Powered by Blogger.

Semalam di Bandung



Bandung, 15 Juni 2012

Adalah hal yang membahagiakan, saat bangun tidur dan mendapati dirimu berada jauh dari rutinitas, rindu rumah, dan rindu omelan Ibu dipagi hari. Dari balik jendela samar terlihat matahari yang mulai terik, tapi hawa dikota ini begitu sejuk. Dan kemudian kamu mendapatkan sebuah pesan singkat yang membuat kamu merasa begitu diperhatikan...

"Sudah dapat mobil?"

Hmmm, tiba-tiba semua rekaman kejadian malam sebelumnya melintas. Hahah, saya dan kecerobohan kadang begitu akrab. Melakukan banyak perencanaan tanpa "anggaran" yang pasti. Terlalu menggampangkan dan menganggap semua hal pasti ada jalan keluarnya. Sikap seperti itulah yang membuat saya begitu betah dengan ketidakperdulian. Sederhana memang, tapi satu waktu terkadang menjadi semacam bom waktu. Dia meledak dan paniklah saya. Adalah keberuntungan sehingga saya selalu dinaungi oleh kebaikan-kebaikan orang lain, merasakan bahwa mereka benar-benar ada dan berarti. Selalu dan selalu, maka nikmat Tuhanku yang mana yang saya dustakan? Itu mengapa saya selalu percaya setiap orang tidak datang begitu saja dalam hidup saya....

Sehari sebelumnya

Setelah urusan kantor di Jakarta selesai, berangkatlah kami menuju Bandung dengan menggunakan kendaraan umum Day Trans yang poolnya di sekitaran kampus Binus. Perjalanan menuju Bandung menghabiskan waktu sekitar dua jam lebih, ditambah macet dan panas membuat saya tidak begitu menikmati perjalanan. Akh! Saya tidak bawa buku, tidak bawa mp3 player... membosankan! Sule sedang tidak asik, dia masih ngantuk karena semalaman nonton bola. Saya juga belum benar-benar tidur semalam, tapi tidak berselera untuk tertidur di Bus. Beruntung masih ada BBnya sule yang bisa dipakai buat dengar lagu bersama, walau dengan headset sebelah-sebelahan.

Kami tiba di Bandung sekitar pukul satu siang. Perjalanan dilanjutkan dengan mengunjungi rumah kost anak Boss yang ada di sekitar IT Telkom, nyari hotel, kemudian Makan siang, dan kembali ke pool Bus Day trans Bandung untuk mengantar Boss kembali ke Jakarta untuk melanjutkan penerbangan ke Jogja. Sebenarnya Boss mengajak ke Jogja juga, mumpung weekend! Tapi saya dan Sule mengambil inisiatif sendiri, kami ingin ke Malang (Bromo) saja.

Setelah meninggalkan Boss, giliran kami yang dapat jamuan istimewa dari anak Boss. Sebut saja namanya Nini, yah... Nini kemudian mengantarkan kami ke stasiun Bandung untuk membeli Tiket rute Bandung-Malang. Dan nihil! Tiket habis untuk semua kelas... akh! Sampai disitu, saya tidak menunjukkan kepanikan. Hanya sedikit kecewa karena tidak mendengar saran Mas Rawins untuk booking saja via telepon. Nini sedikit mengiba, dikiranya perjalanan kami menuju Bromo akan tamat begitu saja. Sementara sule, hmm...  Bagaimanapun kondisinya, dia akan selalu tenang. Hanya saja ke-Bromo adalah ide saya sementara dia sendiri sebenarnya ingin ikut ke Jogja saja. Tapi dia tau saya yang sangat ingin ke Bromo sementara dua minggu kedepannya saya pun akan cuti melancong ke Jogja, makanya dia mengikut saja. Melihat Sule yang seperti itu membuat saya semakin yakin untuk mengambil alih dan mencari jalan keluar dari sandungan ini. Tanpa harus merepotkan dia.

