Powered by Blogger.

Dear, Yudi Darmawan

Bahagia adalah tau apa yang kamu inginkan   ―Huda Tula

Mungkin tidaklah begitu penting untuk mencari tahu kembali kapan sebenarnya untuk pertama kalinya kita "dipertemukan", ketika saya coba mengingat-ingat yang terekam jelas hanyalah tahun 2010 dimana saat itu saya adalah seorang freshgraduate idealis yang penuh dengan ambisi dan impian sementara kamu adalah seorang mahasiswa semester akhir yang mulai disibukkan oleh Tugas Akhir (TA).

Saya ada bersama kamu saat kamu benar-benar bingung dengan ketidakpastian yang nyatanya adalah sebuah kepastian yang belum mewujud dalam kehidupanmu. Fase yang ketika saya mengenangnya dan membahasnya lagi kamu seperti ingin muntah. Saat itu kamu bingung dan kamu ketakutan, dengan kelulusanmu, dengan masa depanmu, akan bagaimana dan jadi apa kamu nantinya. Fase yang juga pernah saya lalui dengan indah, sehingga saya bisa memberikan kamu inputan sok bijak dan sok dewasa toh saya lebih berpengalaman dari kamu. Saat itu saya adalah orang yang saat ini saya rindukan... saya rindu pada sosok saya yang dulu, kemana dia yah? Entahlah! Sepertinya dia dibunuh waktu. Tidakkah kamu juga rindu pada sosok saya yang dulu yud?

Saya masih bersama kamu saat kamu mulai rentan dengan perkara masa depan hingga kamu benar-benar berubah menjadi pria yang begitu menakutkan. Terlalu panik menjalani kehidupan sebenarnya, kamu terlalu reaktif! Sementara disaat bersamaan saya mulai selow, kehilangan ambisi dan menyederhanakan impian-impian saya. Saya belajar banyak dari kamu dan beberapa orang sederhana lainnya, kamu memperlihatkan kepada saya bentuk kesederhanaan hidup, bawa hidup ini adalah sesuatu yang semestinya dilewati bukan dengan tumpukan angan-angan dan ambisi yang bahkan saya sendiri dibuat bingung akan saya arahkan kemana. Saya meraih mimpi saya satu persatu, tapi saya mendapati diri saya yang semakin tidak puas dan kehilangan esensi, hingga saya menyimpulkan bahwasanya "bukan ini yang saya cari".

Well, sadarkah jika kamu tidak pernah sedikitpun menceritakan mimpimu, kamu seperti hidup tanpa impian. Bukankah impian adalah penyemangat hidup yud? Lantas dari mana semua kekuatan itu kamu dapatkan? Mungkin dari Ibumu dan orang-orang yang kamu ingin bahagiakan, bukan begitu?

Saya masih bersama kamu saat kita mulai merasa komunikasi kita tidak lagi semenarik dulu. Apa kamu bosan? Atau saya bosan? Tidak! Ini salah saya yang tidak lagi suka dengan pembahasan mendalam, saya tidak lagi benar-benar perduli akan apapun. Saya membodoh yud dan saya sadari itu. Dan ini pun salah kamu yang selalu saja mencecar saya dengan pertanyaan-pertanyaan yang hanya bisa membuat saya tersenyum dan kebingungan. Kamu semakin cerdas saja. Kamu menyerap benar setiap sari hidup kamu. Dan kita semakin berbeda saja.

Sampaikan (selalu) kepada Matahari, bahwa kamu tidak akan lupa cara untuk "tertawa"

Selamat hari jadi Yudi Darmawan
Tidaklah perlu kita lahir dari rahim perempuan yang sama untuk menjadikan kamu Adikku, saudaraku...
Seperti katamu: Aku bahagiamu dan Kamu bahagiaku
Hidup adalah untaian proses saling membahagiakan
Walau kita tidak pernah tahu, kapan atau akankah kita bertemu nantinya

Terimakasih untuk jodoh kita! Pada "Blogspot" yang mempertemukan kita, dan tentang takdir, anggap saja itu sebagai lautan yang pembahasannya tak akan menemui tepi, dan saya tidak akan benar-benar menyelaminya…

Makassar, 21 Juni 2012

54 comments

  1. Yudi Darmawan,
    Seorang yang istimewa dipertemukan dalam "blogspot". Sungguh suatu hal yang nggak pernah kita duga sebelumnya. Jadi Yudi Darmawan juga seorang blogger ya kak Syam.

