Powered by Blogger.

The Fuel

Beberapa hari yang lalu, saya terlibat percakapan dengan seorang sahabat maya via Yahoo Mesengger. Bermula dari sapaan khas dia yang selalu membuat saya tersenyum. Ibu Presiden. Hihi...

Awal perbincangan saya meminta waktu untuk berbicara lebih banyak tentang satu kejadian konyol dibandara hasanuddin beberapa waktu yang lalu. Kejadian yang entah kepada siapa saya bisa muntahkannya dengan elegan, benar-benar memuakkan. Hehe, pastinya jika saya menceritakan kejadian ini kepada orang yang tidak tepat maka saya akan ditertawakannya. Syukur-sukur kalo tidak dibilang Oon. Hihi... Huft!

Setelah puas meneriakkan semua kekesalan saya, dia meminta giliran untuk berbicara. Memulai satu topik, yang sebelumnya pernah dia baca diblog saya tapi entah postingan dengan judul apa tanggal berapa. Postingan yang menggambarkan kondisi saya yang mulai kehilangan rasa dalam "shalat", dimana shalat sekedar melakukan aktifitas fisik tanpa ada keterlibatan jiwa didalamnya.

"i think i'm in that condition now"

Katanya demikian, yang kemudian meminta masukan pada saya bagaimana saya melewati kondisi tersebut. Huft... ditembak seperti itu saya tiba-tiba ngeblank! Untuk beberapa saat saya tidak mereply chatingan dia, benar-benar Blank!

"Btw ini topik terlalu berat ga sih buat malem minggu kayak gini?"

Ahahha, tanyanya kemudian. Pertanyaan yang sangat lucu, karena keluar dari pikiran seorang lelaki yang saya kenal sebagai seseorang yang tangguh yang ternyata sedang bimbang. Dan benar, bagi saya memang topik yang dia angkat sangat berat. Hehe...

Saya tak punya kapasitas untuk memberi nasehat, karena saya pun kadangkala masih terjebak dalam kasus yang sama. Saya hanya memberikannya beberapa pertanyaan, yang ternyata baginya adalah serangan yang mematikan karena dia pun tiba-tiba ngeblank.

"Apa kabar kamu yang pekerja keras, dan punya banyak mimpi?"
"Apakah kamu menjalani keseharian yang sangat monoton dan membosankan?"
"Pernahkah kamu merasa lebih baik dari orang lain? Walau hanya dalam pikiran sekalipun?"
"Mending jg kamu cari tau, apa yang bikin kamu kehilangan rasa itu?"

Dan kamu kemudian mempertanyakan, apa hubungannya semua pertanyaan-pertanyaan itu dengan Shalatmu yang mulai tidak ada rasa.

***

Saya selalu merasa ada hubungan krusial antara kondisi keimanan seseorang, target-target dalam hidupnya dan bagaimana mereka menjalani kesehariannya. Ketika kamu kemudian mengatakan, jika mimpi adalah "fuel" dalam hidupmu, semestinya kamu tidak merasakan hal tersebut. Yah tergantung, bisa jadi kamu justru terlalu sibuk dengan list-list mimpimu yang harus kamu selesaikan pada umur-umur tertentu dalam hidupmu. Kemudian perlahan tapi pasti kamu bertransformasi menjadi robot. Tapi hey! Bagaimanapun hidup adalah hari ini, nikmati hari ini dan jadikan masa depan sebagai sesuatu yang penuh kejutan.

Jika menurut kamu saya adalah orang yang tepat untuk dimintai nasehat karena saya telah melewati persoalan yang sedang kamu hadapi, kamu salah besar. Iman, energi, dan semangat punya ritme yang tidak bisa ditebak, tidak melulu akan turun, atau sebaliknya. Apalagi untuk pemimpi besar macam saya dan kamu. Semakin kita bisa mewujudkan mimpi yang pernah kita tuliskan dalam sketsa hidup, akan semakin besar celah untuk masuknya rasa angkuh. Merasa selalu (bisa) lebih baik dari orang lain, yang sadar atau tidak kita terjebak dalam situasi dimana kita terlalu meremehkan orang lain. Jika sudah seperti ini, saya ucapkan selamat datang untuk kamu...