Saya tidak punya kenalan di Bandung ini, Nini bersama CR-Vnya pun tidak bisa saya andalkan. Dia tipikal anak rumahan, membayangkan saya akan berada 16 jam dalam perjalanan menuju Malang saja dia tiba-tiba mual. Setelah dari Stasiun kami di drop ke hotel dan dia kembali ke Kost. Setelah bersih-bersih dan menenang-nenangkan pikiran sedikit, saya menelpon Om Manki. Saya seperti yakin kalau dia akan sangat bisa saya andalkan, dan ternyata keyakinan saya tidak meleset. Hanya dalam hitungan jam, melalui Om Manki pertolongan itu datang kedepan mata saya. Nyata, dalam wujud seseorang yang bernama Ali.

Selepas Isya malam itu juga, Ali membawa saya berkeliling kota Bandung dengan motornya. Tujuannya bukan untuk menikmati keindahan Bandung di Malam hari, walau pada akhirnya saya benar-benar bisa menikmati malam di Bandung. Walau dengan kondisi yang mulai "kalah", capek lah. Semalam belum tidur dan saat saya merencanakan akan istirahat total justru ada kejadian "tiket habis", sementara jika saya benar ingin ke Bromo saya musti berangkat paling lambat hari Jumat sore!

Saat saya dan Ali sibuk mendatangi travel dan terminal yang tersebar diseantero Bandung, Sule yang tadinya saya tinggal di CK mulai tidak sabaran. Teleponlah, SMSlah, bosan katanya. Saya minta dia untuk cuci mata saja, toh disekitaran hotel kami di Dago, FO berjejer-jejer. Sementara saya masih harus fokus cari tiket menuju malang, beruntung Ali anaknya sopan, ramah dan asik. Mungkin saya benar-benar terlihat capek, sementara sudah banyak tempat yang kami datangi dan belum ada hasil. Ali mengusulkan saya istirahat saja di hotel dan dia akan melanjutkan pencarian tiketnya bahkan dia masih sempat2nya mengatakan "takut nanti mbaknya kecapean" padahal siapa yang butuh siapa coba? Hahah...

Sedikit buntu, saya kembali menelpon Om Manki. Bercerita sedikit mengadu. Gantian dia ngobrol dengan Ali dan yah... ketemu! Selanjutnya adalah mencari Buss Pahala Kencana, yang katanya ada didaerah Jl Ambon. Daerah yang tidak begitu dikuasai oleh Ali. Tapi setelah nanya-nanya akhirnya ketemu, dan Pahala Kencana itu bukan di Jl. Ambon tapi di daerah Jl. Riau 20 menit saja dari hotel tempat saya menginap. Hihi...


Pukul sepuluh kurang kami tiba di kantor Pahala Kencana, rollingdorrnya sudah tutup setengah. Tidak ada aktivitas. Tapi dari luar kami masih inisiatif memanggil-manggil hingga ada seorang bapak yang keluar. "Sudah tutup" katanya... tapi saya dan Ali tetap saja bertanya bertanya dan bertanya, hasilnya membuat saya tersenyum puas! Masih ada tiket menuju Malang untuk besok, dan kantor melayani pembelian tiket dari pukul tujuh pagi hingga pukul dua belas siang. Alhamdulillah.


Bandung, 15 Juni 2012

Jam tujuh lebih, Ali sudah ada di lobby menunggu untuk menemani saya beli tiket, semalam sudah janjian sih jadi saya sudah siap. Sementara saat saya telepon si Sule masih setengah tidur dikamarnya, lagi-lagi karena nonton bola. Well, tahu kah kalian? Saat kami memesan tiket di kantor pahala kencana kursi yang tersisa hanya tinggal dua! Wow... hanya satu jam dan kursi nyaris habis, dan lagi-lagi kami nyaris kehabisan tiket. Hmm...

