Powered by Blogger.

Bagaimana Jika...

Hmm... saya bosan!

Bukan pada hidup saya, tapi pada pilihan-pilihan yang telah saya ambil belakangan ini.

Seandainya saya boleh meminta, saya ingin memulainya dari awal... saat saya untuk pertama kali memutuskan akan bekerja dimana, menemukan passion dan semangat 'seleksi' yang ada pada diri saya.

Bukan... bukan.... mungkin saya ingin memulainya kembali, saat saya memutuskan akan kuliah dijurusan apa? Saat saya benar-benar buta tentang dunia yang pada akhirnya membuat saya mengangguk sambil geleng-geleng.

Akh, itu terlalu dekat... bagaimana kalau saya ulangi lagi mulai pada saat saya untuk pertamakalinya menggunakan seragam putihmerah, dengan dasi menggantung didada, yang sesekali saya gunakan untuk melap ingus.

Atau bagaimana jika saya mulai lagi benar-benar dari awal, alam Rahim...

Tapi, bagaimana kalau ternyata saya tak bisa lagi keluar dari alam rahim? Saya terpenjara pada alam antara, tanpa bisa merasakan nikmatnya hidup, bernafas, tertawa, menangis, menyesal dan kecewa.

Akh! Saya tidak ingin kembali ke alam rahim... saya tak ingin menjadi anak SD ingusan, tidak ingin lagi kembali pada masa kebingungan saya akan memilih kuliah dimana dan saya tak ingin kembali kemasa dimana saya memutuskan akan bekerja dimana.

Sebenarnya saya terlebih takut, jika ternyata mendapati hidup baru yang pada akhirnya biasa-biasa saja. Tanpa bisa merasakan nikmatnya tertawa, menangis, menyesal dan kecewa. Saya ingin tetap menjadi perempuan dengan pikiran-pikiran rumit, tentang hidup dan kehidupan.

Dan tentang saya yang mulai bosan dengan pilihan-pilihan saya belakangan ini... biarlah seperti itu dulu. Saya menikmati kebosanan saya, itu tanda bahwa saya adalah manusia bergerak. Bosan adalah titik untuk dimana saya mengevaluasi pencapaian-pencapaian yang telah saya raih selama ini kemudian memikirkan lagi, apa selanjutnya? Karena saya tidak ingin menjadi manusia yang biasa-biasa saja. Setidaknya bagi diri saya sendiri.

Hmmm, saya bosaaaaaan!

P.S. Bosan tidak mengindikasikan ketidak-syukuran atas nikmat Allah. Bosan yah bosan...

posted from Bloggeroid

8 comments

  1. Iya bosan ya bosan saja...bukan berarti kurang bersyukur..dinamika sisi manusiawi yg sdh merupakan atribut penciptaan kita sejak lahir..

    Btw, setiap pilihan akan membawa kita pada pilihan-pilihan berikutnya

    ReplyDelete
  2. untungny dalam kamus hidupku ndak ada kata bosan. . .. apalagi kata menyesal hehhehehe. . .. so have a nice day. . .. :)

    ReplyDelete
  3. Ingat, jika anda meminta untuk balik ke masa lalu, belum tentu teman-teman anda menginginkan masa lalu. Jadi nikmatilah perjalanan hidup Anda yang masih misteri. Misteri dan juga kado bagi orang yang semangat dan bahagia untuk menunggu kedatangan hari esok

    ReplyDelete
  4. wew, ternyata waktu kecil ingusan ya, hihi, sama dong, wew.. ^^
    tapi kalo kita takut itu, wajar kan, lumrah kan, terus mo pigimane lagi, majuin aja ah ... hihihi :p

    ReplyDelete
  5. nikmati saja setiap fase hidup kita, termasuk saat bosan, nikmati kebosanan itu sampai bosan, hehehe...

    ReplyDelete
  6. Kata oom Stumon bener tuh.. Terus mau gimana lagi yah? Ya sudah jalani saja. :D

    ReplyDelete
  7. Hey kau "Perempuan Spesial",pilihan itu nikmat sayang... Ketika pilihan itu pada akhirnya tidak sesuai dengan apa yg kita inginkan atau mungkin justru lebih dari apa yang kau harapkan,maka bebahagialah karena kelak pilihanmu itu bisa kau ceritakan kepada anak cucumu.. Sebuah kenikamatan untuk bisa bercerita dan berbagi dengan mereka tentang sebuah mimpi.. Tentang jejak2 kaki yang kau tinggalkan bersama senyum atau pun air mata untuk sebuah pilihan..

    ReplyDelete
  8. Kamu pun tahu kalau kamu tidak bisa memutar kembali waktu untuk mengulangi semua hidup kamu dari awal, tetapi kamu pun tahu kalau kamu bisa terlahir kembali dan memulainya lagi dari sekarang, untuk akhir yang baru, akhir yang lebih indah. Tanpa kamu harus berbicara lebih banyak lagi, kamu tahu di situlah awal dari perjuanganmu, karena bermimpi saja tidak akan cukup, karena di situlah awal dari sebuah kenyataan.

    -2-

    ReplyDelete