Powered by Blogger.

Negeri 5 Menara! Akhirnya...

Rencana saya untuk pulang cepat hari ini gagal. Saya baru bisa keluar dari kantor setelah pukul 05.30, itupun saya tak langsung pulang. Saya sengaja singgah ditoko buku yang letaknya tak jauh dari kantor saya. Saya ingin membeli sebuah buku, bestseller tapi seama ini saya abaikan begitu saja... Negeri 5 Menara.

Well, ini gara-garanya Jumat minggu lalu saya menonton film negeri 5 menara bersama neni dan ratih. Banyak penonton yang pada akhirnya mengeluarkan kata pamungkas "akh beda dengan bukunya" setelah menonton film ini. Kalau saya pribadi berbeda, karena saya sama sekali tak punya gambaran apa-apa tentang jalan cerita yang coba diangkat dalam film ini. Saya belum pernah membaca bukunya walau dari dulu teman-teman saya heboh dengan kekerenan buku ini, entah... pokoknya saya tak begitu berminat.

Dan kenapa pada akhirnya saya membeli buku ini? Padahal daftar bacaan saya masih menumpuk? Itu karena ending dalam film Negeri 5 menara ini 'menganga'. Saya justru menemukan klimaks dari film ini saat Baso akhirnya berhenti mondok karena harus merawat neneknya yang sakit parah. Dan setelah itu? Terlalu banyak adegan yang 'dangkal', entahlah... semua adegan terlewat begitu saja tanpa ada pendalaman tentang apa dan bagaimana adegan tersebut menjadi bagian penting dalam film ini. Dan saya terlebih bingung dengan tokoh Alif yang sepanjang film memang terlihat bingung.

Saya memutuskan untuk membeli buku Negeri 5 Menara untuk lebih mengenal sosok yang justru mengambil banyak perhatian saya, Baso. Serupa Lintang dalam cerita Laskar Pelangi. Mereka adalah anak-anak sederhana yang justru menjadi mewah karena kesederhanaannya. I heart you boy!


Negeri 5 Menara! Akhirnya....

posted from Bloggeroid

21 comments

  1. "Saya baso dari gowa sulawesi selatan" baso mengacungkan tanganya sambil nyengir khas bgt sma muka baso. itulah adegan yg paling sya suka dari baso, aktingnya bagus natural bgt hehe... tapi pada akhirnya saya berpendapat filmnya tdk sebagus bukunya :)

    mereka org2 baru di dunia layar lebar tapi aktingnya justeru lebih bagus dri pada mas ikang fawzi ataupun andhika pratama. itu sih cuma penilaian sya aja yg pasti sya suka sma tokoh baso dan alif, atang juga <--- berasa lagi gak main film :)

    ReplyDelete
  2. saya juga mengidolakan sosok BASO. tak rugi menitikkan air mata ketika adegan perpisahan Baso dengan teman2nya.

    tapi blom bikin saya pengen bli bukunya juga sih hehehe

    ReplyDelete
  3. Aku kok kurang tertarik ya sama buku & film ini,aku lebih respect kalau novel " 9 Summers 10 Autumns " di filmkan soalnya cocok ditonton semua kalangan tanpa batasan agama alias universal

    ReplyDelete
  4. wah, nanti di review ya, antara buku dan film nya :D

    ReplyDelete
  5. nyah nyah nyah, sepertinya kalau film dari novel masih belum bisa dikatakan bagus dalam perfilman indonesia.
    Belum saatnya?, atau belum diperbaiki?
    Diluar untuk ukuran film waw, itu projectnya memakan 3-5 tahun. Di indo malah cuman 3-5 bulan.

    kenapa, kenapa?

    Mungkin perbedaan antara uang sekedar, dengan uang mengalir karena kerja kerasnya yak >,<

    ReplyDelete
  6. wuiiihhh~
    pinjamka nanti kak nah

    ReplyDelete
  7. ahh kak cham.. akhirnya keinginan ku nonton film ini buyar, berserakan, lalu menyublim..
    beli buku saja, aaaah :D

    ReplyDelete
  8. @Yayack Faqih Dosa loh yack kalo membanding2kan buku sama filem, hehehe...

    btw, soal Andika saya sepakat tuh. padahal doi favorit saya, tapi jadi ilfil dengan mimiknya yg terlalu dibuat2...

    ReplyDelete
  9. @nicamperenique Hihi, BASO memang sangat menggugah dan hebatnya lagi karena diperankan oleh pemain baru yang sangat menjiwai...

    ayo mbak beli bukunya, keren loh.... banyak yg ternyata tak terangkat dalam filmnya :))

    ReplyDelete
  10. @Andy Lah, saya justru belum tau dg buku itu ndy... *cari aah*

    Kalo saya pribadi tetap menganggap film N5M ini mengankat pesan universal, tentang persahabatan dan kesungguhan dalam berupaya. Settingan di Pesantren tak jadi masalah.

    waktu saya nonton pun banyak loh yg bermata sipit yg ikutan nonton, hehehe...

    ReplyDelete
  11. @naspard Hahaha...
    Kenapa kau nak, curhat? protes? atau apa nih.

    Gak pantaslah membandingkan buku dan film, kl buku imajinasi kemana-mana. sementara kalau film jan terbingkai sm durasi dn kemampuan pemainnya. jadi yah... gak fair-lah.

    tapi yg saya sepakat adalah, film di Indo memang terkadang terlalu di-ada-adakan... tidak begitu mengeksplore lebih jauh ttg cerita yg mereka mau angkat, jadinya yah... film terasa dangkal? itu biasa di Indonesia :))

    ReplyDelete
  12. @Nurmayanti Zain Ambil sendiri dirumahku ah... hehehe :p

    ReplyDelete
  13. @p u t r i sepertinya itu lebih bagus, untuk hidupmu :p
    hehehe...

    iyyo put sambil tunggu dvdnya, mending ko beli saja bukunya... lagi pula nd bisa tonji org cuci mata di itu film. Ahahaha :))

    ReplyDelete
  14. kenapa ana belakangan ini selalu telat update movie ya???
    denger dari cerita temen2 katanya bagus ceritanya. . .
    pengen

    ReplyDelete
  15. @Kaito kidd Heehehe, sabar yah kiddo... mungkin kamu memang kurang tertarik. tapi kalau emang dah tertarik, hayuk nonton sanah... cerita filmnya bagus kok :)

    ReplyDelete