    ReplyDelete
  2. Hmmm . . .
    " Bahagia itu adalah tau apa yang kau inginkan "
    Suka sekalii, , ,

    ReplyDelete
  3. :O ini toh ternyata kenapa si syam bikin giveway.
    cantik cantik cantiiik artikelnyaaa

    ReplyDelete
  4. kakak..

    kita sudah pernah bicara berkali-kali tentang fase,
    kita membahas bahwa garis waktu yang sedang kita lewati adalah dua hal yang berbeda,
    saya merindukan kamu yang dulu, walau sebenarnya juga saya merindukan saya yang dulu,
    hal bodoh tapi begitulah kenyataannya..

    tapi, bukankah itu artinya saya hanya bisa menerima kamu yang dulu, dan kamu hanya bisa menerima saya yang dulu?
    mungkin tentang esensi "apa adanya" kita belum benar-benar mengerti
    saya sedang mengalami hal-hal yang dulu saya tertawakan yang saat itu kamu sedang alami,
    sebaliknya, kamu sedang menertawakan saya yang sedang mengalami "masa kamu" yang dulu..

    saya tak ingin ruang kosong ini semakin memuai,
    saya akan memadatkannya..!

    dari ini, saya akan belajar, tidak hanya terhadapmu tapi kepada semua..
    saya akan belajar apa itu menerima,
    saya akan belajar tidak menuntut apa yang tidak bisa dituntut dari saya..
    saya akan belajar bahwa saya akan menghadapi fase yang orang lain sudah melaluinya, itu akan mengurangi efek panik..

    terima kasih untuk "bagaimananya saya" di tulisan ini,
    bahkan saya menemukan "saya sendiri" disini, mungkin ini karena sudah terlalu lama saya tidak bicara dengan hati..

    ini manis..
    ini manis tentang kita tidak harus dari rahim yang sama untuk menjadi saudara..

    ReplyDelete
  5. Selamat Milad yaa Yudi, Penjabaran melalui Mba Syam Insya Allah membuat semangatnya kembali membara

    ReplyDelete
  6. @HP Yitno ya begitulah, sesuatu yang tak terduga selalu meninggalkan kesan istimewa

    Yudi Darmawan itu blogger asal sumatera sana.

    ReplyDelete
  7. @Fitrah Istiqomah yah, saya juga suka. Kata2 itu saya dapat dari blog Huda Tula :)

    ReplyDelete
  8. @Naspard Hahaha, bedalah... kami (saya dan yudi) lahir dibulan yang sama :D
    GA itu untuk ulangtahun saya, btw thaks da ikutan Nas :D

    ReplyDelete
  9. Wow... saya tidak heran, Syam bisa membuat posting-an seperti ini... :D

    ReplyDelete
  10. somehow gw merinding baca ini..that so you syam..mengalir berenergi tp sensitif n a little bit naif..luv it keep going girl

    ReplyDelete
  11. Love ur word syam... amaze me :)

    ReplyDelete
  12. selalu suka membaca tulisan syam, berenergi.
    Selamat ulang tahun Yudi Darmawan, wish u all the best :)

    ReplyDelete
  13. terharu.. lagi-lagi sejarah mencacat untuk dekat dan nyaman itu tidak harus selalu dekat. di dunia maya pun bisa =)

    Selamat hari lahir mas Yudi..

