakit Leppy kian parah pada awal tahun 2011. Setiap saya menyalakannya tak ada lagi welcome note dari windows, hanya ada garis-garis putih yang lama-lama berubah hitam. Saya pun khawatir, semua data penting dan pribadi ada didalam badannya. Akh Leppy... kamu memang tak pernah sakit, tapi sekalinya sakit saya butuh satu bulan Gaji saya sebagai pegawai kontrak untuk mengobatimu.

Dan Leppy kembali pulih. Lcd baru. Saya pun kembali bisa bermesraan dengannya. Menyimpan gambar, mengedit gambar, mendengar musik. Yah, saya tak lagi mencurahkan hati padanya. Ide menulis saya selalu datang mendadak, dan O'Black adalah teman baru saya dalam hal ini. Handset Android dengan layar 4", lebih masuk akal untuk saya bawa kemana-mana untuk saat ini. Tapi ini bukan penghianatan, toh pada akhirnya semua tulisan saya akan saya titip dalam satu folder di badanmu. Belakangan saya juga membersihkan data sampah, mengumpulkan setiap file yang sejenis dalam satu folder. Hingga akhirnya saya sadari, badannya mulai berontak. Low disk space.

Belum juga setahun si Leppy masuk Bengkel, dia sakit lagi. Sakitnya sama dengan yang dulu. Ukh! Saya bingung... apakah saya harus kembali memperbaikinya? Dan apakah jika saya memperbaikinya dia akan normal lagi atau justru hanya bertahan beberapa bulan saja. Harganya tidak sedikit. Dan ini adalah kali kedua. Ataukah, saya biarkan saja... mungkin memang sudah waktunya. Tapi apakah hanya 5 tahun? Tidakkah itu terlalu cepat?!

Mungkin salah saya yang kurang bisa menjaga Leppy lebih baik, saat ini saya benar berduka. Siap tidak siap, kehilangan memang selalu menyakitkan. Hufft! :(

Makassar, 19/02/2012
posted from Bloggeroid

20 comments:

  1. Umm so sweet...

    owh jadi hape barunya Android toh :D.

    Semoba cepat sembuh Lepinya ya teh. Di do'akan buat ngobatinnya rezeki mengalir terus. Biar si lepinya ga di ganti. Kasihan!

    ReplyDelete
  2. Eh oke banget tema skripsinya.
    Jadi pengen juga tentang itu @_@
    Hihihi~

    ReplyDelete
  3. gantimi leppy, setidaknya pensiunkan bahasanya
    kekekekke

    ReplyDelete
  4. dari tahun 2007 wow awet jg ya kamu makenya :D
    semoga umur tam2ku jg se awet leppymu hehehe

    ReplyDelete
  5. saya ingat aspire ku yang (rusak) merekx sama dgn judul postingan ini...*terkenang-kenang lagi

    ReplyDelete
  6. @Faizal Indra kusuma lahhh, itu bukan hape baru... oblek udah setahun sm saya kok :p

    ReplyDelete
  7. @Una Ayo na, agak puyeng tapi seru loh itu...

    ReplyDelete
  8. @Fajrin Thamrin Hiks, dan sepertinya memang harus begitu :(

    ReplyDelete
  9. @Corat - Coret [Ria Nugroho] Awet? saya kira 5tahun tergolong terlalu cepat untuk rusaknya...

    ReplyDelete
  10. @Patta Hindi Azis hehehe, jadi ingat joke teman-teman kak. ACER - Anu Cepat Rusak ^^

    ReplyDelete
  11. sudah saatnya perpisahan itu terjadi Syam, dia perlu istirahat panjang, atau relakan ia menempuh keinginan hidupnya (dijual), banyak pepatah yg mengatakan, carilah yg terbaik dalam hidupmu, mungkin ini saatnya kamu untuk mendapatkannya (beli baru, tuker tambah) :D

    ReplyDelete
  12. @Stupid monkey Hehehe, Om manki bisa so sweet juga yah... hehehehe :p

    ReplyDelete
  13. saya aja deh yang gantiin si leppy
    Bisa dibawa kemana2, gak bawel, batre tahan lama, dan dijamin bisa nyimpen data dengan baik :D
    Iri saya, leppy itu enak ya bisa nemeni kamu terus...

    ReplyDelete
  14. Is it just like u said it would be (huufftt. . .it's never easy to lost something)

    ReplyDelete
  15. datanya sering aplod diinternet saja mbak kalau2 dia harus pergi

    ReplyDelete
  16. @Ninda Rahadi Mending sy burning aja kali yah dr pada diupload gitu...

    ReplyDelete