Powered by Blogger.

Go Live For KAIZEN

Hari ini adalah hari kamis, saya kekantor pakai batik, bukan karena salah kostum tapi karena dikantor sedang ada lounching project. Dari kemarin orang CRP sudah mewanti-wanti, khusus untuk back office harus pakai batik. Oke. Fine!

Seperti biasa saya datang terlambat #ups. Boss besar sudah ada dan menggunakan batik. Boss besar pake apa saja pasti cakep, mungkin karena auranya memang sudah membentuk tampilan luarnya. Dikantor saya mayoritas karyawan orang-orang Makassar, aseli. Boss besarnya sendiri dari Jakarta. Beliau memang dipinang khusus oleh kantor saya untuk memperbaiki manajemen, khususnya untuk meningkatkan penjualan. Saya jempol deh untuk cara berfikir beliau, cerdas. Saya juga suka dengan ilmu komunikasinya yang cenderung bisa mengarahkan orang lain, tapi beliau bukan pakar hipnotis.

Well, acara dikantor itu adalah dalam rangka penandatanganan project PDK; Promise Delivery Kaizen cabang kami. Project ini adalah cara yang dianggap mampu memperbaiki manajemen kami sebagai main dealer Toyota di Makassar yang berhubungan langsung dengan customer dalam hal peningkatan Customer Statisfaction. Karena bagi kami, kepuasan pelanggan adalah yang pertama dan utama. Walau terdengar sangat gombal, tapi itulah yang ditanamkan dalam pikiran kami dan akan selalu kami usahakan. Amin...

Kaizen (改善?) merupakan istilah dalam bahasa Jepang yang bermakna "perbaikan berkesinambungan".[1] Filsafat kaizen berpandangan bahwa hidup kita hendaknya fokus pada upaya perbaikan terus-menerus.[1] Pada penerapannya dalam perusahaan, kaizen mencakup pengertian perbaikan berkesinambungan yang melibatkan seluruh pekerjanya, dari manajemen tingkat atas sampai manajemen tingkat bawah.[2].

Source: Wikipedia
Semenjak pertengahan tahun 2011 kemarin, saya mulai bersahabat dengan istilah Kaizen. Yang diadaptasi dari prinsip Toyota Way, yang mana melalui sistem Kaizen itu dilaksanakan perbaikan secara terus menerus. Melibatkan semua orang, baik itu manajemen tingkat atas sampai yang masih prajurit seperti saya. Dalam penerapannya Kaizen hanya membutuhkan konsistensi penuh dan keterlibatan semua orang yang ada didalamnya, Kaizen menitik beratkan pada proses dan hasil. Hmmm... pokoknya Go Live for Kaizen!

Okelah semoga project kami diawal tahun ini bisa berjalan sebagaimana yang telah kami susun. Saya sebenarnya bukan team inti, tapi team pendukung yang juga akan selalu berusaha tidak berkata gombal ke customer. Selepas penandatanganan boss mentraktir berjamaah di salah satu cafe keren di Makassar. Terimakasih ya bosss....


posted from Bloggeroid

20 comments

  1. Contoh kaizen: pergi shalat jumatan pake sendal swallow pulang pake sepatu bata, hihi :p

    ReplyDelete
  2. @Una halah, itu kalo begitu gurunya siapa?

    ReplyDelete
  3. Wahhh.. Semoga sukses new projecknya ya teh. Aku do'a kan loh :)

    ReplyDelete
  4. seperti biasa saya datang terlambat?
    #likediz :))

    filosofi keizennya keren juga. harus diterapkan ke diri sendiri nih.

    ReplyDelete
  5. wew, semoga tempat kamu kerja semakin okeh ya Syam, terus kamu juga bisa naek pangkat, naik gaji, terus bisa ajak saya makan2 okay, hehe :D

    ReplyDelete
  6. ..perbaikan berkesinambungan..ini dia yang sering dilupakan dalam melakukan perbaikan dalam hal apapun..setelah melakukan pembenahan sekali dianggap sudah selesai..tanpa ada kelanjutannya..
    sungguh postingan yang sangat meng-inspirasi..terimakasih sudah berbagi...salam sukses selalu :-)

    ReplyDelete
  7. baek ya bosnya, ditraktir semua.
    eh tapi berani nanya gak? itu uang kantor ato duit dia?
    soale dulu, bos ku juga suka traktir2, abis itu di kantar aku disuruh ngajuin reimburse ke bagian keuangan hehehe duit perusahaan yang dimakan sama2, tp yg dapat nama dia deh hehehe

    ReplyDelete
  8. Aamiin...semoga doanya tercapai ya mba... itu steaknya ko nganggur? sini lempar deh, hihihih

    ReplyDelete
  9. makan di balck canyon ternyata tdk enak,,enakan masakannya Bu Ati,,kwkwkwk

    ReplyDelete
  10. @Huda Tula Heh?! terlambat karena apa nih mas huda?
    #thanks :))

    Setuju deh, kaizen pun pas untuk diterapkan di kehidupan pribadi. Perbaikan terus menerusss...

    ReplyDelete
  11. @Stupid monkey Amin ya Allah...

    Terimakasih deh Om Manki, eh oleh2nya manaaa? :))

    ReplyDelete
  12. @BlogS of Hariyanto Karena ini adalah siklus yang akan selalu berjalan, jadi tidak akan pernah ada kata berhenti untuk perbaikan mas. Idealnya seperti itu.

    Terimakasih sudah berkunjung, Salam sukes untuk Mas Hariyanto :)

    ReplyDelete
  13. @nicamperenique Alhamdulillah dapat traktiran Mbak, kalo soal yg seterusnya... Ups, Nokomen deh :p

    ReplyDelete
  14. @@yankmira hehe, itu bukan nganggur loh... belum waktunya saja untuk disikat :p

    ReplyDelete
  15. @F. Daus AR Ahahaha, setuju! Mie goreng rong :))

    ReplyDelete
  16. @Stupid monkey emang kaki bisa dimakan? bisa dipajang? wew, no thanks Om... ahaha.

    ReplyDelete
  17. @Syamataharilho .. bisa aja kalo kamu nya sudi .. hehehe :p

    ReplyDelete
  18. @Una dulu ana pas pergi ke jepang juga kek una tuh syam :D
    ke sananya pake muka asli. . .pulangnya pake mukanya hiro mizushima (kata pak ustad suruh ambil ambil yang bagus dan tinggalkan yang jelek) eeeeh di omelin abis2an sama pak ustad. . .ternyata salah kaprah :D yah berhubung sudah tau plus mensyukuri nikmat Allah akhirnya ana kembaliin muka si hiro :p

    ReplyDelete