Powered by Blogger.

Hidupku Milik-Mu


Ketika aku mencari cahayaMu
menerobos lewat celah dedaunan
Besilangan semburatMu dalam kabut
Aku terpaku, aku terpana,
aku larut di dalam nyanyian burung-burung
Gemuruh di dadaku sirna bersama keheningan rimba raya

Ketika aku mendengar suaraMu 
Bergema di ruang dalam jiwa,
mengalir sampai ke ujung jemari
Aku mengepal, aku tengadah
Rindu yang aku simpan membawa aku terbang,
menjemput bayang-bayang
Senyap ditelan keheningan rimba raya

Apapun t'lah aku coba dan tak henti bertanya 
Setiap sudut, setiap waktu tak surut 'ku mencari
Ke mana, di mana aku lepas dahaga?
Kepada siapa aku rebah bersandar?
Tak mungkin kubuang
rindu yang semakin dalam bergayut
Hidupku memang milikMu, hanya untukMu

Ke mana, di mana aku lepas dahaga? 
Kepada siapa aku rebah bersandar?
Tak mungkin kubuang
rindu yang semakin dalam bergayut hm
Hidupku memang milikMu, hanya untukMu

Hidupku memang milikMu, hanya untukMu

PS. Belakangan saya hidup terlalu menyombong, bukan pada manusia. Siapalah saya.


-------------------
*) Lagu: Hidupku Milik-Mu - Ebiet G Ade
*) Picture Source from tumblr.com

5 comments

  1. Kalo bukan milik-Nya, milik siapa lagi? Smoga lekas sembuh penyakit sombongnya! Walopun bukan pada manusia, sombong tetap pakaian-Nya! Bukan pakaian kita... ;-)

    ReplyDelete
  2. @eksak hehe, terimakasih bang Andy :)

    ReplyDelete
  3. Postingan yang sangat bagus dan bermanfaat, mengingatkan kita kepada sang pencipta, manusia ini hanyalah memiliki sementara selanjutnya hanya kembali sang empunya, dialah Yg maha besar...dan dialah yg memiliki semua, bahkan kita semua akan kembali kepadanya..

    ReplyDelete
  4. sombong itu manusiawi kok

    ReplyDelete