Powered by Blogger.

Brighter than the Sun

.: Sabtu 14 Juli 2012 :.


Kata Ibu, hari ini saya seperti orang gila. Keluar rumah pukul sembilan pagi dengan muka segar membawa sepeda dan pulang kerumah pukul sembilan malam lebih dengan muka kucel. Kecapean. Hmm...

Yah, hari ini saya kekantor dengan menggunakan sepeda. Istilah kerennya bike to work. Bukan untuk gaya-gayaan, tapi memang lagi ingin saja. Sudah lama saya tidak sepeda-an. Dan lagi saya benar butuh sesuatu yang baru hari ini, minimal rute perjalanan menuju dan pulang kantor. Saat pulang pun saya tak langsung pulang, saya keliling-keliling dulu dengan sepeda saya. Tanpa arah dan saya menikmatinya. Tau-tau sudah malam saja.

Seminggu belakangan memang saya banyak merubah rencana hidup saya baik jangka pendek maupun jangka panjang, meminimalisir hal-hal yang sifatnya tidak begitu penting tapi toh banyak mengalihkan perhatian saya. Hari ini juga, dari BBM seorang kawan kuliah saya mendapatkan sebuah kabar gembira. Saya menyebutnya sebagai sebuah "kesempatan", dan saya kembali bertaruh dengan diri saya, dengan semua kemampuan dan keyakinan saya. Saya tak akan melepaskannya begitu saja.

Setiap titik kejadian dalam hidup saya bersambungan, hanya saja saya belum melihat tali penyambungnya. Hmm... biarkanlah menjadi sebuah kejutan. Toh siapa saya hari esok adalah buah perbuatan/pemikiran saya hari ini. We'll see Syam...


.: Minggu 15 Juli 2012 :.


Saya menggunakan gelang kaki. Besi putih. Pemberian seorang sahabat yang (mungkin) sangat paham dengan kegilaan saya pada kaki sendiri belakangan ini. Padahal saya tak menceritakannya kepada siapa-siapa, kecuali pada blog ini dan bahasa foto-foto saya. Akh! Terimakasih untuk gelangnya dan telah menjadi stalker ditempat saya. Untuk sementara gelang kakinya akan terparkir indah dikaki saya. Lucu sih :D


.: Senin 16 Juli 2012 :.

Pagi yang menyenangkan, saya berangkat kekantor lebih awal. Ada Bapak saya yang mengantar. Sepanjang perjalanan saya asyik sendiri; senyum, ketawa, heran bertukar-tukar mendominasi mimik muka saya. Itu semua karena buku yang ada ditangan saya! Hmm.. saya jatuh cinta dengan nilai-nilai yang disajikan dalam buku Cacing dan Kotoran Kesayangannya. Terlepas dari penulis mengambil contoh dari kehidupan sehari-harinya sebagai biksu.

Setiap apa yang kamu kerjakan, libatkan seluruh dirimu didalamnya...

Seperti itu kira-kira kesimpulan dari beberapa halaman yang menemani saya kekantor. Saya hanya tersenyum. Dua tahun ini saya jarang melibatkan diri saya utuh dalam melakoni sesuatu. Terutama pada rutinitas berulang. Kecuali untuk sesuatu hal yang benar-benar saya nikmati. Saya seperti melakukan sebuah pemberontakan, tapi kepada siapa saya pun belum begitu jelas. Akh, hidup itu memiliki temponya masing-masing. Jika saya terjerumus dalam kebingungan, anggaplah ini ujian kematangan saya.


Apa kabar cahaya? Sehat dan berada dalam semua kebaikankah engkau disana? Hanya sebersit kata yang ingin kudengar, sebuah bisik bahwa engkau, cahaya, tak akan redup menantang hidup --Suryaden

PS. Saya semakin percaya bahwa bagaimana kita itu bisa begitu mudahnya dibentuk oleh buku yang dibaca, lagu yang didengar dan orang-orang yang berinteraksi akrab dengan kita. Pelan dan pasti. Maka dari itu jagalah dirimu selalu. Jagalah segala apa/siapa yang bisa membuatmu lebih baik.

posted from Bloggeroid

13 comments

  1. Bersepeda? wew, kabar yang menggembirakan :)

    Saya mau ngomentari PS-nya. Iya benar Mbak, mudah sekali. Sampai-sampai para wali di tanah jawa dulu sempat mengingatkan, "wong kang soleh kumpulono"

    Artinya kira-kira, kita harus pandai mencari lingkungan yang baik. Sama saja dengan istilah, kalau ingin wangi maka bertemanlah dengan penjual minyak wangi..

    ReplyDelete
  2. Jadi pengen pake gelang kaki *salahfokus*

    ReplyDelete
  3. bener tuh, naik sepeda bisa bikin ketagihan dan jam pulang jadi molor karena asik sendiri muter-muter.

    hmmm iya juga ya, Syam sering bgt motret kakinya. :)

    ReplyDelete
  4. ternyata saya adalah "sebuah bentuk" opini publik,
    ke kiri karena kebanyakan ke kiri, ke kanan karena kebanyakan ke kanan,
    itu yang membuat perasaan terkepung,
    bukan diri saya sendiri,
    karena saya maunya selalu ingin berontak,
    berontak untuk hal-hal yang dianggap perlu diperjuangkan, di perjuangkan tanpa adanya rasa percaya saya terhadap saya sendiri,
    karena sudah beberapa kali saya menghianati saya..!

    we will bleed,
    we will dominate..!

    ReplyDelete
  5. mungkin kalau buku tidak terlalu besar pengaruhnya---tapi bisa jadi juga sih, kalau orang2 terdekat sangat besar pengaruhnya dan saya percaya itu. saya juga udah lama ga sepedaan, lagian di rumah juga ga ada sepeda :)

    ReplyDelete
  6. catatan yang terakhir mengingatkanku akan sebuah kata-kata dalam buku bisnis. kalau nggak salah seperti ini, "dengan siapa kamu hidup hari ini, itulah masa depanmu." intinya pergaulanmu sekarang bisa mempengaruhi masa depanmu.
    Suka bersepeda juga ya. Asyik kan bersepeda berkeliling?? Kalau gelang kaki, itu pas ane masih sma suka banget pakai gelang kaki. Gelang dari ring oli he..he..

    ReplyDelete
  7. Sepeda... ?? sepedanya namanya siapa mbak ??? nama sepedaku Brown... hehe... :D salam kenal ... :))

    tentang rencana... ngga tau deh.. sulit banget buat mempraktekkannya... ^^

    ReplyDelete
  8. seneng banget yah, di stalk tapi berhadiah :D
    saya setuju cam, "jagalah segala apa/siapa yang bisa membuatmu lebih baik" nice quote..
    semoga kebaikan akan mengelilingimu selalu

    ReplyDelete
  9. @RZ Hakim bagaimana seseorang bisa dilihat dari siapa yang dekat dengannya ya, Kang.
    Semoga tidak mendekat dan didekatkan kita kepada mereka yang dekat kepada Nya. Dan tidak menjauh dan dijauhkan kita dari mereka yang jauh dari Nya. Amin.

    ReplyDelete
  10. kirain udah selesai baca si buku cacing itu sejak lama

    ReplyDelete