Powered by Blogger.

[Bandung-Bromo][12.6] Perjalanan lintas Jawa

Bandung, 15 Juni 2012; Pukul 02:10 PM

Saya dan Sule sudah ada dalam Bus yang akan membawa kami ke Malang. Perjalanan kali ini akan kami tempuh selama kurang lebih 16 Jam, melintasi beberapa kota dan kabupaten dari Jawa Barat hingga Jawa Timur.



Bus Pahala Kencana ini (mungkin) sengaja didesign untuk perjalanan jauh, bagi saya sih sanga nyaman. Dengan harga yang lumayan mahal kita mendapatkan fasilitas berupa Kursi antar penumpang yang memiliki jarak yang membuat kita leluasa bergerak, Ac yang dingin, selimut dan bantal kecil, 2 kali pemutaran film kolosal, snack, makan malam dan sarapan. Oh iyya ditambah dengan keramahan petugas... hmm, paket komplit! Kalau mengingat-ingat lagi bagaimana susahnya mencari tiket dadakan tujuan Bandung-Malang kemudian menikmati fasilitas yang ada yah... harga 215rb/pax tidaklah menjadi mahal.


Ini menyenangkan! Berangkat dari Bandung di sore hari, melihat bagaimana aktivitas masyarakat diarea perkotaan makin lama makin menjauh menuju daerah dusun, melihat begitu kontrasnya "cara hidup" mulai dr cara berpakaian, permainan dan bagaimana mereka berinteraksi satu sama lain. Mungkin sama dengan ditempat saya, tapi tetap saja sensasinya beda. Sayangnya rute yang kami lewati tidak menampakkan detik-detik matahari terbenam, yang terlihat hanyalah pantulan rona jingga kemerahan. Itu pun sudah sangat luar biasa untuk saya, Indah.

Malam mulai menutup aktivitas, dari jendela tidak ada lagi aktivitas yang terlihat. Hanya lampu yang menandakan bahwa daerah yang kami lalui itu memang berpenghuni tapi sunyi dimalam hari. Beda dengan kota yang tak pernah tidur barang sekejap pun. Karena saya yang suka parno saat melihat kegelapan maka tirai pun saya tutup, kemudian dibuka lagi oleh Sule dan saya tutup lagi. Setelah sedikit berdebat, hasil akhir menyatakan tirai harus terbuka. Itu artinya saya mengalah demi... yah demi saya sendiri, saya tidak mau menanggung sisa muntahan, yack! Karena ternyata Sule mual jika pandangannya dibatasi oleh Tirai. Padahal kalau dibuka juga mau liat apa malam-malam bgitu.

Sepanjang perjalanan saya dan Sule banyak bercerita. Tentang kantor, tentang kegemaran kita masing-masing, tentang orang-orang aneh, tentang apa saja yang menarik dibahas. Tempo kami tidak teratur, kadang saya tiba-tiba tertidur atau sebaliknya. Sesekali saling senggol untuk memperlihatkan "sesuatu" yang menarik perhatian dari balik Kaca Jendela. Hmmm...

Persinggahan pertma kami didaerah Kendal. Kalau gak salah ingat sih. Disana kami Ishoma. Tapi dari siang saya sudah tak begitu berselera untuk makan, dan kejadian malas makan seperti ini biasa saja bagi saya kalau sedang dalam masa travelling. Dan Sule mulai menjadi travelmate yang rese', memaksa  saya untuk makan, dealnya makanan yang jadi jatah saya dibungkus saja dan jika sewaktu-waktu saya lapar bisa saya makan dan akan siap senantiasa untuk dihabisi oleh dia. Hahaha.. okey!


Kembali ke Bus, saya membeli beberapa camilan dan melahap semuanya. Kemudian tertidur. Tak lama saya terbangun karena mendapat SMS dari Ratih "sudah dimana?" Hmm... "dihatimu" hehe... dan sms-anlah kami, mungkin karena tengah malam saya jadi tak berselera mengeluarkan suara. Sule juga sedang pulas. Dan SMS berakhir ketika parade sunrise dimulai, didaerah dimana ketika saya menengok ke arah kanan terlihat pegunungan dan menengok ke arah kiri yang ada adalah hamparan lautan. Itu samudera!