    ReplyDelete
  14. nemu sodara se blog ya syam :D

    ReplyDelete
  15. huaaaaaaa gak sempat kemarin ikut GA nya, padahal udah draft "judulnya" huhuh

    anyway, selamat hari jadi untuk Yudi, eheemm yg inikah orangnya?? cihuuy, moga kalian benar2 "dipertemukan" sebagai jodoh dunia akhirat ya Syam ;)

    ReplyDelete
  16. Wooow keren deh penjelasannya, selamat ulang tahun mas yudi :D

    Foto nya diliat2 kayak budi doremi yaa, xixixixi...

    ReplyDelete
  17. wow, sama-sama ultah di bulan Juni. berarti cocok neh, hihihihi

    ReplyDelete
  18. deuhhh, untaian kalimatnya 'ttg yang dulu' manknyeess. Ada bagian yg membuat saya seolah bercermin..tentang Impian. Mungkin saya salah satu orang yang 'tidak' memiliki impian yang melangit karena saya masih menjejak bumi bersama orang-orang di sekitar saya. Ketika orang lain sudah mebuat sekian deret resolusi dan berjuang utk mewujudkannya...saya malah hanya bisa bilang: DO what I can do as well.

    ReplyDelete
  19. mantap sekali, serius ka kak~
    hahahaha kita tahu mi apa yang akan saya katakan =P diam ma

    ReplyDelete
  20. Aduh, bingung mau komen apa mbak Syam. Bagus banget uraiannya. Selamat Ultaj ya untuk Mas Yudi :)
    Eh, met ultah juga buat Mbak Syam hehehee...

    ReplyDelete
  21. happy milad jugaa

    tulisan ini bener2 mereflesikan saya dan teman saya yang mulai menjauh karena mulai ada perbedaan pemikiran, shud i copas to her? hmm :(

    ReplyDelete
  22. @NF silahkan Nu' dengan senang hati :D

    ReplyDelete
  23. @Yudi Darmawan dan sepertinya semua memang harus kita mulai dari awal lagi Yud...
    sehingga kita tidak lagi terjebak dalam debat-debat yang isinya saling menuntut satu sama lain. saling meragukan dan (semoga) tidak saling menyepelehkan.

    kita masih akan bertumbuh menuju kematangan, butuh proses dan saya pun tidak akan pernah berhenti belajar kepada siapapun mereka yang akan saya temui dan pada apapun kejadian yang saya alami. Kita masih akan tetap bersama, untuk saling berbagi pengalaman hidup dengan nada yang begitu emosional kemudian menertawakannya dikemudian hari. Mungkin akan selalu begitu.

    ini juga manis,
    terimakasih Yudi Darmawan

    ReplyDelete
  24. @Anak Rantau hehe, jangan suka bingung bingung deng...
    terimakasih yah :)

    ReplyDelete
  25. @Nurmayanti Zain Hahaha, komentar ini Maya sekali :p

    ReplyDelete
  26. @Ririe Khayan mungkin bagaimana mimpi itu bisa sedemikian berpengaruh dalam hidup tergantung bagaimana kita memposisikannya kali mbak yah, kadang saya merasa mimpi itu seperti iming2 dan hanya dikonsumsi oleh "anak kecil" yang sebenar2nya terjadi hanya dalam cerita novel motivasi. tapi toh nyatanya mimpi bukan sesuatu yang bisa kita sepelehkan...

    untuk mereka yang selalu hidup dengan keinginan yang sederhana,
    salute :)

    ReplyDelete
  27. @Huda Tula yang lahir bulan juni pasti keren om, dan orang keren yah pasti cocok dg orang keren lainnya

    #hahaha

    ReplyDelete
  28. @Niar Ci Luk Baa hahaha, Budi doremifasolasido kali Niar... :p

    ReplyDelete
  29. @@yankmira yah, semangat bagi Yudi adalah harga mati mbak, dengan atau tidak adanya tulisan ini :)

    ReplyDelete
  30. @Asopkenapa harus heran ??? :)

    ReplyDelete
  31. @fems'kitchen and story its so WOW tante, u come back to read my post? really?? hihi... #terharu

    sudah lama nih saya gak dapat komentar yg bikin senyam senyum dari tante yg selalu membaca tulisan saya dg begitu perhatian.

