Powered by Blogger.

Karnos Film: Satu Jam Saja

Kalau ada lagu yang tidak pernah Absen dari track lagu karokean saya adalah lagu Satu Jam Saja versi Lala Karmela, lagu ini sebenarnya pernah di populerkan oleh Audy yang diaransemen ulang sehingga terdengar lebih “kini”. Saya suka lagu ini. Titik.

Saya tidak akan membahas tentang lagu ini, tapi tentang film yang memakai lagu ini sebagai OST bersama satu lagu lagi milik band Club 80’s, Dari Hati. Judul filmnya sama seperti lagunya, Satu Jam Saja. Produksi Karnos film dan diperankan oleh Revalina Estemat, Andhika Pratama, Vino G Bastian dan beberapa pemain kawakan lainnya, termasuk Om Rano Karno sendiri. Film ini disutradarai oleh pemain baru dalam industry perfilman Indonesia, Ario Rubbik. Produsernya sendiri dilakoni oleh Ibu Santy Karno, isteri Om Rano Karno.


Film ini sebenarnya sudah tayang Oktober 2010 kemarin, tapi saya baru sempat nontonnya sekarang-sekarang ini. Saya bukan tak punya selera nonton film karya negeri sendiri, hanya saja karena banyak film local yang genrenya sejenis (sama semuanya) makanya saya agak pilih-pilih film. Yah tergantung siapa yang main, kalau saya pastilah akan menonton semua film yang ada Vinno G Bastiannya, ada Nicholas Saputranya, ada Lukman Sardinya dan satu lagi Reza Rahardian. Mereka berempat itu cowok dengan tatapan misterius, emosional, pelukannya maut, pokoknya bikin gak…gak…gak kuat! lostfokus

Kalau dari alur cerita, film ini menceritakan tentang 3 anak manusia yang saling bersahabat yang kemudian menemui masalah besar karena Hans (Andika) menghamili sahabatnya sendiri Gadis (Revalina), tapi si Hans ini tak begitu saja menerima kenyataan. Dia mengasingkan diri sementara perut Gadis semakin membesar, dan Dika (Vino) pun mengambil inisiatif untuk menikahi Gadis. Dika sangat merasa bersalah karena tidak bisa menjaga Gadis dan juga karena sebenarnya si Dika ini sudah lama menyembunyikan Cintanya pada Gadis. Akhirnya Gadis dan Dika menikah, hidup serumah tapi Gadis tak begitu perduli sama suaminya Dika. Sementara Dika, tetap bertahan untuk menjaga dan menemani Gadis. Dia bekerja keras untuk menghidupi Gadis. Tapi cinta hanya butuh perhatian dan waktu, hingga pada akhirnya dia datang dan merasuki sang pecinta. Walau hanya butuh satu jam saja, sebelum pada akhirnya si Gadis meninggal setelah persalinan, dalam pelukan Dika. So sweeeeet^^

Dan filmnya selesai… hehehe, yah ceritanya memang sangat standar. Aktingnya lambat dan sangat mendayu-dayu. Anti klimaks. Dan pemeran diluar mereka bertiga sepertinya hanya numpang lewat saja, tidak ada scene yang memperlihatkan peran penting mereka dalam film ini. sekedar di–ada-adakan saja. Tapi ini demi cinta saya ke Vino G Bastian, akhh! Saya selalu suka melihat tatapan mata dia setiap kali memerankan satu karakter tertentu. Biar kata dia artis lebay, nakal atau apalah… saya tetap suka totalitas dia. Aku padamu Vino.


Kalau pesan dari film ini, hmmm… saya lebih menangkapnya ke permasalahan Cinta. Yah itu lagi deh, jiwa film drama memang ada dalam persoalan Cinta yang complicated. Dalam sebuah hubungan yang tidak didasari oleh rasa cinta, hanya dibutuhkan waktu dan perhatian hingga pada akhirnya dia datang. Karena ketika kita memberikan cinta kita dengan tulus, akan selalu ada jalan untuk dia berbalas. Bahkan ketika kita mencintai dalam diam. Akh! Sepertinya rumit… udah ah!

P.S. Ini bukan resensi, hanya sekedar ngomongin film saja. Bingung juga saya bacanya. Heheehe. Selamat menanti hari Senin.

posted from Bloggeroid

17 comments

  1. Empat aktor laki-lakinya seksi semua :-s

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lah emang seksi kan, hahahah... selera kita sama euy :p

      Delete
  2. kalo temen2 saya nonton film ini sampe nangis-nangis..
    kalo saya sih biasa aja..
    mwehehehehe

    iya, lagu satu jam saja versi lala bagus..
    suka suka suka (^▽^)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aseeek, mungkn tergantung suasana hati kali yah :)

      Delete
  3. hahaha gokilllll, "pelukannya maut".Kata2nya :">
    wah aku blm nonton cammmm, toss, suka vino juga.

    ReplyDelete
  4. kak cyam suka tatapan mata yang tajam?
    atau... hmm- seperti menembus hati =P

    ReplyDelete
  5. ralat..lagu.. yach..he.he.he. satu jam saja.. awal mulanya di populerkan oleh. asti asmodiwati..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wadduh, xixixxi... baru tau aku mas. thanks infonya :)

      Delete
  6. wah kayaknya kelamaan tuh...
    aku lebih suka lagu lima menit lagi

    #dasar otak dangdut..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haddeh... dangdut cihuy mas. Tapi gak dulu deh :)

      Delete
  7. satu jam saja, inget lagu lama nih, siapa ya, btw belom nonton tuh film syam, masih banyak nih daftar yang belom ketonton, hehe :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bilang aja gak suka nonton film macam ini ;p

      Delete
  8. aaaaaaaaaaaaaaahhh sad ending. . .sayang sekali :D

    ReplyDelete
  9. "Dalam sebuah hubungan yang tidak didasari oleh rasa cinta, hanya dibutuhkan waktu dan perhatian hingga pada akhirnya dia datang. Karena ketika kita memberikan cinta kita dengan tulus, akan selalu ada jalan untuk dia berbalas. Bahkan ketika kita mencintai dalam diam"

    aaah,, quotes barusan indah sekali :D :D :D

    ReplyDelete