Powered by Blogger.

Pasti Bisa


- Mentari terbenam -
Di perbatasan Kab. Jeneponto - Kab. Bantaeng, Sulsel
Rabu, 16 Mei 2012

Bagaimana mungkin kau berkata bahwa kaulah Matahari? - Sapardi Djoko Damono

Jika ternyata saya hanyalah pantulan jingga pada langit sore yang begitu dramatis, tak mengapa...

Melunak tak berarti kalah atau pasrah. Toh ini adalah pilihan sadar saya, bukan desakan konsekuensi atau bentuk kemunduran. Walau pada akhirnya pilihan itu datang bersama konsekuensinya sendiri, saya siap. Pada mulanya saya hanyalah perempuan biasa, terobsesi menjadi luar biasa, perjalanan saya masih panjang tapi pada akhirnya saya memilih untuk tetap menjadi biasa saja, dimana bagi saya kebahagiaan itu bukan perkara "mengejar dan meraih", kebahagiaan itu bukan hasil dari perencanaan, karena bahagia akan datang dengan sendirinya, menghampiri kemudian memeluk saya dengan mesra. Seperti saat ini.

Terkadang saya benar-benar tak butuh penilaian dan pengakuan.

Tapi, kamu tetap Matahari syam...
bagi mereka yang selalu membanggakanmu, dari tatapan matanya...
bagi mereka yang mulai menua, yang menitipkan doa dalam namamu...
dan jangan pernah lupa pada semua mimpi kita...
Kita pasti bisa!

32 comments

  1. :) Syam ya Syam... :D Tempat ini pun tetap menjadi "Rumah Matahari" bagi yang berkunjung. Menerangi pagi dan menghangatkan diri...

    ReplyDelete
  2. Yups, Terkadang saya juga tak butuh penilaian dan pengakuan. Tapi kenyataannya setiap hari sekitar memberikan 'penilaian' yang kadang bikin argghhh..

    ReplyDelete
  3. aku ngikut komentar diatas aja deh :P, bingung juga mau menanggapi apaan :D

    ReplyDelete
  4. Mbak Syam pasti bisaa :D Hihihii *bisa apa ya?

    Mbaaak, cantiknya foto perbatasan Jeneponto-bantaengnya :)

    ReplyDelete
  5. ya yang paling bijak kan bukan penilaian manusia..
    matahari juga kan emang ngga selamanya terik kadang ia juga teduh..

    ReplyDelete
  6. aku senang banget kalau liat Sunrise dipagi hari,soalnya moment sederhana tsb memang terlihat sederhana tapi jarang dinikmati & setelah menikamtinya terasa tenang & damai

    ReplyDelete
  7. melunak bukan berarti kalah dan pasrah, sepakat... melunak berarti pada tahap pencarian obat utk sebuah usaha mencari kesembuhan demi pemulihan. wuiih sya paling suka tulisan artikel ini syam :D

    ReplyDelete
  8. @u n n i mang ada fotonya ya?? :( disini ga ada #lola

    ReplyDelete
  9. terkadang ga butuh penilaian dan pengakuan, hanya butuh di dengar :D

    ReplyDelete
  10. @Ririe Khayan dan parahnya kita tidak bisa total mengabaikannya, errrrr....

    ReplyDelete
  11. @NF ada foto sunset sebiji mbak, gak nampak yah? Padahal dah diresize...

    @Unni, terimakasih :)

    ReplyDelete
  12. @Uzay ^,^ Mentari akan jadi teduh jika kita berlindung dibawah pohon rindang yah Zay ;)

    ReplyDelete
  13. @Andy sama seperti teman saya Ndy, dia gak begitu suka sunset karena terlampau dramatis/menyayat hati katanya... mending juga sunrise yg membawa aroma segar. heheh...

    ReplyDelete
  14. @Faizal Indra kusuma hehe, jangan ragukan selera saya Sal :p

    ReplyDelete
  15. @Yayack Faqih hehe, Makasih loh Yack...
    mungkin susah menemukan orang yang suka dengan gaya penulisan saya, maka dari itu saya senang ketika kamu bilang "suka" pada beberapa tulisan saya yang justru menurut orang lain kadang terlalu "cengeng"

    Terimakasih :)

    ReplyDelete
  16. @NF atau butuh didiamkan saja...

    ReplyDelete
  17. Ayo mbak... Mbak syam pasti bisa hehhehe...

    ReplyDelete
  18. @.syam betul, karena terkadang ada beberapa hal yang tidak perlu ditanggapi, tapi cukup dimengerti.

    ReplyDelete
  19. karena matahari selalu tulus
    datang dan pergi tanpa perlu disebut-sebut
    beda dengan bulan
    yang berani keluar hanya di waktu malam
    tapi semua orang menyebut kehadirannya walau mungkin sebulan sekali
    dan saat tak datang pun banyak orang yang senang dan pusing
    duuh telat bulan neh..

    ReplyDelete
  20. halo gan,
    tetap semangat tinggi ya untuk jalani hari ini ! ditunggu kunjungannya :D

    ReplyDelete
  21. @Rawins hahahah... bisaaaa aja lu Mas :p

    ReplyDelete
  22. mbak syam, matahari perindu cahaya..
    kata-katanya penuh dengan makna.. :)

    ReplyDelete
  23. kunjungan gan .,.
    Menjaga kepercayaan orang lain lebih penting daripada membangunnya.,.
    di tunggu kunjungan balik.na gan.,.

    ReplyDelete