    yah, im still naif tant... dan jika menurut kamu itu kekuatan saya, akh! saya kemudian merona, kapan dewasanya yah saya. hahaha

    #kangen

    ReplyDelete
  32. @Nanie terimakasih kakak nanie :)

    ReplyDelete
  33. @Uzaykarena hubungan itu tidak dilihat dr jarak atau intensitas pertemuan, tapi dr kualitas obrolan dan bagaimana kamu memposisikan seseorang sehingga merasa dia berarti dalam hidup kamu :)

    ReplyDelete
  34. @.:diah:. yaaaa, padahal sudah ditunggui :((

    ehem, orang apa dyah?
    pertemuan ini pun semacam jodoh :)

    ReplyDelete
  35. Aku rasa, nukan tanpa impian. Membahagiakan orang-orang yang kita sayangi pun juga adalah impian. Impian, tidak harus melulu tentang karir dan kehidupan kita sendiri.

    Impian sederhana seperti itu pun, butuh waktu dan usaha yang belum tentu mudah untuk mewujudkannya. ^^

    Oh iya, manis sekali komunikasi antara kalian berdua ini. Semoga hubungan kalian bisa menjadi lebih baik.

    ReplyDelete
  36. tentang mimpi...
    terkadang malah saya sering menyimpulkan "mungkin itulah yang saya cari"..

    tapi kenyataannya, jauh dari kesimpulan itu,,, .-"
    -------

    Met milad buat mas Yudinya....
    dn terimakasih ilmunya mbak, untuk hari ini ... ^^ i must to try more and more....

    ReplyDelete
  37. @HP Yitno

    wow... mantep ya ketemunya lewat blogspot....

    ReplyDelete
  38. sangat berkualitas tulisannya,,, salut saya n perlu bnyak belajar lg tentunya agar bisa menulis berkualitas sperti mba,,,
    inspiratif,,,

    ReplyDelete
  39. dari awalnya saja sudah disuguhkan Bahagia adalah tau apa yang kamu inginkan udah mantep bener, isisnya apa lagi

    event ngeblog: menulis di blog dapet android, ikutan yuk!

    ReplyDelete
  40. jujur mba saya berlinang airmata dan menahan rasa haru yang di ceritakan dalam tulisan mba kali ini,, saya benar2 tersadar ketika saya membaca Tidaklah perlu kita lahir dari rahim perempuan yang sama untuk menjadikan kamu Adikku, saudaraku... sedangkan saya dengan adik kandung saya sendiri tak sedekat persahabatan ini.. salam sahabat mba..

    ReplyDelete
  41. @kacho hahaha, saya mungkin lupa disitu ka. Sesederhana apapun sebuah impian tetap butuh usaha, paling enggak menjadikannya satu kenyataan karena impian akan tetap mnjadi impian ketika dia masih pada batas angan/harap...

    Terimakasih :)

    ReplyDelete
  42. @srulz berarti, kamu pun belum paham betul apa yg km cari Srulz, yah sama saja dengan saya... terkadang!

    Terimakasih :)

    ReplyDelete
  43. @Didin Supriatna terimakasih sudah membacanya dengan penuh perhatian
    salam sahabat Didin :)

    ReplyDelete
  44. Happy Milad Buat Yudi Darmawan
    *The one who have made me jealous, a little ^_^

    Syam... saya ndak perlu baca ini tulisanmu klo hanya untuk tau bagaimana posisi dirinya di dirimu (ups. kau bilang dihatimu di'... hehehehe)
    setiap orang punya porsinya masing-masing di hatimu :D

    *** kan pesanmu tersampaikan jie ke orangnya trus kenapa kau harus terusik klo ada yang bilang lebay :)

    ReplyDelete
  45. Wawwww unyu sekali Mbak Syam... So Sweettt :D

    ReplyDelete
  46. @Syam

    Um,,,ya. Karena membahagiakan orang-orang yang kita sayangi pun bukan perkara yanng mudah aku rasa ^^

    ReplyDelete