Lamongan, 16 Juni 2012; Pukul 10:43 AM

Saya terbangun ketika mendapat sms dari Ali (teman saat di Bandung), "gmana udah sampai malang?" Adduh, saya sedikit sadar semestinya jika semua berjalan sesuai jadwal jam segini saya sudah ada di Malang. Saya balas sms itu "belum, masih dilamongan nih"... "oh udah dekat kok", okey... setelah saya menanyakan langsung ke Bapak petugasnya jarak Lamongan - Malang itu sekitar 3 jam. Ini artinya prediksi waktu kemarin melenceng, Hmm... saya kembali dibuat sibuk dengan perhitungan waktu dan berharap sebelum Magrib saya sudah ada di Bromo.

Pasuruan, 16 Juni 2012; Pukul: 11:22 AM

Ini keren! Bus keluar dari Tol dan disajikan dengan menu pegunungan. Hmm, gunung apa itu yah? Bayangan tentang Bromo semakin dekat. Saya tiba-tiha teringat dengan jurnal yang pernah saya baca tentang petualangan ke Bromo, katanya ke Bromo itu lebih dekat jika melewati jalur Pasuruan. Dan saya pun menanyakan ke Embek (Teman Om Stupid Monkey), tentang alternatif melalui Pasuruan. Dan dari Embek saya mendapatkan informasi bahwa jalur Pasuruan itu kendaraan jarang, musti nunggu lama sementara waktu saya tak banyak. Lagi pula untuk lewat jalur tersebut juga harus ke Arjosari dulu, yah sama saja dengan rute saya sebelumnya. Masa musti putar balik? Hihi...


Terminal Arjosari - Malang, 16 Juni 2012; Pukul: 01:17 PM

Pokoknya saya mau makan bakso malang! Hehe... itu adalah kalimat pertama yang saya lontarkan ke Sule saat pertama kali kami melihat tulisan selamat datang di Kota Malang. Dan benar saja, setelah bongkar muat di Arjosari saya dan Sule langsung mencari Bakso diarea terminal. Rasanya? Hmm... sama aja sih, hihi. Tapi puaslah!


Setelah makan siang kami langsung menuju tempat angkutan Arjosari menuju Tumpang. Dan dapat! Gak berapa lama sih ngetamnya dan berangkatlah kami menuju Pasar Tumpang. Oh iyya angkot yang kami tumpangi ini berwarna putih, dan biayanya 5rb/pax. Mahal sih kalau mau dibandingkan dengan angkot di kota Makassar, yang jauh dekat harganya 3rb/pax.

Perjalanan dari Arjosari menuju Tumpang memakan waktu sekitar 30 menit, mungkin lebih lama karena angkot yang kami tumpangi rame. Turun 1 naik 3 org, hehe... over penumpang. Malah lucunya sengaja disediakan bangku cadangan yang bisa ditarik untuk penumpang tambahan. Total penumpang full itu sekitar 15orang, belum lagi didepan ada 3 orang. Wedew! Padahal untuk ukuran angkot itu cukup dengan formasi 4:6 ditambah 2 orang di depan.

Sebelumnya saya sudah mendapat pengarahan langsung dari Om Stupid Monkey tentang jalur ke Bromo, dan saya juga mendapat nomor kontak temannya yang tau betul bagaimaa bisa sampai dibromo. Ketika bongkar muat di pasar Tumpang, saya langsung saja minta diantarkan ke Alfamart tempat dimana orang-orang yang menyewakan Jeep itu nongkrong. Baru saja turun dari angkutan saya dihampiri oleh seseorang yang bernama Pandu, ngobrollah kami tentang bagaimana bisa sampai di bromo.

Okey, untuk bisa sampai Bromo kami harus menyewa Jeep dengan harga 450rb. Dan itu mahal! Saya kemudian membayangkan berapa harga lagi yang musti saya keluarkan untuk menyewa Jeep esok harinya untuk menikmati pesona bromo, dan jeep untuk kembali kepasar ini. Semakin mahal! Dan mulailah tawar menawar saya, sule dan pandu. Mau tidak mau saya menyewa Jeep menuju Bromo karena alternatif lain hanya ojek, 2 jam ngojek? Hmm... skip! Beruntung Pandu memberikan alternatif perjalanan pulang yang lainnya, melewati jalur Probolinggo. Selain harganya bisa lebih murah, kami akan pulang dengan rekaman view alam yang semakin kaya. Akh! Ini keren...

Setelah banyak ngobrol, Jeep bisa kami dapatkan dengan harga 400rb. Tidak bisa kurang lagi. Tak berapa lama, Jeep kami datang dibawa oleh seseorang yang kami kenal dengan nama Pak Mun. Seseorang yang sangat ramah dan "pacarita", senyumnya khas. Dia Bapak kami dalam perjalanan menuju Bromo.

