Powered by Blogger.

Pelampiasan

Seseorang telah membuat saya marah, memancing ego saya dan berdebatlah kami. Saling sindir menyindir, mempertanyakan komitmen masing-masing, dia melibatkan bossnya dan saya tetap melawan dia sendiri tanpa perlu melibatkan Boss saya. Saya akan menyelesaikannya, sendirian.

Setelah lama berdebat, dan saya di 'keroyok' oleh mereka... saya melunak. Okey! Mungkin saya harus mengalah, toh saya tak sepenuhnya benar. Jika saya tetap mempertahankan pendapat dan meninggikan ego saya, masalah tak akan selesai bahkan bisa jadi semakin meluas. Saya tak suka terlalu melibatkan banyak orang pada hal-hal yang sebenarnya sepeleh, kalau hanya butuh kata maaf dari saya?! Okey... saya minta maaf.

Customer memang adalah Raja. Tapi maaf saja, saya tidak menyembah raja. Saya respect dengan boss saya, mungkin itu lebih penting untuk saya pertimbangkan dan menyudahi 'ngotot-ngototan' alot macam ini.

***

Well, karena masih dibawah pengaruh emosi berat... saya memilih tak langsung pulang kerumah. Saya belum stabil, dan saya butuh pelampiasan. Dari awal saya bekerja, saya sudah berkomitmen tak ingin membawa pekerjaan, pikiran apalagi masalah kantor kerumah saya. Itu sama halnya saya melanggar privasi saya sendiri. Dan saya selesaikanlah perkara emosi hari ini bersama sahabat saya;Neni yang selalu siap sedia kapan saja disaat saya butuh... mendengar saya ngoceh tak henti-henti memesan menu seadanya sebagai formalitas biar kami bisa mendapatkan sudut terbaik, untuk duduk berjam-jam lamanya.

Big thankyou darlo!
posted from Bloggeroid

2 comments

  1. jangan bawa masalah ya kl kerumah, mendingan bawa oleh-oleh, hihihi, kan jadi seneng orang rumahnya, sabar dan semangat ya ^^

    ReplyDelete