Setelah 2 tiket Bandung - Malang ditangan, Ali mengantarkan saya kembali ke Hotel. Dan kami berpisah. Entah akan ketemu lagi atau tidak, dia hanya singgah sebentar saja dalam hidup saya tapi benar-benar total. Terimakasih Ali, terlebih untuk yang sudah mengirim Ali #bigthanks

Hmm... saat sarapan bersama Sule saya menceritakan semua kejadian detail semalam kemudian saya bertanya "tidakkah kamu takut jika semalam ternyata saya diculik? Dan ternyata Ali adalah anggota komplotan penipu?" Kemudian pertanyaan itu dijawab dengan tawa lebar Sule... ahahahahaha! "Kalau culik kamu, penculiknya rugi! Soalnya kamu makannya banyak" Yayaya!!! pura-pura tidak perduli deh, padahal semalam sms terus telepon terus -___-" #errr



Selepas sarapan saya menemani Sule belanja belanji di FO sekitaran DAGO, menjelang beberapa jam sebelum keberangkatan kami menuju Malang. Sekalian beli Jaket tebal sih, saya lupa bawa dari Makassar. Sule belanja sudah seperti emak-emak (soalnya doi dipandu langsung via BBM oleh ceweknya) dan saya menunggu di ruang tunggu seperti bapak-bapak, sesekali diseret untuk dimintai pendapat perihal warna dan moddel. Hahaha... padahal sebenarnya  saya malas lihat-lihat hanya karena takut tergoda barang2 yang ada di toko #mupeng

Semalam di Bandung itu... luar biasa!

16 comments

  1. Lhooooo kok gak bilang2 kalo ada di Bandung??
    Ayo kopdaaaar! kopdaaaar! :D

    ReplyDelete
  2. wah, ternyata namanya Ali ya my sist,
    totalitas memang gak ada hubungannya sama waktu,
    mau sebentar atau lama, yang penting kualitasnya,

    tapi ini sedikit rumit mbak,
    hmm, nikmati sajalah..
    paling tidak nimatilah kenangan-kenangannya, hehe..

    ikutan belanja di outlet juga gak wktu di bandung buat nambah2 hadiah GA-nya..? haxhaxhax..

    ReplyDelete
  3. @Asopcuman sebentaran kok sop... gak ada contact juga :)

    ReplyDelete
  4. @Yudi Darmawan ganti topik!

    well, selamat ulang tahun yah Adikku, ciee yang makin tua ^^

    ReplyDelete
  5. Wish! Hadiah ultah dari sapa, tuh? Jalan2 jkt-bdg-mlg? Hehehe

    ReplyDelete
  6. kak Syaaaaaaaaaam...
    aku telat giveaway.... aku pengen ikut.........
    Tapi,, telat deh, yaudah deh Kak, kapan-kapan aja wes ya?
    Keliling mulu kak... ikuuuuuuuuuut

    ReplyDelete
  7. Jasa titipan tiket pahala...

    yg beli di situ berpahala...
    yg punya berpahala...
    yg baca berpahala juga...

    ReplyDelete
  8. that's what we call as "What A Life...."
    rejeki dan pertolongan Allah datang dr arah yang tidak diduga-duga..

    "Maka Nikmat Tuhan kamu Yang Manakah yang kamu Dustakan...."

    Dan sepenggal kalimat cinta dari Tuhan itulah yang kemudian terus menggema di seru sekalian alam...


    Nice trip Sis... We'll make more beautifull.. H-4

    ^_^

    ReplyDelete
  9. ihiyyy, jalan2 terusss :))

    ReplyDelete
  10. @eksak hadiah dari langit kali om, hehehe

    ReplyDelete
  11. @Ocha Rhoshandha kapan kapan itu kapan yah? hehee... yah padahal sudah saya tungguin tuh partisipasi kamu

    mau ikuuut? kayak iklan aja :p

    ReplyDelete
  12. @Skydrugz yg komen nyepam juga berpahala
    hahaha :))

    ReplyDelete
  13. @Rep_Zone #cantwait
    #cantwait
    #cantwait

    be a nice travelmate sistah^^

    ReplyDelete
  14. @Nanie hihi... nd terusji kakak :)

    ReplyDelete