Powered by Blogger.

Idealisme

Dan ternyata, Idealisme adalah salah satu dari kumpulan dongeng pembakar semangat. Dan layaknya sebuah dongeng, maka mustahil-lah adanya | s y a m
Ternyata, quote yang mengantarkan saya ke penghujung hari ini, juga membawa saya pada adegan yang sudah lama tak lagi saya lakoni. Sebuah diskusi kecil bersama seseorang yang berada di lauar ke-aku-an saya. Kakak senior yang notabene adalah orang yang juga ikut andil membentuk karakter saya dikampus dulu.

Banyak hal yang kami diskusikan bersama, lebih pantas di sebut –Saya kembali Mengadu, mungkin setelah sekian lama tak berdiskusi saya pun terasa asing dan sialnya lagi saya tak mampu menjelaskan maksud dari quote tersebut. Quote yang saya ciptakan instan, hasil dari pikiran-pikiran saya yang sedang melayang-layang melihat realitas ‘hari ini’.


Tentang Idealisme, tak banyak lagi yang saya tahu. Rutinitas membuat otak saya karam. Yang saya tahu saat ini bahwa Idealisme itu merupakan kesempurnaan hidup bagi manusia, dan sesuatu yang bersifat prinsipil, sebagai pembeda, itu saja. Tapi, katanya “tidak semua kondisi bisa dihadapai dengan prinsip, karena ada juga wilayah yang membutuhkan ruang2 dialog” seperti itulah kurang lebih.

Kami pun bercerita banyak…. Begitu banyak pula yang tak lagi saya mengerti, akhhh, susah juga. Mungkin krena memang saya tak punya 'gizi' yang cukup untuk mencernanya, dan Mungkin pula karena ternyata saya lahir di zaman yang dimana segala sesuatu telah tereduksi dan mutlak, sementara kebenaran sendiri menjadi relatif dan berpihak. Dan saya pun tak boleh lagi muak karena itulah realitas. Sebenar-benarnya yang terjadi.

Thankyou Brother, mungkin saya pun harus meninggalkan rasa 'sepi' yang terkadang saya buat-buat sendiri, atau menjauh dari keterasingan yang semakin hari semakin membuat saya tampak seperti orang gila saja. Tapi, bukan karena saya memandang itu salah… setidaknya saya sekarang mengerti bahwasanya ‘ilmu’ itu datang bersama kesendirian. Karena hanya dalam sepi, hati bisa jujur menilai diri. Saya hanya tak ingin membiarkan sesuatu itu terjadi begitu saja, saya harus tahu makna apa yang ada dibalik semuanya. Yang terkadang tak bisa saya temukan bahkan ketika saya berdiskusi dengan siapapun, makna yang hanya bisa ditangkap oleh satu sisi dalam diri saya, dalam kondisi sepi… sendiri… benar-benar ‘sendiri’.

Saya tak akan pernah mengeluh pada hidup, saya hanya ingin mempertanyakannya. Tanpa menuntut apa-apa. Seperti kata penulis Favorit saya, Fahd Jibran “karena bertanya tak membuatmu berdosa”.

Selamat malam, thanks for sharing…

10 comments

  1. berjalan aja, tertunduk juga boleh, sesekali aja tengadah keatas, nanti seru deh ^^

    ReplyDelete
  2. @Stupid monkey sip, semua cara pasti saya coba... makasih Om :)

    ReplyDelete
  3. Beh.. Apapun yah yang terjadi jadilah seorang komandan yang relalu sigap menjalankan tugas dan tentunya teteh sendiri, hadipi ya^oo^ #sok

    ReplyDelete
  4. idelisme kadang dibutuhkan juga & amat pnting perannya untuk pedoman & pegangan hidup agar tdk terobang abing mengikuti arus,walau terkdang idelisme bisa jadi 2 mata pisau yg berbahaya tp dari situlah romansa kehidupan dimulai layak sinetron yg sedang tayang

    ReplyDelete
  5. Idelisme juga sangat penting dalam menjaga iman & kualitas hidup agar tidak terobang abing mengikuti arus
    walau terkadang menjadi 2 mata pisau yg saling menguntungkan & merugikan,seperti adegan dalam film yg selalu membuat kita menitihkan air mata

    ReplyDelete
  6. Saya hanya tak ingin membiarkan sesuatu itu terjadi begitu saja, saya harus tahu makna apa yang ada dibalik semuanya. Yang terkadang tak bisa saya temukan bahkan ketika saya berdiskusi dengan siapapun, makna yang hanya bisa ditangkap oleh satu sisi dalam diri saya, dalam kondisi sepi… sendiri… benar-benar ‘sendiri’.

    Berarti hanya sobat sendiri yang tahu maknanya kali ya hehehe...

    ReplyDelete
  7. bertanya juga gak akan membuat tersesat..
    :D
    yg penting semangat dan enjoy aja..

    ReplyDelete
  8. Idealisme itu cuma proses, kalau buat saya. Proses pemikiran menuju pemikiran lain yang lebih ideal. :D

    Dan dari proses tersebut, selalu saja ada yang dipertanyakan. Itu memang sudah kaidah standar orang idealis, Syam. ^^

    ReplyDelete
  9. tapi, bagaimana bisa engkau pernah merasa sendiri, sedang aku selalu dihatimu ? #eaaaa..

    ReplyDelete
  10. saya malah jadi keinget tagline blognya Isman H. Suryaman--> bertanya atau mati

    ReplyDelete