Seberapa besar hal-hal yang pernah terlintas dalam rencana-rencana sederhanamu yang akhirnya menyata pada masanya? Banyak!
@syamatahari
Sahur tadi saya cuman makan 1 buah Apel, beberapa iris mangga, 1 gelas susu segar plus 3 gelas air putih. Selera makan saya berantakan belakangan ini, banyak kerjaan, banyak pikiran, stamina saya juga ikut-ikut drop. Aih aih… Saya takut ntar jadi kurus, bisa bisa saya tidak mempesona lagi, hehe :p
Hari ini saya tidak kekantor, demam melanda jadi saya harus istirahat, totally bedrest. Cuman kirim sms ke Boss, minta ijin sudah itu kembali tidur. Pukul sepuluh lebih saya terbangun, dirumah tidak ada siapa-siapa. BĂȘte juga sih kalau seharian ditempat tidur, saya ambillah laptop dan memulai aktivitas tengok-tengok foto. Melihat foto-foto perjalanan saya dari satu daerah kedaerah lain, melihat orang-orang yang dulunya begitu akrab tapi pada akhirnya menjadi orang yang sangat dingin beberapa benar-benar menghilang tanpa kabar, melihat orang-orang yang tak sengaja saya kenali walau tak lama tapi membawa banyak kebaikan buat saya, melihat siapa orang yang pada akhirnya selalu ada bersama saya. Mereka semua tersenyum. Hmmm… inilah perjalanan, inilah hidup.
Album yang begitu menarik perhatian saya adalah Trip ke Jogja, bulan Juni lalu. Bisa dibilang Jogja adalah kota yang selalu menjadi obsesi saya sebelum-sebelumnya. Betapa ingin saya mengunjungi kota itu, merasakan keramahan masyarakatnya, menikmati tata kota yang begitu apik dan sederhana, saya pun lantas bercita-cita ingin bersepeda berkeliling jogja. Saya menuliskan keinginan itu pada satu halaman dalam buku harian saya, and see…
Kamis, 28 Juni 2012. Saya dan ratih tidak ada agenda kemana-mana pagi itu, siangnya sih dah janjian sama mas Rawins mau ditemanin ke pantai Parangritis. Setelah sarapan di angkringan sekitar jalan Malioboro, kami menyewa sepeda seharga Rp. 30.000,- untuk 1 hari 1 malam. Sedikit mahal, karena memang sedang musim liburan.
Jalanan Jogja lumayan berat bagi saya pribadi, hihi… soalnya jalanan banyak yang menanjak, beratlah untuk dikayuh. Tapi yang menyenangkan adalah jalur-jalur sepeda sudah tertata rapi dan dihormati oleh pengendara lain sebagai salah satu pengguna jalan. Sangat berbeda dengan kota saya, kalau disini pengendara sepeda suka di klakson-klakson sama pengendara yang lain seolah jalan itu bukan untuk kita. Menyebalkan sih sebenarnya, apalagi disini tidak ada jalur khusus pengguna sepeda kecuali dijalan-jalan besar, itupun masih suka dianiaya oleh supir pete-pete.
Rute kami adalah dimulai dari jalan Malioboro, menuju alun-alun, putar kanan di kantor pos melewati kantor Bank Indonesia, terus-terus dan terus. Hihi, gak apal nama jalannya. Oia, Ratih kan karyawan BI ketemu gedung BI Jogja, err merengek-rengek minta difotolah dia. Kami mengikuti papan penunjuk jalan yang mengarahkan kami ke kampus UGM, tapi semakin kesana medannya semakin nanjak dan tak juga sampai-sampai. Sempat bertanya ke-orang yang lagi nongkrong, “UGM masih jauh ndak?” Katanya “iyya, masih jauh” #tepokjidat #putarbalik
Saat putar balik juga sempat nyasar, sempat juga terpisah dari ratih, huhu… tapi yah karena hari sebelumnya juga sempat mutar-mutar jogja, jadi ada beberapa jalan yang familiar sebagai penanda untuk bisa sampai kepenginapan. Tanpa nanya-nanya keorang dijalan akhirnya sampai juga ke penginapan, pukul sebelas lebih dalam keadaan basah, keringatan…
Yah walau pada akhirnya bersepeda keliling Jogja gak kesampaian, setidaknya sudah merasakan gimana serunya bersepeda di Jogja… hihi :)
Ps. Sempat ngajak Huda, tapi dia berhalangan...



Wah, jalan2 di Jogja-nya seru, ya, Mbak..
ReplyDeleteUntung gag nyasar pas lagi nyari penginapan..
Baru tau klo di Jogja ada jalur khusus sepeda :)
Waaaaahhhh >,< gia jadi semakin gak sabar ke Backpeker ke Jogja akhir agustus 2012 nih! ^_^
ReplyDeleteMbak syam, foto bareng sepeda cakep banget yah hihi
*yang cakep sepeda atau orangnya nih...*
Jogja kota yg asik mbak
ReplyDeleteTapi kok sekarang kurang nyaman ya, terlalu rame euy
Jogja Never ending Asia..
ReplyDeleteLove Jogja
hehe.. harus bawa peta kemana mana mbak... ^^ biar ngga nyasar.,.. ^^ :D
ReplyDeletejadi ikutan pengen ke jogja =.=
ReplyDeletewah hebat ya berani sepedaan di jogja, pake terpisah pula sama temen, dan tetep bisa balik ke hotel. emang sih jogja adalah kota yang ngangenin, bikin mo datang lagi dan lagi. tapi aku blom kebagian jatah ke jogja sejak bersuami, padahal pengen juga bermalas2 di sana :)
ReplyDeleteah soal hak pesepeda sih, di jkt juga nasibnya gak jauh beda sama di kotamu Syam, sama2 menyedihkan :( semoga lekas tiba waktunya para pesepeda lebih diterima yah :)
kok sepi banget mbak jalanannya.. ?
ReplyDelete*ah kangen masa2 kos.. :D
jogja oh jogja...terlalu indah ^_^
ReplyDeletewah, sudah ke jogja to? kok nggak mensyen di twitter? kan bisa ditemenin sepedaannya.
ReplyDeleteWHAT? dari malioboro mau ke UGM? hahauhauahauahu..
ReplyDeletekurus memang tidak baik buat kecantikan
ReplyDeletekalau ke Jogja belum mampir ke Angkringan,rasanya kaya belum ke Jogja mba :)
ReplyDeleteEnakan mana Jogja sama Makasaar ?
jogja sudah ga senyaman beberapa tahun lalu saat masih jadi kota sepeda
ReplyDeletesekarang jadi kota motor
hiks..