Saya pernah melewati fase dimana saya begitu berambisi dalam hidup. Menemui mimpi saya satu persatu dan menggantungkan banyak lagi mimpi-mimpi lainnya. But im stuck! Disaat yang sama ternyata saya salah persepsi dalam memaknai hidup. Sekarang umur saya sudah seperempat abad, kadang saya merasa sudah terlalu tua untuk kembali menyusun mimpi-mimpi saya dengan sisa energi yang ada, kemudian saya menampar diri saya sendiri dan bangkit dengan luapan energi yang tak terduga. Siklusnya selalu begitu. Dan jangan heran, saat ini justru saya lebih tertarik dengan orang-orang yang terlihat berantakan, menjalani hidup sebebas yang mereka mau. keluar dari pakem. Bukankah itu menarik?


 
Berhenti menjadikan list-list mimpimu itu sebagai bahan bakar dalam hidupmu. Sebelum kau gila dibuatnya! Bagaimana kalau kita membuat kesepakatan saja, bawa: 

Hidup tak ubahnya jalanan berbelok, dimana Tujuan akir kita adalah Awal permulaan, kita berasal dan menuju ke-sejati-an. Ada banyak jalan yang bisa kita tempuh untuk kesana (kembali), sebaiknya jangan melalui jalan yang sama. Dalam perjalanan ini, Mimpi adalah tempat2 indah yang ada dalam list persinggahan, semacam tempat wisata untuk Ego kita. Yang membuat kita selalu bersemangat melalui perjalanan ini. Sementara "fuel" sebenarnya dalam perjalanan ini adalah, Iman dan Energi yang ada dalam diri kita sendiri. Yang mungkin ritmenya bisa selalu dijaga dengan shalat atau dan hal-hal yang menjaga kita selalu dalam kerendahan, dan mendekatkan kita pada-Nya. Karena hidup itu sederhana saja.

***

Dan perbincangan berakhir dengan dia yang mulai mengantuk dengan sisa-sisa pertanyaan yang belum bisa dijawabnya. Sementara saya harus menginstall leptop yang rewel...

posted from Bloggeroid

14 comments

  1. Cie.. Kayanya asik YM!annya teh. Eh aku boleh dong add YM mu nanti aku add yah^^ jangan lupa terima hehe ok teh. Thank you^^

    ReplyDelete
  2. Kata alim ulama Iman itu naik turun, naik karena takwa, turun karena dosa.. Mimpi dapat menjadi makanan jiwa, dengan mimpi seseorang dapat bertahan hidup, terbangun dari sakitnya, melangkah dari kemalasannya.. Mimpi adalah spirit masa depan *eh ngomong apa sih aku :P

    ReplyDelete
  3. kunjungan gan.,.
    bagi" motivasi.,.
    fikiran yang positif bisa menghasilkan keuntungan yang positif pula.,..
    di tunggu kunjungan balik.na gan.,.,

    ReplyDelete
  4. aku yang sekarang kehilangan 'rasa' dalam shalatku, merasa melakukannya hanya sebagai rutinitas dan kewajiban.. ini salah sekali.. :(

    dulu tidak seperti ini, apa karena pikiranku sedang tidak pada tempatnya ya..

    hhh..harus berbenah diri sebelum terlambat..

    ReplyDelete
  5. tataplah kemuka hari masih pagi... berjalan dengan iringan doa... by ikang fawzi "menjelang 17"

    ReplyDelete
  6. mungkin mimpinya jangan terlalu banyak kali ya, kalaupun banyak mungkin sedikit di persempit, biar fokus gitu loh, wew :D

    ReplyDelete
  7. Ikut menyimak aja mbak, bener2 ikutan ngeblank aku hehehe...

    ReplyDelete
  8. @Stupid monkey hehe, makin banyak makin menantang Om.. terkadang seru tapi kadang juga melelahkan.

    ReplyDelete
  9. @NF WOW komentarnya sangat sesuatu sekali, hihi... seperti kata Arai dalam buku Sang Pemimpi *bermimpilah dan tuhan akan memeluk mimpimu*

    ReplyDelete