***

Sule -  Syam | Turis kesasar :p

Alternatif perjalanan dari Bandung menuju Bromo bisa dengan menggunakan Bus Pahala kencana harga sekitar 180-215rb, menuju terminal Arjosari. Diterminal Arjosari carilah angkutan putih yang menuju Pasar Tumpang, ongkosnya 5rb. Dari tumpang menuju Bromo bisa menyewa Ojek dengan harga 100-200rb atau menyewa Jeep dengan harga 400-450rb.

19 comments

  1. Ini dalam rangka apa mbak syam?
    apakah memang dirimu sedang traveling keliling indonesia atau bagaimana?

    Foto eksotiknya mana nih :"D

    ReplyDelete
  2. @Uchank dalam rangka ke Bromo Uchank, kebetulan lagi di Bandung

    Foto eksotik dan seksi nyusul deh,
    save the best fore the last :p

    ReplyDelete
  3. saya belum pernah ke jawa tengah,, apalagi jawa timur,, jadi ga bisa komen.. namun kayaknya kalu masalah bus yg nyaman,, itu emang iya mba emang pahala kencana bus2 lintas jawanya nyaman2.. happy traveling..

    ReplyDelete
  4. Wah, seru ya perjalanannya. Kayaknya dari beberapa hari lalu memang sedang perjalanan kesana dan kemari. :D

    Soal bemo sih, kalo di Surabaya malah lebih parah. Ada 1 jenis bemo tuh, pokoknya disesel-seseliin deh penumpangnya. Sampe ada yang nggandol di pintu bisa sampe ada 3 orang. Jadi, penumpang di belakang bisa nyampe 20 orang, ama yang nggandol. Tapi, kalo gak ada yang nggandol mgkn skitar 17-18 orang. Makanya, banyak yang gak suka naek bemo itu kalo cuma utk tujuan dekat. Eh, jadi curhat, hehehe... :p

    ReplyDelete
  5. enak yah mbak syam bisa travelling gitu, jalan2, motret2 pasti rasanya seru lain :)

    ReplyDelete
  6. Wah ... Seru !!!
    Kakak... Salam kenal nah, saya juga orang Makassar ^^

    ReplyDelete
  7. sumpah kalau baca & lihat foto syam,yang trip to bromo jadi iri banget
    moga ada rejeki & waktu lebih kedepan buat trip tp trip'a pasti barang patner juga maklum jurnalistik :)

    ReplyDelete
  8. Malang ituuu.. deket sama jember :)

    ReplyDelete
  9. Gak inget kpan terakhir kali ke Malang! Wow, sempet singgah di Kendal ya Syam? Knp gak mampir ke rumahku? Tapi sayang, aku lagi gak di rumah! Hehehe

    ReplyDelete
  10. Sorry, Syam, OOT nih...

    Kenapa baru ingatin kalau di pendaftaran saya belum mencantumkan email... Saya mau nambahin di postingan Syam yang tentang giveaway ternyata udah ditutup kolom komentarnya. Jadi, di sini saja ya..

    Nih, emailnya: nok[dot]milla[at]gmail[dot]com

    ReplyDelete
  11. Wah saya kalo jarak jauh milih kursi paling belakang mbak, kadang ada tempat tidur utk supir jadi bisa saya tidurin selonjoran. hehe

    event ngeblog: menulis di blog dapet android, ikutan yuk!

    ReplyDelete
  12. Sempat2nya nulis panjang begini ya :)

    ReplyDelete
  13. aku blm pernah ke malang caaaam >.<
    sudah dmn, dihatimu ,hauhahauahauh

    ReplyDelete
  14. Wah serunya perjalanan kak Syam. Lewat jalur pantura bagian utara atau selatan kak Syam? Momen yang tak terlupakan itu sob.

    ReplyDelete
  15. udah nyobain kereta api belum? di sulawesi ga ada kereta kaaaaan? :))

    ReplyDelete
  16. wih, Bromo...enaknya kalo bisa traveling begini, walaupun cape' tapi terbayar, nunggu foto2nya kaka ^^

    ReplyDelete
  17. Wohhh keren bisnya... nggak nyetel dangdut koplo...

    ReplyDelete
  18. rumahku dimalang mbk.. kalo bakso diterminal sama aja rasanya coba deh bakso bakarnya.. tapi kan mau ke bromo ya? bukan kuliner.. hehehe

    ReplyDelete