Powered by Blogger.

Tuan

Puisi saya punya 4 tuan,
Untuk kamu kamu kamu dan kamu...

Untuk kamu yang masih saja mendominasi rindu saya. Kamu yang mengajarkan saya untuk terus bermimpi. Kamu yang pada akhirnya membuat hati saya patah tak berbentuk. Tapi tentang kamu cukup begitu saja.

Untuk kamu yang mulai mencuri banyak perhatian saya. Walau terkadang saya sangkali, tapi kamu benar nyata, konyol dan woww... terimakasih untuk senyuman dan semangat yang tak pernah saya temukan sebelumnya. Pada setiap pertemuan, saya selalu mengantongi senyum kamu, membawanya pulang, mengingat-ingatnya lagi dan saya tersenyum. Dan sama saja, tentang kamu cukup begitu saja.

Kamu yang hanya dihari minggu menelpon saya karena tak ada lagi teman yang bisa kamu ajak ngobrol panjang lebar. Kemudian memarahi saya karena cara bicara saya yang masih seenaknya dan mengejek saya karena tak kunjung punya pacar ataukah sekedar menertawakan momen-momen konyol yang kita lewati bersama dulu. Membicarakan orang-orang yang kamu taksir saat SMA dulu, dan orang-orang yang saya taksir saat SMP dulu. Heyyy.... Bilang saja kamu rindu sama saya, iyyakan?! Kamu pun tak juga punya pacar, itu adalah kutukan... dan kita impas! Haaha... Kita lihat saja siapa yang akan lebih dulu menikah diantara kita.

Dan untuk kamu yang entah siapa, tapi adamu kuyakini pasti. Pada satu waktu. Untuk mengisi satu ruang terkecil dalam hati saya, ruang yang nyaris tertutupi oleh keberadaan keluarga, sahabat, teman, pekerjaan dan kegemaran saya. Ruang yang luapannya dahsyat dan bisa balik menutupi ruang besar lainnya tatkala dihuni oleh kamu. Kamu yang pada akhirnya saya lekatkan dengan inisial "home". Sebagaimana rumah, saya ingin kamu menjadi tempat yang selalu saya rindukan dimanapun saya berada. Im promise!


Terimakasih tuan-tuan, sudah menjadi gitar pengiring dalam setiap lantunan puisi saya.

Selamat ber-sabtu malam...


posted from Bloggeroid

12 comments

  1. edisi galau malam minggu..hehehe..
    someday kau akan bertemu 'kamu'nya ituh :)

    have a nice saturday evening ya, syam..

    ReplyDelete
  2. @Ay Ay terlihat seperti Galau-kah mbakku? Uhhuk... padahal saya sedang heppy.

    Have a nice saturday night mbak Ay, lap yu dah :))

    ReplyDelete
  3. heh, kamu, kamu kamu ... hhihihi, kaya lagu siapa ya ^^

    ReplyDelete
  4. kamu kamu dan kamu, sudahkah sya menjadi bagian dari kamu kamu? ah terlalu berharap nih, soalnya malam mggu banyak yg lagi ngasih harapan dan mengharapkan, atau barangkali harap harap cemas :o

    ReplyDelete
  5. entah si Tuan itu tahu atau tidak engkau berterima kasih kepadanya,tapi ku selalu yakin dendang petikan gitar mu ku tetap semangat untuk tahu apa artinya hidup yg keras ini

    ReplyDelete
  6. @Stupid monkey rindu...rindu...rindu lagi ah bete aku ai ai ai aa...
    #Doh! Kok ingatnya malah lagu ini sih Om--"

    ReplyDelete
  7. @Yayack Faqih Ahahah, ayooo... kamu cari kamunya kamu. jangan melulu berharap, apalagi sampai cemas mengharapkan :))

    ReplyDelete
  8. @Andy dan saya ndak perduli ndy, Tuannya tau atau ndak... hehehe.

    ReplyDelete
  9. yang laki mesti bikin puisi tandingan judulnya: nyonya

    wkwkwkwk...

    ReplyDelete
  10. kamu dimanakah kamu berada...rindu aku ingin bertemuu...#KLa versi Ririe

    ReplyDelete